Terpanggil Ke Dunia Lain Oleh Dewi Jahat

Terpanggil Ke Dunia Lain Oleh Dewi Jahat
Chapter 153 : Ujian Bagi Harfilia


__ADS_3

Pagi berikutnya di luar kota Yujin semua petualang telah dikumpulkan di tanah lapang luas di mana seorang instruktur berkepala plontos berdiri di depan mereka semua.


Mereka adalah para petualang yang hendak mengambil ujian mereka sendiri, tak terkecuali Harfilia yang menjadi pusat perhatian.


"Anu... kenapa kalian melihatku seperti itu?"


"Maafkan kami."


Jika mereka salah mengira mereka pasti akan menganggapnya dewi dan itu memanglah benar. Instruktur berdeham sekali untuk menerima perhatian siswa ujiannya, dia menjelaskan apa yang akan mereka kerjakan dari awal dan itu hanya ujian di mana mereka secara satu persatu akan melawan dirinya.


Siapa yang berhasil bertahan selama satu menit akan lulus, dan jika lebih dari itu nilai mereka akan dianggap cukup bagus.


Lalu bagaimana jika seseorang bisa mengalahkan instruktur ini? Apa mereka akan lulus dengan peringkat S class.


Salah satu peserta ujian bertanya demikian sementara instruktur itu tertawa, tergantung seberapa kuat kalian aku bisa menempatkan kalian secara khusus tanpa perlu berada di peringkat E yang merupakan peringkat terbawah.


Mendengar itu semua petualang di awal terlihat percaya diri hanya saja harapan yang mereka inginkan langsung menghilang dalam sekejap saat mereka secara bergantian melawan pria plontos tersebut.


"Apa-apaan ini?"


"Kau terlalu lemah, kau gagal."


"Sial."


"Semoga beruntung di ujian berikutnya."


Setiap peserta hanya perlu lulus satu di antara dua ujian yang diadakan, itu adalah nilai standar untuk masuk ke peringkat E atau D dan sisanya akan diputuskan oleh penguji.

__ADS_1


Sepanjang sejarah hanya ada dua orang yang lulus dengan tingkat tinggi hingga memulai misi mereka di peringkat A. Mereka adalah Solomon dan satu lagi Lu Shang.


Sampai sekarang pencapaian peringkat mereka belum siapapun yang mengalahkannya lagi.


Giliran Harfilia telah tiba, dia memegang pedang di tangannya selagi menunjukan senyuman hangat.


"Tolong jangan terlalu kasar denganku, aku ini sangat lemah."


"Jangan khawatir, aku akan sedikit menahan diri."


"Kalau begitu aku mulai."


Dengan lompatan cepat wajah instruktur langsung memucat tatkala Harfilia yang sebelumnya jauh darinya tiba-tiba saja muncul di depannya selagi mengayunkan pedang.


Bunyi dentingan pedang mewarnai setiap ayunan mereka.


"Apa?"


"Instruktur benar-benar menahan diri aku sangat beruntung."


Para peserta tampak berfikir sama namun sebenarnya tanpa diketahui orang-orang dari awal sosok instruktur itu tidaklah pernah menahan diri, baginya yang dipekerjakan oleh guild hal seperti menahan diri adalah sesuatu yang tabu.


Dia harus memastikan seberapa kuat para peserta ujian hingga ke depannya mereka bisa berguna bagi orang lain maupun diri mereka sendiri.


Harfilia menyerang kembali, hanya dalam beberapa ayunan pedang instruktur melambung tinggi menancap di sisi lain. Tanpa dipertanyakan lagi Harfilia lulus tanpa kesusahan.


".....Aku kalah."

__ADS_1


"Fufu."


Di ujian kedua setiap orang diperbolehkan menggunakan sihir apapun yang mereka bisa lakukan untuk mengenai target yang berupa boneka jerami, salah satu penyihir mencoba dengan sihir api sederhana.


Dia merapalkan alunan mantra memikat dan dari ujung tongkatnya sebuah bola api kecil meluncur terarah membakar target itu sampai hangus.


Tidak banyak orang yang dapat melakukannya dengan kata lain itu sudah cukup membuat beberapa orang terdiam dengan mulut menganga.


"Selanjutnya Harfilia."


"Baik."


Ia menghela nafas sebelum mengulurkan tangannya ke depan, seminimal mungkin dia harus menekan kekuatannya akan tetapi walau dia meniru sosok sebelumnya.


Sihirnya membuat ledakan besar yang mampu menciptakan kawah raksasa.


"Eh, aku sepertinya terlalu berlebihan... apa aku lulus?"


"Kau bisa memilih berada di peringkat manapun yang kau sukai."


"Hore, aku akan berjuang keras."


"I-itu baru semangat," jawab instruktur gagap saat Harfilia melompat senang menunjukan sedikit pakaian dalamnya.


"Kyaa... angin nakal."


Dia jelas hanya gadis penggoda.

__ADS_1


Semua orang berfikir sama.


__ADS_2