
Di perkarangan istana Rion hanya duduk selagi menyeruput tehnya dengan santai.
Ia mendesah pelan lalu berkata dengan pelan.
"Aku ingin membantu tapi perutku sekarang sangat besar, bahkan aku kesulitan untuk bergerak jadi kuserahkan sisanya pada kalian berdua Harfilia dan juga Aira."
Kedua orang yang dimaksud telah tiba di pulau naga yang sudah hancur berserakan, Harfilia segera mengecek setiap ras naga yang telah terjebak ke dalam mimpi buruk dan dengan sedikit menyentuh kening mereka orang-orang tersebut kembali tersadar.
Jiwa mereka juga telah dikembalikan semestinya.
"Tolong kumpulan semuanya aku akan menyembuhkan kalian."
"Baik."
Sementara itu, Aira menyembuhkan luka Harty sebelum mendekat ke arah Clarisa yang mengerang kesakitan.
"Aku benar-benar dihancurkan."
"Sepertinya Nightmare tidak benar-benar ingin membunuhmu."
"Aku tahu... hal yang membuatnya jadi seperti itu adalah kutukan pada tubuhnya... dia sesungguhnya orang yang baik."
Sedikit demi sedikit luka di tubuh Clarisa kembali tersembuhkan, hingga mencoba bangkit untuk bisa berdiri kembali.
__ADS_1
"Tubuhmu pasti sudah lemah, istirahatlah di sini."
"Kalian dewi kan, bisakah antar aku ke alam dewi."
"Kami akan menyelesaikan ini dulu sebelum mengantarmu ke sana, jadi mohon bersabar suamiku pasti bisa mengatasinya."
"Kuharap begitu."
Aku mengarahkan ujung pedang pada Nightmare yang kesakitan, kedua tangan telah hilang jadi hanya satu cara untuk menyembuhkannya yaitu membunuhnya.
Pedangku menembus jantungnya dan Nightmare muncul kembali dengan tubuh sedia kala, tatapannya terlihat berbeda lalu dia tertawa.
"Jadi begitu haha, selama ini kau yang terus mengendalikan hidupku."
Asteroid tersenyum.
"Rasa terima kasihmu tidak diperlakukan lagi karena aku sendiri yang akan membunuhmu sekarang."
Nightmare melesat maju dan dia mengirim tebasan pedangnya pada Asteroid yang dengan mudah ditangkap tanpa kesulitan, ia menggunakan lututnya untuk menghantamkan perut Nightmare sebelum berputar untuk menendang tubuhnya hingga melesat jauh ke belakang. Di saat yang sama aku telah muncul untuk mengayunkan pedangku.
Itu berhasil sedikit melukai tubuhnya meski demikian Asteroid melayang mundur, menciptakan sihir es hingga sebuah bongkahan menghantamku dari depan.
Luka ditubuhnya telah tersembuhkan kembali.
__ADS_1
"Nightmare kau baik-baik saja?"
"Jangan pedulikan aku, biar aku sendiri yang mengalahkannya."
"Dia bukan lawan yang bisa kita kalahkan dengan mudah, mari bekerja sama."
"Tapi, bukannya aku."
"Itu sudah tidak berarti lagi.. pokoknya dia adalah lawan yang sesungguhnya yang harus kita habisi."
"Jika kau bilang begitu apa boleh buat."
Asteroid menyeringai.
"Musuh jadi kawan dan sekarang mereka mencoba mengeroyokku haha menarik," selesai dia berbicara salju turun dari langit salju itu tiba berwarna putih melainkan berwarna hitam.
"Aku juga akan serius," katanya.
Aku hendak menggunakan sihir api yang mana tiba-tiba saja lingkaran sihirku hancur begitu saja.
"Salju ini mencegah seseorang untuk mampu menggunakan sihir," ucap Nightmare menjelaskan di sisi lain Asteroid melanjutkan.
"Memang seperti itu tapi kekuatanku tidak terpengaruh oleh salju ini, singkatnya kalian hanya tikus yang terjebak dalam sangkar."
__ADS_1
Bongkahan es bermunculan dari langit dan secara serempak menghujani kami dari segala arah, aku maupun Nightmare berlari selagi menghindarinya untuk melawan Asteroid secara langsung.
Dia menutup matanya sesaat dan saat dia membukanya, tubuh kami terpotong-potong.