Terpanggil Ke Dunia Lain Oleh Dewi Jahat

Terpanggil Ke Dunia Lain Oleh Dewi Jahat
Chapter 124 : Symponia


__ADS_3

Hampir semua telah kami beritahukan pada wanita bergaun pemakaman ini, ekpresinya terlihat tertarik untuk sesuatu yang abnormal hingga aku tidak bisa menahan diri untuk bertanya pada Charlotte dengan berbisik-bisik.


"Apa tak masalah membuatnya bergabung dengan Paula?"


"Dia roh kuat, selain itu tidak ada yang bagus darinya."


"Aku bisa mendengar kalian berdua."


"Ah, maafkan kami."


"Kebanyakan orang selalu membicarakanku.. pada dasarnya aku roh terkutuk di mana jika aku tidak meminum darah aku tidak bisa terus menunjukkan eksistensitasku di dunia ini."


"Maksudnya?"


"Dia akan menghilang, dengan kata lain dia harus meminum darah untuk mempertahankan wujudnya, dia bisa meminum darah monster jadi tidak ada ruginya untuk kita."


Dia semacam roh vampir atau sebagainya.


Paula sedikit memikirkannya meski begitu dia tidak mundur.


"Setelah mendengar tentangku kau tidak gentar, biasanya aku meminta orang yang ingin menggunakanku untuk berhadapan denganku secara langsung tapi aku akan melakukan pengecualian untukmu."


"Tolong sesuatu yang mudah."


"Dibandingkan melawanku ini sesuatu yang mudah, aku ingin kau membawakanku darah naga segar."


Kecuali aku, mereka semua terkejut.


"Tunggu sebentar Symponia, itu hampir mustahil.. naga sangat sulit ditemukan, karena insiden mereka yang dinikahi oleh pahlawan mereka akhirnya mengasingkan diri ke tempat tersembunyi dan tak ada siapapun yang mengetahuinya."


"Itulah persyaratannya, jika tidak bisa maka kau tidak perlu berharap lebih."


Charlotte tampak kesal sementara Kizuna dan Paula berekspresi bingung.

__ADS_1


Aku menyela.


"Berapa waktu yang kau berikan pada kami?"


"Selama yang kau mau, lagipula sudah ratusan tahun tidak orang lagi yang datang kemari."


Paula menyanggupinya sebelum keluar dari dalam hutan.


Charlotte menginjak-injak tanah marah, sedangkan Kizuna hanya tersenyum pahit.


"Kenapa kau marah seperti itu?" kataku padanya.


"Sudah jelas, naga sudah sulit untuk ditemukan."


"Menurutmu begitu, tapi aku tahu salah satu naga yang bisa kita temui."


Pandangan mereka menjadi cerah.


"Aku akan langsung pergi ke sana bersama kalian."


Aku menggunakan sihir teleportasi dan kami berempat muncul di sebuah kota yang masih dalam pembangunan, di antara orang-orang terdapat dua pohon raksasa yang bergerak layaknya manusia yang turut membantu.


Mereka sedang membangun tembok tinggi.


"Di mana ini?" tanya Paula.


"Ini adalah benua iblis yang baru, tepatnya di wilayah kerajaan Rosvalia."


"Mungkinkah ini kerajaan yang dibuat oleh orang bernama Lion itu?" atas pernyataan Kizuna aku mengangguk mengiyakan sebelum akhirnya seseorang muncul menyapa kami.


Dia seorang gadis yang suka membawa kipas lipat kemanapun dia pergi, dia mengenakan gaun panjang dengan penampilan yang terkesan seperti bangsawan kelas atas dengan rambut pirang bergaya bor.


Dia adalah ratu dari negeri ini.

__ADS_1


"Kau rupanya, Ryker."


"Apa kabar ratu Rosvalia."


"Kabar baik, sepertinya kau membawa teman-temanmu."


"Ah benar, mari saya perkenalkan keduanya.. yang ini Kizuna dan ini Paula, mereka berdua ingin membantu Lion."


"Begitukah, aku yakin mereka bukan datang untuk menggodanya kan?"


Rosvalia berkata selagi menutupi mulutnya.


"Entahlah, Lion terlalu tampan aku tidak yakin tidak ada wanita yang tidak mau melewatkan kesempatan untuk menikahinya."


"Kau juga mengetahuinya, ah.. kita keluar jalur, biar aku perkenalkan namaku, namaku Rosvalia Annetta Aurin Apolista von Bariella senang bertemu dengan kalian."


"Aku juga."


Keduanya pasti berfikir bahwa itu nama yang sangat panjang dan sulit untuk dihafalkan. Saat bertemu dengannya aku juga berfikiran sama.


"Walau kota ini masih dalam pembangunan, kuharap kalian bisa menikmatinya."


"Maaf sebelumnya, tapi kami tidak bisa tinggal dulu... kami masih harus menyelamatkan para elf, kami datang untuk meminta bantuan Harty."


"Jika kalian mencari Harty, dia bersama para berang-berang."


"Syukurlah, kalau begitu kami akan permisi dulu.. semoga hari anda menyenangkan yang mulia ratu."


"Tentu, kalian juga."


Kami membungkuk sekali sebelum melangkah pergi.


Aura yang muncul darinya memang terasa penuh tekanan. Jika aku tidak memiliki skill kebijaksanaan aku sudah pasti dilahap kegugupan seperti Kizuna dan Paula rasakan sekarang.

__ADS_1


__ADS_2