Terpanggil Ke Dunia Lain Oleh Dewi Jahat

Terpanggil Ke Dunia Lain Oleh Dewi Jahat
Chapter 324 : Raja Dunia Bawah


__ADS_3

Tanpa melibatkan penduduk sipil ketiganya menerobos istana kerajaan. Membunuh setiap iblis yang mereka temui hingga sampailah di depan singgasana yang disisi dengan seorang raja bernama Garfield.


Garfield memiliki tiga tanduk dengan tiga mata dan empat tangan di tubuhnya, dia adalah orang yang berperan sebagai seorang yang membuat peraturan hirarki dimana iblis kuat bisa melakukan apapun yang mereka suka.


Solomon menerjang maju tanpa membiarkan kedua rekannya memulai lebih dulu.


Dia melompat ke depan Garfield dengan pedang terangkat ke udara, hanya mengangkat tangannya seluruh tubuh Solomon berhenti.


"Kalian bertiga hanya sampah tak berguna, aku memuji kalian karena bisa datang kemari tapi keberuntungan kalian hanya sampai di sini saja."


Tubuh Solomon dihempaskan jauh menabrak pilar, di saat yang sama Hime dan Raiku menerjang maju.


"Jangan terfokus pada tangannya, berhati-hatilah dengan matanya... mata ketiga itulah yang menghempaskan Solomon barusan," teriak Raiku.


"Baik."


Keduanya berpencar untuk mengecoh pergerakan Garfield. Raiku menebas dari kiri sementara Hime menggunakan tombaknya di sisi yang lain membuat musuh keduanya melompat untuk menghindarinya.


Dia mengambil empat pedang ke masing-masing tangannya untuk melawan keduanya.

__ADS_1


Solomon yang bangkit turut mengambil bagiannya juga, ketika Garfield melawan musuh lebih dari satu, mata itu tidak bisa digunakan terlebih jika dia diserang tanpa jeda.


Pertarungan terus berlanjut hingga pedang mereka mulai terkikis satu sama lain, sudah tak terhitung lagi berapa mereka jatuh namun pada saat yang sama mereka juga bangkit kembali.


Keempat tangan Garfield terpotong, Hime melemparkan tombaknya mendorong tubuh Garfield duduk di singgasana, di waktu yang sama Solomon memenggal kepalanya.


Mereka berbaring di lantai selagi tertawa bersama.


"Kita berhasil," ucap Hime.


"Aah, berarti ini juga perpisahan kita."


"Solomon, kau masih ingin pergi ke dunia sana?" tanya Raiku.


"Begitu, aku juga mempunyai keinginan... aku ingin pergi berpetualang untuk menjadi lebih kuat lagi, bagaimana denganmu Hime?"


"Seperti sebelumnya aku akan membuat kekaisaran menggantikan kerajaan ini kemudian aku akan memberikannya pada orang lain dan menghapus ingatanku sendiri."


"Bukannya itu?"

__ADS_1


"Tak masalah, jadi kaisar pasti melelahkan.. saat aku tahu bahwa tempat ini jadi lebih baik maka itu cukup bagiku.. aku lebih suka menjalani hidupku biasa-biasa saja."


Mereka bertiga tertawa kembali.


***


Setelah mengalahkan Raiku aku menyelimuti diriku dengan sihir penyembuhan sebelum memasang kembali topengku, agak sedikit terganggu saat Wisteria atau Yukisa menatapku terus menerus.


Aku sudah menyembuhkan luka mereka jadi semuanya baik-baik saja. Terlepas dari itu kami harus segera pergi ke tempat terakhir di mana bosnya berada, dengan arahan Wisteria yang telah mengambil ingatan dari musuhnya kami sampai di sebuah kota yang telah ditinggalkan. Di kota ini ada sebuah altar dan di sana terikat oleh rantai sosok Hime yang menunjukkan dadanya yang telanjang.


Itu pemandangan bagus bagi sebagian pria namun aku lebih fokus ke tempat yang lain.


Di atas dadanya terdapat pola lingkaran sihir yang merupakan gerbang itu berada.


Gerbangnya sendiri berbeda dari gerbang Solomon itu adalah gerbang yang akan secara otomatis memindahkan semua orang di dunia iblis ke dunia mereka sebelumnya.


Ini hanya sebuah balas dendam dari masa lalu kupikir.


Henos berada di samping Hime menunjukan bentuk dirinya sebagai iblis banteng saat kedatangan kami bertiga.

__ADS_1


Tepat saat kami bergerak sebuah sinar keluar dari pola lingkaran di dada Hime menerobos langit dan memunculkan gerbang raksasa yang jatuh tepat di belakang keduanya.


Saat gerbang itu terbuka sepenuhnya maka semua orang akan langsung berpindah tempat.


__ADS_2