Terpanggil Ke Dunia Lain Oleh Dewi Jahat

Terpanggil Ke Dunia Lain Oleh Dewi Jahat
Chapter 466 : Perjalanan Ke Ibukota


__ADS_3

"Buka mulutku Lion... aaaaa."


Sementara Amnesty duduk di pangkuanku selagi menyuapi bola coklat di tangannya, aku hanya menghela nafas panjang. Aku tahu bahwa dewi ini sedang mencoba merayuku atau sebagainya. Saat anggota partyku muncul godaan berat akhirnya menghilang juga mereka tampak lusuh serta berpakaian kotor meski demikian semuanya baik-baik saja.


"Kami sangat lelah."


"Kalian sudah berkerja keras bagaimana pertarungannya?" tanyaku dan Varlia yang menjawabnya.


"Awalnya itu pertarungan yang mudah namun saat gelombang dua maju mereka langsung bertambah kuat, kami cukup kewalahan namun kami memutuskan untuk maju dan hanya mengincar pemimpinnya, saat pemimpinnya dikalahkan seluruh pasukannya itu langsung menghilang."


Secara garis besar aku mengerti yang terjadi saat pertarungan mereka.


Sepertinya jenderal tengkorak pengguna sihir necromancer.


"Untuk sekarang kalian pesan saja apapun yang kalian mau."


"Dengan senang hati."


Nama tempat ini memang kafe kucing tapi bukan berarti banyak kucing yang berkeliaran ke sana kemari, tempat ini hanya menyajikan pelayannya yang berpenampilan seperti itu


Karena makanan mereka enak ini menjadi tempat populer belakangan ini, meskipun hampir semua pria memiliki tujuan berbeda dari pelanggan wanita.

__ADS_1


Estelle berdiri di bawah cahaya bulan ketika aku mendekatinya dia mengusap air mata di wajahnya.


"Kau baik-baik saja?"


"Bukan apa-apa, hanya saja aku berfikir sekarang aku sudah menjadi lebih kuat."


"Tentu saja, kau sangat kuat... selama perjalanan ini Estelle telah banyak menyelamatkan orang-orang di berbagai tempat, memang sungguh disayangkan bahwa tempat tinggalmu telah hilang, namun demikian Estelle telah membuat banyak orang tidak bernasib sepertimu.. ayah dan ibumu pasti bangga."


"Lion."


Dia berlari lalu memelukku dengan erat.


"Kuharap kau tidak kembali ke duniamu tapi aku yakin kau memiliki sesuatu yang harus dilakukan."


"Sebentar lagi."


Aku hanya menepuk punggung Estelle dengan pelan berusaha menenangkannya. Hal yang dia sesali waktu dulu adalah dia tidak bisa melakukan apapun saat rumahnya diserang pasukan raja iblis. Itu wajar mengingat saat itu dia hanya gadis kecil biasa. Tapi sekarang ia telah melakukan hal yang tidak bisa dia lakukan dulu.


Setelah mempersiapkan berbagai kebutuhan ke dalam kereta, kami akhirnya berangkat untuk melanjutkan perjalanan kembali.


Aku berpapasan dengan kelompok Alexander yang pergi bersama dua rekannya Yui dan Helen.

__ADS_1


"Jaga diri kalian."


"Kalian juga "


Seluruh kota telah terselamatkan yang menunggu untuk diselesaikan hanyalah melawan naga Pride serta raja iblis itu sendiri, sebelum itu kami akan pergi ke ibukota.


Varlia membawa kereta sebagai kusir sementara Estelle duduk di sampingnya menemani, untukku sendiri duduk di paling belakang selagi menatap kota yang kini terlihat semakin menjauh.


Sebelumnya ibukota telah hancur karena pertarunganku melawan pahlawan, karena itu aku sudah tidak mengharapkan apapun lagi di sana. Kota itu jelas masih dalam tahap pembangunan.


Mamia dan Hualing sedang mencoba bermain batu kertas gunting di mana yang kalah mendapat sentilan di keningnya, diam-diam aku menghitung bahwa Mamia kalah lebih banyak dari lawannya.


Yah, semoga beruntung untuk itu.


Angin dingin semerbak berhembus melewati permukaan padang rumput yang landai membuat kelopak bunga bercampur dedaunan terlempar ke udara.


Itu pemandangan yang bagus yang bisa dilihat dengan mataku.


"Lion, apa kau baik-baik saja di belakang sana? Jika mau kita bisa bertukar posisi," suara itu berasal dari Varlia namun aku menolak tawarannya.


"Jangan khawatir aku hanya ingin melihat semua tempat yang kita lewati sekarang."

__ADS_1


"Baiklah, perjalanan ini cukup lama jadi semua orang bisa bersantai sepanjang perjalanan."


Aku bisa saja kembali ke ibukota dengan cepat meski begitu aku lebih menghindarinya lagipula mereka pasti akan tahu bahwa aku yang telah mengalahkan pahlawan tersebut meskipun aku merasa mereka sudah mengetahuinya sejak awal.


__ADS_2