Terpanggil Ke Dunia Lain Oleh Dewi Jahat

Terpanggil Ke Dunia Lain Oleh Dewi Jahat
Chapter 363 : Gadis Penginapan


__ADS_3

Rion yang sempat terganggu sebelumnya dengan kemunculan Venus, melanjutkan perjalanannya. Ia mengenakan pakaian sebelumnya lalu berjalan-jalan di sekitar orang-orang yang berkerja keras dalam pembentukan tembok.


Mavier di sana untuk mengawasi semua orang.


Menyadari Rion menghampirinya dia tersenyum layaknya seorang pria tampan.


"Ah, nona Rion sudah bangun."


"Terima kasih untuk hadiahnya termasuk pakaian ini juga."


"Itu bukan apa-apa, dibanding itu jasa nona Rion lebih besar dibandingkan siapapun aku bahkan kesulitan untuk menentukan hadiah seperti apa untukmu, kupikir hadiah sebelumnya masihlah kurang."


"Tidak, tidak, itu sudah cukup tolong jangan dipikirkan.. ngomong-ngomong apa perluasan kota sudah dimulai?"


"Aah, jika ada tembok tinggi itu akan jauh lebih mempermudah pertahanan ke depannya."


Rion tahu bahwa tembok ini ditunjukkan untuk menahan raksasa tapi dia memilih untuk tidak menceritakannya dan hanya mengawasi bagaimana orang-orang membangunnya. Beberapa menggunakan sihir untuk mempermudah pekerjaan dan beberapa lagi melakukannya secara manual.


Semua orang saling bahu-membahu untuk menyelesaikannya.


Rion berkata dengan nada malas.


"Bosan.. pulang ah."


"Eh.... Mau aku traktir minum dulu."


"Tidak usah... sampai nanti."


"Ya."


Rion melakukan apapun keinginannya, dibandingkan terikat oleh siapapun ia lebih suka menjalani hidupnya secara bebas paling tidak untuk sekarang. Setelah berkeliling dan membeli apapun yang dia suka. Rion kembali ke penginapannya di mana gadis pelayan masih duduk di tempatnya.

__ADS_1


Wajahnya sedikit pucat karena perasaan negatif yang mengelilinginya.


Rion menjatuhkan beberapa makanan di meja selagi bertanya.


"Kau baik-baik saja gadis pemilik penginapan sexy."


"Jangan memanggilku begitu."


Walau mereka saling mengenal dalam waktu singkat, karena kepribadian Rion keduanya menjadi cukup dekat seolah telah mengenal puluhan tahun.


"Hora, makanlah... sate ini cukup populer di tempat ini."


"Terima kasih."


"Jadi apa yang membebanimu sekarang?"


"Belakangan ini, tempatnya jadi sepi... aku pikir akan menutup penginapan ke depannya."


"Aku ingin membuat kafe saja."


"Itu ide bagus, mari lakukan," nada Rion dengan senang.


"Bukannya nona Rion cepat sekali berubah?"


"Jangan pikirkan itu, dalam situasi seperti ini memang tidak banyak pelancong kau tahu, dan banyak penginapan membuat persaingan terlalu ketat tapi jika itu kafe entah banyak mereka akan selalu mencobanya."


"Memang benar."


"Kalau begitu aku rasa aku akan pindah."


"Tidak, sejujurnya Rion bisa tinggal denganku selamanya."

__ADS_1


"Apa aku dilamar?"


"Tolong jangan mengatakan hal aneh, dan juga jangan bersikap genit."


Rion melanjutkan.


"Aku seorang petualang aku tidak bisa tinggal selamanya tapi kurasa jika itu hanya beberapa tahun kurasa aku bisa melakukannya."


"Benarkah."


Rion mengangguk kecil.


Selama ini gadis penginapan hanya tinggal seorang diri kedua orang tuanya sudah meninggal dan ia menolak untuk merepotkan pihak saudara. Singkatnya walau tak terlihat gadis penginapan adalah gadis yang paling kesepian yang pernah Rion jumpai.


Rion hanya berfikir untuk pergi saat dia telah memiliki banyak teman atau pasangan yang menjaganya. Itu murni hanya keinginan dari Rion sendiri.


"Pertama mari singkirkan papannya lalu mengganti namanya. Apa punya ide?" kata gadis penginapan.


"Bagaimana kafe gairah, bukan, kafe penuh nafsu atau kafe pemuas laki-laki."


"Bukannya itu terdengar bahwa tempatnya bukan kafe lagi."


"Heh.. menurutku namanya sangat cocok."


"Aku tidak akan menggunakannya, untuk sekarang aku akan menuliskan tutup saja dan menurunkan namanya... baru besok kita akan memikirkan semuanya dari awal."


Rion mengangkat tangannya selagi berkata dengan semangat.


"Hari ini aku akan bergadang dan memikirkannya dengan serius."


Namun faktanya Rion telah tidur lebih awal dengan wajah pulas serta posisi tubuh yang berantakan. Gadis penginapan yang memperhatikannya hanya menatapnya dengan pandangan bermasalah.

__ADS_1


Sudah mencuri kamarnya dia tidur sangat mengerikan pula.


__ADS_2