Terpanggil Ke Dunia Lain Oleh Dewi Jahat

Terpanggil Ke Dunia Lain Oleh Dewi Jahat
Chapter 441 : Pasukan Dari Kerajaan


__ADS_3

Aku melompat dari pohon ke pohon lainnya saat sebuah pisau terbang melesat ke arahku, aku menangkapnya dengan tanganku sebelum mengenai mataku.


"Teknik Assassin kah."


Aku mendaratkan kakiku dan dari balik pohon sekitar sepuluh orang mengepungku dengan pakaian serba hitam dengan penutup kain di wajah mereka. Aku menarik satu pedangku saat mereka bergantian menyerangku dengan teknik mereka.


Dari keseluruhan gerakannya, aku merasa sedang melawan ninja, mereka menggunakan pisau lempar serta serangan langsung yang menunjukan mereka memang terlatih untuk membunuh.


Tapi hanya sebatas itu sampai mereka berhasil ditumbangkan olehku, kurasa masih ada satu lagi.


Seorang lagi melompat di atasku dan aku mencekik lehernya hingga dia meronta-ronta.


"To-tolong ja-jangan bunuh aku."


"Kau seorang wanita."


Aku merobek pakaiannya dan dua tonjolan itu tampak jelas sekarang. Ia seorang wanita di umur awal 20-an dengan rambut abu metalik.


"Dasar brengsek, kau memeriksa identitasku dengan cara sampah."


"Maaf untuk itu aku hanya penasaran, karena malam tadi aku mengalami hal aneh."


"Aku tidak ingin tahu apa itu."


Mereka semua duduk berseiza termasuk perempuan yang barusan berbicara.


Aku duduk di atas batu yang ada di depan mereka dengan santai.


"Jadi kenapa kalian mengikuti kami, apa kalian adalah bawahan pahlawan itu."


"Bodoh, kami adalah kesatria yang menjaga kerajaan ini."

__ADS_1


"Kesatria?"


"Kami bersumpah untuk memberi kesetiaan kami pada tuan putri, saat beliau pergi dari istana kami selalu mencari tahu keberadaannya dan tanpa terduga kami menemukannya di sini."


"Apa kalian benar-benar kesatria, kalian bahkan mencoba bersembunyi darinya serta teknik kalian lebih pantas digunakan pembunuh."


"Mau bagaimana lagi, kami juga sedang dikejar oleh pahlawan itu sebagai penghianat kerajaan, dengan mempelajari teknik ini kami bisa lebih besar bertahan hidup."


"Dengan kata lain keberadaan kalian telah membuatnya dalam bahaya."


"Apa maksudmu?"


"Aku merasakan keberadaan yang lain di dekat mereka."


"Mustahil."


Mereka mencoba untuk mengawasi saja namun itu malah berbalik sekarang.


Semua orang-orang berpakaian hitam berlutut ke arah Varlia.


"Bukannya kalian, Veronica juga."


"Maaf kami datang terlambat tuan putri... saat Anda meninggalkan istana kami juga memutuskan pergi dan mencari anda."


"Lalu bagaimana dengan keadaan ayahku?"


"Beliau telah wafat."


Perkataan itu membuat Varlia menundukkan kepalanya, dia tampak mengepalkan tangannya namun tidak ada air mata di wajahnya seolah dia sudah merasakan hal itu akan terjadi.


"Ayahku jatuh sakit saat pahlawan itu tiba, aku sudah tahu dialah orang yang melakukannya."

__ADS_1


"Tuan putri."


"Ini juga salah ayahku yang menentang dewi dan memanggil pahlawan melalui ritual, aku akan mengembalikan semuanya dengan tanganku sendiri."


"Izinkan kami membantu, tolong perintah Anda?"


"Aku ingin pergi ke lima titik serangan pasukan raja iblis, bisakah kalian pergi ke tempat rahasia sampai kami selesai, saat itu kita akan menyerang ibukota."


"Jika itu perintah Anda kami menerimanya namun saya sedikit merasa cemas jika anda bersama pria ini, dia baru saja melecehkan saya."


"Dia pria kurasa sulit untuk menahan diri."


Wanita bernama Veronica mencengkeram kerahku.


"Apa yang telah kau lakukan pada tuan putri."


"Aku tidak melakukan apapun."


"Semenjak dia berurusan dengan pahlawan tuan putri sudah bilang tidak akan tertarik dengan pria manapun dia bahkan hanya akan menikahiku nanti."


"Maaf?"


Aku maupun para pria di belakangnya juga menunjukkan wajah bermasalah.


"Akan kupotong aset berhargamu."


"Hentikan, dasar wanita sableng."


"Kemarilah."


Aku dikejar-kejar wanita gila.

__ADS_1


__ADS_2