Terpanggil Ke Dunia Lain Oleh Dewi Jahat

Terpanggil Ke Dunia Lain Oleh Dewi Jahat
Chapter 38 : Setelahnya


__ADS_3

Dua hari berikutnya pengangkatan Huang Lien menjadi ratu tunggal digelar meriah, semua orang tampak bersenang-senang termasuk Harty dan Valentine juga.


Aku bisa melihat senyuman mereka dari jendela ini.


Sementara orang-orang merasakan kemeriahannya aku dan Rion berada di ruangan ini bersama Lena.


Rion duduk di meja selagi menyilangkan kakinya bersiap mendengar permintaan Lena yang mengejutkan.


"Aku ingin menggunakan Alkimia untuk menghidupkan orang yang sudah mati."


Rion terdiam sesaat sebelum membalas perkataannya.


"Kau ini bodoh, orang mati tidak akan bisa dihidupkan kembali... lupakanlah soal apapun tentang sihir itu atau kau akan menyesalinya, lagipula Alkimia selalu terikat dengan pertukaran setara jika kau mengambil maka ada harga yang sama yang harus kau bayar."


"Meski begitu.


"Lebih parahnya jika kau melakukannya kau tidak akan mendapatkan apapun."


Aku berjalan untuk menyela pembicaraan.


"Mungkinkah Lena?"


"Ayahku sudah meninggal yang hanya kumiliki sekarang hanyalah ibuku."


"Begitu, aku turut berdukacita untuk itu tapi menghidupkan orang mati sudah bertentangan dengan hukum dunia ini akan lebih baik menerimanya dan lanjutkan hidupmu semestinya."


Setelahnya aku hanya bisa melihat Lena meninggalkan ruangan dengan wajah kecewa, lebih baik mengatakan hal menyakitkan dibanding membohongi seseorang dan menyesal nantinya.


"Hey Lion sekarang hanya kita berdua, ayolah..


aku sudah membuka pahaku untukmu."


"Dasar dewi sableng."


"Apa katamu? Ini hal yang wajar di dunia ini... kau tahu pahlawan juga memiliki kehidupan Harem dan melakukan hal itu sebanyak yang mereka mau."


Aku rasanya ingin melempar dewi ini ke jendela sekarang.

__ADS_1


"Lihat ini Lion."


Setelah melebarkan pahanya dia memegangi dadanya sendiri selagi tersenyum nakal.


"Yos, mari lempar kau dari atas sini."


"Hentikan, dasar cowok tidak normal apa kau menyukai cowok lagi?"


"Hah, aku masih normal tapi semua itu harus didasari rasa cinta."


"Dasar merepotkan."


Dialah yang merepotkan.


Pada akhirnya kami turun dari bangunan tersebut lalu menjelajahi kios makanan yang tersedia.


Mereka punya sate bakar serta makanan siap saji lainnya.


"Ada noda saus di mulutmu Rion?"


"Di mana?"


Aku menggunakan tanganku untuk mengelapnya, memangnya dia ini bocah kah. Di saat seperti ini dia terlihat seperti gadis pada umumnya.


Setelah ini tujuan kami adalah wilayah angin sampai saat itu kami akan menghabiskan waktu sedikit lebih lama di sini.


Di ruangan itu aku, Valentine, Harty dan Rion saling menatap penuh permusuhan. Siapa sangka bahkan di dunia ini ada beberapa jenis permainan kartu yang hampir mirip di dunia lamaku.


Mungkin saja pengaruh pahlawan sudah menyebar ke segala arah bahkan sampai ke benua ini.


Rion berkata penuh kepercayaan diri.


"Dengar siapa yang kalah harus melepaskan pakaian mereka secara bertahap."


Hukuman yang sering dilakukan di adegan bar atau kasino gelap. Tentu hasilnya sudah bisa ditebak.


Aku menelanjangi mereka semua.

__ADS_1


"Bagaimana bisa, padahal kau baru tahu aturannya tapi malah lebih kuat dari kami?" ucap Rion protes.


"Aku hanya harus tahu aturannya setelah itu mudah melakukannya."


"Ini memalukan, aku mungkin tidak bisa menikah sekarang."


Aku tersenyum masam ke arah Rion, dia bisa saja meniru beberapa adegan yang lumrah dalam komik.


Jika pun ada yang tidak peduli dia adalah Harty.


"Apa kartu ini bisa dimakan?"


Dia masih berfikir seperti itu.


Aku bertanya pada Valentine yang menutupi dirinya dengan wajah memerah.


"Apa kau baik-baik saja?"


"Tidak, hanya saja Lion sudah melihat tubuhku dan Rion apa dengan ini Lion suatu hari akan menikahi kami semua."


"Aku baru kepikiran hal itu, sebaiknya kalian menggunakan pakaian kalian lagi."


Rion mencekikku.


Sementara aku kesakitan dia malah lebih bernafsu.


"Jangan membuat seolah semuanya tidak terjadi."


Dewi ini memang telah membawaku ke dalam kesesatan.


Harty memprotes.


"Aku tidak dilibatkan sama sekali."


Dia adalah naga dia tidak mungkin tertarik dengan manusia, di saat itu Valentine hanya tertawa kecil dan berkata.


"Kurasa kami harus menunggu lebih lama."

__ADS_1


Aku lebih suka menjalani hidupku seperti ini secara perlahan lagipula kami tidak harus terburu-buru.


__ADS_2