
Orang-orang mulai berkumpul untuk menyaksikan kompetisi memasak, bersamaan rentetan suara terompet aku, Rion dan Aira telah menantang sir Antonio dalam bidang keahliannya.
Ia bersama anggota satu tim-nya tampak menyiapkan beberapa daging ayam yang terlihat sangat berisi.
"Kalau begitu pertandingan ini dimulai," teriak ratu menjadi panitia.
Aku meletakkan sebuah baskom dengan ukuran besar di depan semua penonton, sementara sir Antonio tampak merendahkanku aku berkata.
"Ayam memang bahan berkualitas baik tapi aku memiliki sesuatu yang bisa mengalahkannya dengan mudah."
Saat aku membuka penutupnya semua orang terkejut, tentu Antonio juga memiliki ekspresi sama.
"Bagaimana kau bisa mendapatkan bahan itu?"
"Hanya beruntung."
Bahan ini yang kuambil bersama Laurenta kemarin.
Yang mulia ratu mengintip untuk memastikan itu, agar dia tidak penasaran aku mengangkat bahan makanan yang dimaksud, itu adalah kepiting emas yang dikatakan sangat langka.
"Uwah... luar biasa, aku belum pernah melihatnya sejak masih kecil dulu."
Aku ragu bahwa yang mulia telah tumbuh dewasa.
"Kualitas terbaik belum tentu akan menang tergantung siapa yang memasaknya, dengan ayamku aku pasti akan merebut semua hati juri."
__ADS_1
"Aku akan melihatnya nanti."
Setelah pamer aku mulai merebus seluruh kepiting ke dalam panci dengan air yang telah mendidih, Aira dan Rion telah kuberikan tugas berbeda.
Aira bertanggung jawab dengan pembuatan saos sementara Rion bertugas dengan bahan pelengkap seperti sayuran dan juga makanan lainnya, menghidangkan kepiting saja tentu belumlah cukup, kami harus menghidangkan beberapa makanan lainnya untuk 100 orang yang akan menilai.
Semua orang terdiam saat Antonio melakukan sedikit akrobatik, dia memotong ayam itu dengan sebuah pedang dengan terampil.
"Bagaimana dengan ini," dia mendengus sombong ke arahku.
Sebagai Master Chef aku juga tidak akan kalah jadi aku menunjukan skillku dengan memotong ikan tuna berukuran 30 cm yang tidak sengaja kutangkap saat pergi mencari kepiting, aku menyimpannya sebaik mungkin dan menjaga kesegarannya secara teliti.
Aku mengambil pisau dengan ukuran pas memisahkan bagian kepala dan ekor serta membagi dua tubuhnya dengan teknik sayatan level tinggi.
Semua orang mulai memberikan komentarnya.
"Benar, aku tidak pernah melihat seseorang memotong ikan dengan sangat tipis, ia bahkan menyatukannya dengan nasi di bawahnya sementara di atasnya dengan buah-buahan."
"Tunggu, apa dia tidak memasak ikannya."
"Dia menyajikannya mentah."
Ini adalah sashimi setelah mereka mencobanya mereka akan terkejut dengan ini, karena aku membuatnya sebagai hiburan aku akan langsung memberikannya.
"Yang berani makan majulah, aku akan berikan."
__ADS_1
Orang-orang mulai berbisik satu sama lain, mereka tidak terbiasa makan daging mentah jadi ada sebuah kecemasan tersendiri bagaimana jika itu beracun atau hal sebagainya.
Tentu aku sudah membuatnya aman jadi bisa dikonsumsi tanpa perlu khawatir akan sakit.
Walau sederhana membuat makanan mentah memiliki kesulitan tersendiri seperti menganalisa apa bahannya masih segar tidak terkontaminasi bakteri ataupun parasit.
Dari semua orang Laurenta yang berani maju duluan.
"Putri?"
"Jangan khawatir, aku yakin dengan kemampuan Lion... hanya dia saja yang mungkin bisa membuat hal ini."
"Aku merasa tersanjung."
Laurenta memasukan potongan itu ke dalam mulutnya, ekpresi yang biasa-biasa saja tergantikan dengan ekpresi bahagia.
"Enak sekali, rasanya sangat menyegarkan."
Melihat ekspresi itu raja dan ratu pun mengambil jatah mereka, dan memiliki ekpresi yang sama seperti Laurenta.
"Luar biasa."
"Um.. Um.."
Jika diperhatikan raja tidak terlalu banyak bicara rupanya, beberapa penduduk mulai mengambil makanan tersisa dan semua terlihat sangat puas.
__ADS_1
Aku senang bisa melihatnya tapi aku masih harus fokus dengan apa yang aku buat untuk pertandingan ini.