
Sinar matahari yang menghangatkan menembus jendela rumah menampilkan sosok elf yang tertidur pulas di tempat tidurnya. Dia adalah seorang gadis yang diberkahi dengan rambut perak serta penampilan sempurna bagaikan bak seorang model. Walau tubuhnya masih sedikit kecil dadanya tumbuh dengan baik.
Dia meregangkan otot-otot tangannya sebelum membuka tirai jendela untuk menengok ke arah luar kediamannya, biasanya dia akan menemukan beberapa elf sedang beraktivitas seperti berjalan-jalan ataupun berbelanja untuk keperluan keluarga mereka namun hal itu telah lenyap sentuhnya.
Mereka yang selalu terlihat bersemangat telah berubah menjadi patung es dan keceriaan tidak ada lagi berada di sana. Seminggu yang lalu seseorang bernama Nightmare telah datang kemari, ia membuat keributan dan sekarang apa yang didapatkan dari tempat ini hanyalah kesunyian tanpa dasar.
Meski semuanya telah berubah bagi gadis tersebut hal itu belumlah berakhir, selalu ada jalan untuk menyelesaikan masalah dan hal itu bisa diselesaikan dengan bekerja keras.
Jika seorang yang menemuinya menggunakan tujuh dosa memastikan maka dia hanya harus menggunakan kemampuan yang sama untuk menyaingi kekuatannya.
"Itu memang harus dilakukan," gadis itu menghela nafas panjang di sela pemikirannya.
Nama gadis tersebut adalah Rion.
__ADS_1
Ia mengganti pakaian tidurnya dengan gaun sederhana sebelum memasak apa yang tersedia di dapurnya, ini adalah hari terakhirnya berada di desa setelah ia sarapan ia akan memutuskan untuk berpetualang.
Selain mencari kekuatan ia juga ingin bisa bertemu lagi dengan Harfilia, yang mana dia adalah temannya sejak lama.
Sebelum dijatuhkan ke dunia fana ini, Rion atau Riona adalah seorang dewi meski begitu kekuatan itu telah tersegel sepenuhnya yang mana menjadikannya hanya gadis biasa tanpa kekuatan apapun.
Singkatnya jika dia ingin menjadi kuat maka dia harus memulainya dari awal. Setelah mengemasi pakaiannya Rion memasukannya ke dalam ransel kemudian menutup pintu.
Ia menyapa setiap penduduk elf termasuk temannya yang sepenuhnya telah membeku.
Tempat tujuan yang ingin dia datangi adalah wilayah benua manusia, dengan menggunakan rakit yang telah dia sediakan lebih dulu ia akhirnya berlayar meninggalkan hutan Arfa.
Selama perjalanannya Rion hanya duduk selagi memancing ikan untuk makanannya, dengan pengolahan baik ikan mentah bisa dinikmati sehingga rasanya tidak terlalu buruk.
__ADS_1
Saat hujan tiba Rion akan menampung airnya ke dalam botol-botol kecil untuk diminum ketika dia benar-benar haus.
Bagi seorang yang pernah menjadi dewi kehidupan yang dia alami jelas jauh dari kata nyaman, satu-satunya yang dia syukuri hanyalah fakta bahwa tidak terjadi badai saat dia berlayar.
Bukan hal aneh jika dia akhirnya tersapu dan terdampar di suatu tempat, lebih buruk dari itu dia bisa mati.
Rion tersenyum senang saat dia melihat sebuah pelabuhan telah menantinya, untuk berjaga-jaga dia sebisa mungkin tidak terlihat orang lain dan diam-diam menggunakan dayung untuk bergerak sedikit menjauh.
Saat kakinya menginjak tanah dia berteriak semangat.
"Yos, akhirnya aku bisa sampai kemari.... kesulitan yang kualami akhirnya terbayarkan."
Ekspresi Rion yang semangat berubah lesu bersamaan suara perutnya yang terdengar keras.
__ADS_1
"Selama ini aku terus makan ikan mentah, aku perlu uang untuk mendapatkan makanan enak.. apa yang harus kulakukan?" seringai jahat muncul di wajah cantik Rion yang tidak cocok dengannya.
"Salah satu cara untuk mendapatkan uang dengan mudah hanya satu yaitu melakukan bisnis penipuan," katanya dengan suara pelan.