Terpanggil Ke Dunia Lain Oleh Dewi Jahat

Terpanggil Ke Dunia Lain Oleh Dewi Jahat
Chapter 240 : Hilang Kendali


__ADS_3

Tepat saat aku bangkit Solomon telah berada di depanku, dia meninju wajahku membuatku terlempar menembus beberapa rumah sebelum akhirnya sejajar dengan tanah.


Solomon bergerak dari balik debu dengan santainya, saat ia mengangkat tangannya pedang miliknya terbang ke genggamannya.


"Kekuatan series dari kutukan dosa mematikan tidak akan berpengaruh padaku, aku memiliki banyak kekuatan bahkan jika kau menghilangkan sihirku. Aku masih bisa menggunakan sihir yang lain."


Karena kekuatan ini, Rion juga hanya bisa memasukkan Solomon ke dalam ruang hampa bagaimana jika aku melakukan hal sama.


Aku mengarahkan tanganku untuk menciptakan lubang di bawah kakinya sebelum itu bisa menariknya, lubang itu hancur.


"Sebelumnya aku lengah, tapi sekarang bahkan ruang hampa tidak bisa menghentikanku," katanya.


Aku memutuskan untuk menyerangnya sekali lagi, beberapa kali muncul di dekatnya aku menebaskan pedangku secara bergantian.


Dari kiri, ke kanan kemudian berputar ke atas.


"Percuma."


Aku muncul di belakangnya lalu menggunakan dua pedangku untuk memotong tubuhnya, sebelum bergerak gravitasi menarikku ke bawah.


Kugunakan skill dosa memastikan untuk menghancurkan satu sihirnya namun pedang yang berada di tangan Solomon menebasku.


Membuatku memuntahkan darah sebelum dia menendangku menyisir tanah, orang ini melebihi kekuatan dewa. Sebenarnya kekuatan apa itu? Status kekuatan, kecepatan, energi mana semuanya berlevel tinggi.


Aku menggunakan Magic Tree sebagai serangan lanjutan, tangan terbuat dari tumbuhan bersiap meremukkannya, dengan sekali tebasan itu hancur berkeping-keping.


Kugunakan rentetan sihir dari seluruh sihir yang bisa kugunakan dan itu menghujani Solomon tanpa jeda.


Asap debu menyelimutinya namun hanya sekelilingnya saja yang hancur.


"Kau memang kuat, tapi tidak lebih kuat dariku, kau tidak akan..."


Sebelum Solomon menyelesaikan perkataannya aku telah muncul di sampingnya dengan pedang terjulur padanya.

__ADS_1


Dia yang terkejut segera menjaga jarak.


"Apa-apaan kau?"


Solomon adalah orang yang menciptakan ramuan untuk merubah seseorang menjadi titan, dan Lu Shang mengambil penemuannya yang digunakan oleh Ranger.


Meski aku merubah diriku jadi Titan aku jelas tidak mungkin mengalahkannya sebaliknya jika aku juga juga bermain aman, itu percuma. Satu hal yang bisa kulakukan adalah menggunakan apapun yang kumiliki.


Aura gelap segera menyelimutiku dan aku melesat maju, aku tertawa dengan perasaan haus darah.


Meski aku berusaha menghentikannya tubuhku tidak bisa berhenti menebas apapun yang menghalangi termasuk Solomon sendiri, dia melindungi dirinya dengan pedang sementara seluruh area di sekelilingnya hancur berserakan.


"Kau apa-apaan itu?"


Nightmare yang memperhatikan dari atas salah satu bangunan berkata.


"Ara, kau lepas kendali... inilah kekuatan dosa mematikan sesungguhnya, kekuatan untuk menghancurkan."


Telingaku mulai berubah menjadi seperti elf.


"Jangan bercanda, bocah ini tak akan bisa membunuhku."


"Menurutmu begitu, kurasa kau akan mengetahuinya sekarang."


Aku menebaskan bilah hitam ke arah Nightmare yang datang untuk menonton, dia dengan mudah menangkisnya dengan tangan kosong.


Kedua matanya juga berubah menjadi gelap gulita.


"Sebagai pengguna dosa mematikan yang sama, aku sangat menantikan pertarungan kita... namun sayangnya aku harus menyelesaikan urusanku lainnya, sampai jumpa."


Dia menghilang seperti angin menyisakan Solomon yang terus berusaha mencari kelemahanku, tiba-tiba saja tubuhku rasanya terbakar seorang perasaan marah, tamak, nafsu, iri, rakus, sombong dan juga malas menggerogoti tubuhku.


Melihatku yang tidak stabil Solomon menyinggungkan senyuman percaya diri lalu melesat dengan pedangnya.

__ADS_1


"Harusnya benua iblis sudah hancur sejak lama, karenamu kini titan dan manusia memiliki kedamaian mereka sendiri... seharusnya mereka dimusnahkan saja."


Aku menahan pedangnya selagi tertawa.


"Haha alasan kau kalah adalah lemah, raja iblis jangan membuatku tertawa, kau tidak akan bisa merubah apapun, iblis hanya akan berada di bawah dan mereka akan selalu diinjak-injak setiap harinya oleh ras lain."


Kami kembali membenturkan pedangku kembali.


Itu bukan sesuatu yang ingin kukatakan tapi aku sudah tidak bisa mengontrol diriku, yang kutahu hanyalah semuanya menjadi gelap gulita.


Solomon sekali lagi mengayunkan pedangnya dan kemudian senjatanya hancur berkeping-keping, dia hendak meminum sebuah ramuan namun aku berhasil menebasnya hingga botol itu pecah bersama jari-jarinya yang terpotong.


"Matilah."


Saat pendangku menebas dari atas dua orang datang untuk menolongnya, mereka adalah Evila dan Kuno.


"Kalian berdua."


"Urusan kita di sini sudah selesai, kita harus pergi."


"Kalian tidak akan pergi kemanapun."


"Kuno?" teriak Evila.


Dan orang yang dimaksud mengeluarkan sebuah batu perpindahan yang mana membuat ketiganya menghilang.


"Di pertarungan berikutnya aku pasti akan membunuhmu," ucap Solomon.


Aira dan Rion kembali ke wujudnya lalu menghentikanku selagi memelukku tanganku.


"Sudah Lion, semuanya sudah selesai."


"Benar... kau tidak perlu sejauh itu."

__ADS_1


Saat aku sadari aku hanya terduduk dengan lemas.


__ADS_2