
"Hey Saratobi bagaimana orang ini bisa menjadi raksasa."
"Aku tidak tahu, lebih dari itu dia manusia.... dia tidak memiliki tanduk dan aura iblis yang keluar darinya sangatlah tipis."
"Mustahil ada manusia yang datang ke dunia bawah."
Aku kembali ke dalam wujudku selagi mengacungkan pedang ke arah keduanya.
"Bersiaplah tinggal kalian berdua."
"Pokoknya kita harus membunuhnya sekarang, mari maju Makao."
"Aah."
Keduanya melesat maju, dibanding Makao aku lebih mewaspadai sosok mumi tersebut, dia sepertinya punya teknik menumbuhkan pedang dari tubuhnya.
Kami berdua saling menubrukan pedang, sementara Makao mencari celah saat aku menebas. Aku memukul mundur Saratobi lalu mengalihkan bilahku pada leher Makao.
Sebelum memenggal kepalanya, Saratobi telah menahannya dengan pedang miliknya, dari tubuhnya puluhan pedang lain berusaha menusukku. Aku melompat menjaga jarak.
Aku mencari keberadaan Makao dan ia telah membuka mulutnya untuk menyemburkan laser dari sana.
Aku mengarahkan tanganku menciptakan sihir suci sebagai pelindung. Ketika dia hendak menembakan untuk ke dua kalinya aku menjerat lehernya dengan akar tanaman yang keluar dari pijakan kakinya lalu menyeretnya masuk ke dalam tanah.
"Aaaaahh... apa ini?"
Saratobi telah berada di atasku, aku hendak akan menahan tebasannya akan tetapi dia malah melukai tangannya mencipratkan darah ke atas tubuhku.
__ADS_1
Saat aku ingin menebasnya dia menjaga jarak lalu tertawa.
"Kena kau?"
"Apa yang..."
Sebelum aku bertanya darah yang mengenaiku berubah jadi pedang yang mana masing-masing menusuk tubuhku kedalam.
Tekniknya merubah darah menjadi pedang.
Tanah di sekitarku bergetar hebat, aku yang terluka membuat diriku melompat saat sosok mulut raksasa siap menerkamku dari bawah.
Tidak salah lagi bahwa dia adalah Makao dengan wujud iblis sempurna, di mana bagian mulutnya merobek ke telinga dan ada mulut yang lain di perutnya.
"Cih, sedikit lagi..." kata Makao mendecapkan lidahnya, mulut dari perutnya memuntahkan material tanah dan juga ada beberapa tulang kepala yang keluar dari sana.
"Dengan luka tersebut hanya menunggu waktu sampai dia mati."
Saratobi berjalan mendekat ke arah Makao setelah berkata demikian.
"Kita habisi dia, aku belum pernah merasakan daging manusia."
"Tidak ada waktu, para iblis titan sudah dekat ...mari mundur, biarkan mereka menghabisinya."
"Aku mengerti."
Keduanya naik kembali ke tembok bertepatan saat seluruh ratusan iblis titan telah mengepungku dari segala arah.
__ADS_1
Salah satunya menaikkan kakinya kemudian menginjakku tanpa ampun hingga material tanah berhamburan ke segala arah, sedetik saat itu terjadi, aku telah menggunakan sihir teleportasi.
Setelah menarik pedang dari tubuhku aku bersandar pada pohon selagi melihat para iblis titan yang sedang berusaha merobohkan tembok, hanya dalam sekejap mereka telah berhasil masuk kemudian berjalan ke arah kekaisaran.
Aku perlu waktu untuk memulihkan tubuhku sampai saat itu aku tidak bisa bergerak dari sini, Saratobi memiliki kemampuan yang unik karena itulah dia iblis yang sangat berbahaya.
Saat matahari tenggelam tubuhku telah pulih kembali, aku belum sempat menggunakan skill dosa mematikan karena itulah dipertarungan selanjutnya aku akan mengalahkan keduanya.
Aku menggunakan Teleportasi Gate untuk kembali ke kediaman Wisteria, di dalam kamarku yang gelap sosok Wisteria telah berada di sana.
Dia melihat wajahku yang menggunakan topeng.
"Siapa kau?"
"Aku Lion."
"Kau rupanya, kau meninggalkanku saat festival tadi pagi dan sekarang kau mau pergi lagi.... hey jawab aku."
Aku menarik satu pedang yang kusembunyikan di dalam lemari dan memasangnya di pinggangku sebelum menjawab pertanyaan Wisteria.
"Sudah tidak ada waktu lagi, ratusan iblis titan akan datang kemari sebentar lagi... saat mereka datang kalian semua akan binasa."
"Kau pasti bercanda?"
Aku melepas topengku untuk menunjukkan keseriusanku hingga dia tersipu malu.
"Lion wajahmu, aku akan melaporkannya."
__ADS_1
Syukurlah dia cepat mengerti.