Terpanggil Ke Dunia Lain Oleh Dewi Jahat

Terpanggil Ke Dunia Lain Oleh Dewi Jahat
Chapter 75 : Waktu Istirahat


__ADS_3

Pertandingan bela diri dibuka dengan tarian dari para gadis penari yang mengenakan gaun panjang berwarna merah dengan hiasan bunga.


Kembang api ditembakan ke udara bersamaan pembawa acara yang siap menyambut para kontestan.


Ini masih babak penyisihan karenanya jumlah yang ikut serta dalam pertandingan ini terkesan sangat banyak.


Nibela menjadi kontestan paling disukai banyak orang, walau tubuhnya kecil dia telah berhasil mengalahkan dua pria besar dengan mudahnya.


Harty dan Valentine menyusul di belakang, dan aku baru akan naik ke atas panggung yang disediakan untuk pertandinganku yang pertama.


Di atas sini aku bisa melihat semua anggotaku menonton termasuk Rion yang sedang asyik memakan ikan panggang di sana.


Dia berkata ke arahku.


"Lion sayang, pria di depanmu terlihat lemah jadi cepatlah menang dan belikan aku ikan lagi."


Aku mendengar pembicaraan orang-orang dari kubu pria jomblo.


"Mereka pengantin."


"Mungkin hanya dompet berjalan."


Dia terlalu banyak menarik perhatian terutama yang bagian lemahnya, pria di depanku jelas terlihat sangat kuat.


Dia memiliki tubuh atletis seperti otot baja,.urat kawat besi.


"Aku akan menghancurkan kepalamu."


Terima kasih pada dewi jahat ini yang membuatnya marah.


Wasit meniup peluit dan kami bersiap berduel.


"Kau tidak berniat membunuhku kan, aku ini hanya orang lemah."


"Orang sepertimu membuatku kesal, aku bahkan tidak memiliki satu pun cewek yang mendukungku tapi kau malah memiliki empat bahkan penoton perempuan juga dan apa-apa dengan elf berdada besar itu bukannya dia terlalu bagus untukmu."


Aku tidak bisa mengatakan apapun.

__ADS_1


Aku sudah tidak mengenakan topeng lagi dan kini hanya dengan wajahku telah membuat keributan sebanyak ini.


"Cepatlah kalah, biarkan tuan Lion menang."


"Benar sekali, turun, turun.. aku ada janji kencan dengannya."


Beberapa perempuan juga menuliskan sesuatu aneh di spanduk di tangan mereka seperti menikahlah denganku atau sekedar berjuanglah.


Aku sama sekali tidak mengenal mereka, di sisi lain musuhku mulai terbakar api kecemburuan lalu melesat ke arahku selagi mengirim pukulannya.


Aku hanya melompat ke samping hingga dia keluar dari arena.


"Pemenangnya Lion."


Aku mengangkat tanganku layaknya seorang pemenangnya, sementara musuhku bonyok di gebukin penonton perempuan di bawah.


"Kau berani menyerang tuan Lion cepat hajar."


"Hajar."


Aku bisa melihat pakaian musuhku di cabik-cabik bagaikan hewan liar sebelum dia berlari memanggil mamanya.


Wasit berbisik ke arahku.


"Apa ini akan baik-baik saja?"


"Kupikir aku akan mengundurkan diri saja."


Wasit mengangguk mengerti.


"Sungguh disayangkan, Lion sepertinya tidak akan bisa melanjutkan lagi pertandingan ini, dia katanya ada urusan dan harus pergi sekarang."


"Kenapa begitu?"


Aku turun dari panggung dan bergegas berlari.


Setelah mengganti pakaianku, aku menutup wajahku dengan topeng yang sebelumnya pernah kupakai lalu berkumpul dengan anggota partyku kembali.

__ADS_1


Harty menunjukkan jempolnya ke arahku.


"Kerja bagus."


Aku menarik pipinya.


"Awawa."


"Aku hanya bisa bergantung pada kalian jadi menangkan ini."


"Aku akan berjuang."


Setelah babak penyisihan telah dilakukan aku dan Rion mulai berjalan-jalan ke warung di sini, ada sekitar 20 menit untuk beristirahat jadi tak ada salahnya berkeliling sebentar.


Untuk anggota partyku mereka dikumpulkan dengan peserta lainnya untuk membahas ronde berikutnya.


Ada banyak orang yang terus melirik ke arah Rion jadi aku sedikit mendekatkannya padaku dengan merangkul pinggangnya yang ramping.


Kami saling berbisik.


"Ah Lion, itu terlalu agresif."


"Banyak orang yang memperhatikanmu, maukah kau menjadi pedang lagi."


"Tidak mau, aku tidak mau melewatkan semua makanan di sini. Tolong satu porsi."


Yang dibeli Rion adalah satu Crepe.


"Baik, satu Crepe untuk nona muda ini."


"Terima kasih, hmmm enak sekali... Lion coba ini."


Aku melakukan apa yang dimintanya setelah sedikit menunjukkan wajahku.


"Sekarang warung di sana juga. Ayo."


Ini jelas sebuah kencan.

__ADS_1


__ADS_2