
Kami dikumpulkan dalam beberapa baris saja, orang yang bertugas memeriksa mulai menyuruh satu persatu orang untuk membuka helmnya dan saat giliranku tiba Kanade maupun Thomas berlari menerjang jendela kemudian menghancurkannya sebelum melompat jatuh ke bawah.
"Jangan biarkan mereka lolos."
Aku mengeluarkan dua pedang milikku dari sihir penyimpananku yang merupakan perwujudan dari dua dewi. Menebas mereka hingga yang tersisa hanyalah seorang pemimpinnya yang merupakan pria tua.
Pria tua menarik pedangnya dari sihir
penyimpanan lalu meluncur ke arahku, pakaian astronot ini cukup mengganggu jadi aku merobeknya begitu saja.
Dentrang... Dentrang.
Dia mengayunkan pedangnya selagi melangkah ke depan sementara aku menepis selagi mundur.
Kilatan cahaya tercipta namun bagiku kekuatannya tidak terlalu besar, aku berada di belakangnya saat berhasil menebasnya lalu melompat ke jendela yang sebelumnya dihancurkan.
Aku menekan tombol peledak dan bersamaan itu ledakan terjadi dari dalam bangunan sebelum menyemburkan darah ke sekelilingku lalu menenggelamkan kota dalam cairan merah kehitaman.
Aku menggunakan Teleportasi Gate untuk muncul di sebelah Thomas dan Kanade yang telah berada di bukit tinggi.
__ADS_1
"Satu mesin telah dihancurkan mari bergegas ke mesin ke dua."
Karena masih ada waktu kami melakukan apa yang dikatakan Thomas, di kota mesin kedua kami melakukan hal sama yang membedakan hanyalah kami bertarung secara terang-terangan.
Matahari telah tenggelam lebih dari satu jam, dan pertarungan telah mencapai akhirnya.
Thomas menendang satu pemimpinnya yang merupakan pawang hujan di tempat ini hingga dia masuk ke dalam kumpulan darah.
Seperti sebelumnya bangunan itu meledak tepat saat kami keluar dan masuk ke dalam Teleportasi Gate untuk berpindah tempat ke dalam gua, namun bukan pemandangan seperti yang kami harapkan melainkan seluruh pasukan telah dibantai oleh empat Undead dengan pakaian zirah besi.
"Kalian larilah."
Salah satunya mencengkeram leher Ginny kemudian menusukan pedang besar di tubuhnya sebelum meleparkannya ke arah kami.
"Sial, mereka menyerang kita saat kita menyerang mereka," ucap Kanade sementara aku memberikan tubuh Ginny padanya.
"Pergilah akan kuatasi mereka berempat."
"Berhati-hatilah."
__ADS_1
Aku menciptakan Teleportasi Gate untuk memindahkan mereka ke tempat lain, untukku sendiri aku memegang ke dua pedang milikku lalu mengirimkan tebasan angin, tebasan itu ditahan oleh para Undead membuatnya meledak di sisi lain.
Rion berkata dengan nada lemas.
"Mereka jelas bukan Undead biasa, aku yakin kekuatan mereka 10 kali lipat dari seharusnya."
Sepuluh kali lipat... itu lebih dari cukup untuk membunuh ribuan orang hanya dengan satu orang.
Undead itu menyelimuti pedang besar mereka dengan sihir kegelapan lalu meluncurkannya ke arahku dengan bentuk bulan sabit.
Aku menangkisnya ke samping dan yang terakhir kuayunkan dua pedang ke depan untuk membelahnya jadi dua bagian.
Aira memperingatiku.
"Di atas."
Satu Undead telah muncul di sana dengan sihir teleportasi, tidak hanya memiliki kekuatan mereka jelas bisa menggunakan sihir serta memiliki kerja sama yang hebat.
Saat undead yang muncul dari atasku hanya mengenai tanah, ketiga yang lain telah mempersempit jarak denganku.
__ADS_1
Mereka secara bersamaan mengirim serangan dengan gaya tusukan, ketika itu hampir mengenaiku aku menghilang dan ketiga pedang itu saling menusuk di antara mereka sendiri.
Tidak ada darah maupun rasa sakit sehingga mereka lebih pantas disebut sebuah boneka.