
Aku memasuki pintu yang muncul di pohon Yggdrasil dan melihat bagaimana aku berdiri di sebuah ruangan putih tanpa apapun kecuali seorang yang berdiri di depanku dengan penampilan serba putih, bahkan rambutnya juga memiliki rambut putih yang berkilau.
Dari area yang serba putih berubah menjadi area padang rumput yang indentik dengan warna hijau serta langit biru, semuanya memang berubah kecuali penampilan pemuda di depanku, yang jelas yang ada di sana adalah diriku yang lain.
"Kau sepertinya tidak terlalu terkejut denganku."
"Aku hanya berfikir apa aku harus mengalahkan diriku sendiri."
"Jika kau ingin menjadi dewa maka kau harus mengalahkanku, musuh terkuat berasal dari dirimu sendiri."
"Kalau begitu aku tidak akan ragu."
"Itulah yang kuinginkan."
Aku membuang topengku lalu melesat maju, diriku yang lain menggunakan dua pedang yang sama-sama memiliki inti naga, pohon ini menduplikat diriku secara menyeluruh, karakter, kekuatan dan juga bagaimana dia bereaksi semuanya sangatlah mirip.
"Apa hanya itu kemampuanmu, aku bahkan terus jadi lebih kuat darimu."
Atas provokasinya, aku menyelimuti pedangku dengan sihir air dan lalu menebaskan bilah padanya. Dia juga melakukan hal sama hingga kedua serangan itu saling bertubrukan kemudian kami sama-sama berlari ke depan.
__ADS_1
Pedang yang saling berbenturan menciptakan dentingan keras yang disusul dengan kilatan cahaya, kedua mataku berubah menjadi pola bintang dan begitu juga diriku yang lain.
Kami bertarung dengan petir yang menyelimuti diri kami.
DOAR.... BHUAAR.
Material tanah melesat ke udara bersamaku yang menggunakannya sebagai pijakan, diriku yang lain melompat untuk memberikan gerakan tusukan yang mana kublokir ke samping lalu membalas dengan ayunan kembali yang mampu ditahannya sebelum kami melompat menjaga jarak dan kembali menyerang kembali.
Aku merasa bahwa kami telah bertarung lebih dari setengah hari, tubuhku gemetaran dan pandanganku mulai kabur, di sisi lain diriku yang lain hanya berdiri tanpa menghilangkan ketenangannya.
Aku jelas harus mengalahkannya secepat mungkin. Aku mengirimkan sihir ke bilah pedangku lalu menyerangnya dengan apa yang kupunya dia juga melakukan hal sama hingga kami kembali bertarung dengan waktu yang lama.
"Fire Bolt."
"Fire Bolt."
"Wind Blade."
"Wind Blade."
__ADS_1
Apapun yang kugunakan dia akan senang menirunya.
Apa ada sesuatu yang bisa kulakukan untuk melawannya, hal itu masih kupikirkan.
***
Nightmare yang telah masuk ke alam dewi segera di kepung dari segala arah, tak hanya para dewi para dewa turut mengepungnya dari segala arah.
"Menyerahlah, kau tidak akan bisa menghadapi kami."
"Apa menurutmu begitu."
Nightmare memunculkan ribuan tengkorak yang mana menyerang mereka semestinya, setiap bangunan hancur dan menyisakan bencana.
Seberapa banyak tengkorak yang mereka habisi jumlahnya akan terus bermunculan, Nightmare mengarahkan tangannya dan sekitar 10 dewa dewi terhempas begitu mudahnya, dia memunculkan tengkorak di belakangnya yang telah memiliki daging yang mana sekali lagi dia menghisap kekuatan mereka hingga perlahan tubuhnya kembali berubah.
Daging itu mulai tertutup dengan kulit dan dari kepalanya rambut pirang panjang tercipta dengan indah, tengkorak itu mulai memiliki wujudnya yang sempurna yaitu seorang wanita cantik, kakinya mulai muncul dan kini dia tidak lebih seperti seorang titan raksasa, matanya tertutup dan seluruh tubuhnya kini terselimuti gaun panjang, sementara tangannya menyatu seperti seorang yang sedang berdoa.
"Bukannya itu."
__ADS_1
Sebelum musuh Nightmare mengetahuinya mereka semua telah mati.