
Dentuman dari ledakan terdengar semakin jelas saat tubuh Harty terlempar ke sana ke mari lalu menghantam bangunan dengan kerusakan yang luar biasa.
Dia mengepalkan tangannya lalu membuka mulutnya untuk menembakan nafas api dari sana yang secara kasar menyelimuti tubuh Nightmare dalam kobaran api besar. Nafas Harty mulai tersengal-sengal dan ia sedikit membungkukkan tubuhnya untuk menjaga tubuhnya tetap seimbang.
Di sisi lain api yang membungkus Nightmare kini mulai menghilang, sama seperti sebelumnya dia hanya berdiri tanpa luka.
"Bagaimana bisa?"
"Aku merasakan kasihan padamu, kau terus menjaga para naga tetap berada dibatas mereka agar tidak mencampuri manusia di permukaan, bukannya lebih baik jika kita biarkan mereka mati saja dengan itu kau tidak perlu khawatir lagi."
"Jangan konyol, meski mereka menyebalkan mereka tetap keluargaku yang harus kulindungi."
Taring menyeruak dari mulut yang menyobek ke samping sementara Nightmare menyinggungkan senyuman seperti biasanya saat Harty menyerang ke depan.
Dia mengayunkan cakarnya dan ketika musuhnya menghindarinya, puluhan rumah telah rusak parah. Harty menekuk lututnya kemudian melompat selagi terus menerus menyerang.
"Haha lebih kuat lagi, ratu naga memang hebat."
Di udara Nightmare memberikan tendangan yang mana membuat Harty menukik menembus satu bangunan dengan ledakan, tak berhenti di sana dia menggunakan sihir kegelapan dan melemparkannya ke bangunan itu sehingga lubang hitam tercipta dan menghisap apapun yang di dekatnya.
__ADS_1
Harty telah muncul di belakang Nightmare dia menendangnya hingga gilirannya yang menukik jatuh menghancurkan beberapa rumah sebelum bangkit kembali. Melawan Nightmare adalah sesuatu yang sia-sia nyawanya masih 999 dan sejauh ini tidak berkurang sedikitpun.
Harty mengusap darah yang mengalir dari pelipisnya, dia sudah kehilangan seluruh tenaganya dan juga melihat bagaimana Clarisa terbaring tak berdaya sekarang yang ingin dia lakukan adalah mundur menarik Clarisa menjauh, dia tidak bisa melakukan apapun terhadap rakyatnya yang telah terjebak di alam mimpi buruk.
Itu adalah pilihan yang terbaik.
Ketika dia memikirkannya sebuah pedang telah menembusnya dari depan dan melihat Nightmare tersenyum ke arahnya.
"Aku tidak bisa membiarkanmu mundur, lebih baik kau beristirahat di sini sementara waktu."
"Sejak kapan."
"Pertarungan tadi cukup menyenangkan tapi sekarang yang harus kulawan mereka, selamat tinggal."
Nightmare menghilangkan pedang di tangannya lalu berjalan dengan langkah pelan meninggalkan Harty yang kehilangan kesadarannya. Dia berjalan ke arah sebuah makan yang di atasnya terdapat sebuah patung naga.
Dia menghancurkannya kemudian memunculkan para tengkorak untuk menggalinya dan menarik sebuah peti ke hadapannya.
Di sana dia melihat sosok wanita berambut putih yang tertidur dengan mempesona, tangannya terlipat di dada meski sudah lama tubuhnya tidak rusak ataupun berbau busuk.
__ADS_1
"Jadi ini tubuh Azure, sekarang berikan gerbangmu."
Nightmare meletakan tangannya di dadanya dan seketika sebuah sinar keemasan muncul dan akhirnya lenyap hanya dalam beberapa detik saja.
Membiarkan tubuh Azure begitu saja Nightmare mengarahkan tangannya dan seketika sebuah gerbang raksasa muncul di depannya.
Gerbang itu adalah gerbang yang tertuju ke alam dewi, dengan ini pembalasan Nightmare telah dimulai.
"Pada akhirnya semuanya akan selesai di sini."
Tepat saat dia melangkah, Harty memegangi kakinya.
"Kau keras kepala sekali, menyerahlah tubuhmu sudah mencapai batasnya."
"Sebenarnya apa yang kau inginkan dari semua ini."
"Akan kuhancurkan semuanya."
Nightmare berjalan masuk ke dalam gerbang tersebut dan menghilang seutuhnya.
__ADS_1