Terpanggil Ke Dunia Lain Oleh Dewi Jahat

Terpanggil Ke Dunia Lain Oleh Dewi Jahat
Chapter 358 : Mempertahankan Kota Bagian Satu


__ADS_3

"Nona Rion, apa anda di dalam?"


"Lima menit lagi, lima menit lagi."


Pagi-pagi sekali pemilik penginapan menggedor pintu kamar Rion yang tertidur pulas. Karena tak kuat untuk mendengarnya Rion akhirnya bangun lalu membukakan pintu dengan nada malas.


Rambutnya terkesan acak-acakan dan baju tidur yang dikenakannya miring ke samping.


"Ada apa pagi-pagi sekali? Aku sedang bermimpi indah dimana aku dikerumuni banyak uang, bahkan sekarang wajahmu mirip uang."


"Tolong bangun dari mimpimu, bukan.. ini bukan waktunya bersantai, pasukan iblis sebentar lagi akan menyerang tempat ini."


"Bukannya ada orang bernama Venus."


"Beliau sedang mengawasi kekacauan di tempat lain, aku yakin semuanya akan terlambat jika beliau datang."


"Lalu kenapa kau membangunkanku?"


"Aku tahu nona Rion itu kuat, tolong bantu semua orang di kota ini."


"Malas ah.. aku juga belum makan."


Gadis pemilik penginapan segera memegangi tangan Rion dengan pandangan penuh harapan.


"Aku akan menyiapkan makanan enak untukmu."


"..."


"Aku juga akan memberikan keperawananku padamu."

__ADS_1


"Yah, kenapa kau berfikir bahwa aku menyukai gadis? Aku juga masih normal loh."


"Eh?"


"Malah eh?"


"Kukira Anda mempunyai kelainan?"


Rion memasang wajah bermasalah, bagaimanapun semua kesalah pahaman ini karena ulahnya sendiri jadi dia memutuskan untuk tidak membahasnya lagi.


Sebagai gantinya Rion menuruti apa permintaannya. Bagi gadis pemilik penginapan, kota ini adalah tempat satu-satunya yang dia miliki.


Rion bersimpati akan hal itu terlebih makanan yang disediakannya juga semuanya enak. Setelah mengganti pakaiannya Rion bergegas keluar dengan penampilan yang berbeda.


Dia mengenakan gaun gothic hitam berenda serta rambut pucat yang terurai kini diikat dengan gaya twintail lengkap dengan pita yang menghiasinya.


Jika kau melepasnya maka aku tidak akan menjualnya padamu. Sungguh pria itu sebenarnya hanya lolicon mesum hardcore.


Ini terjadi karena gaun yang sering digunakan Rion telah rusak akibat latihan sulitnya selama satu bulan terakhir, dan hanya pakaian ini yang bisa dia temukan di kota ini.


Semua pakaian yang dia coba akan selalu tidak muat di bagian dadanya.


Para petualang serta penjaga yang berkumpul untuk membahas strategi pertahanan kota langsung terdiam saat kemunculan Rion.


"Halo, halo, aku datang untuk membantu... Aahh dadaku terasa sesak."


Selanjutnya para pria menyemburkan darah dari hidung mereka, yang tampak terlihat kesal hanya para wanita yang sekarang mengerumuni Rion dari segala arah.


"Kita berkumpul untuk bertarung, pakaian apa yang kau kenakan ini?"

__ADS_1


"Hanya ini yang tersisa di toko, Hmmm... yah kau bisa mengabaikan keberadaanku, aku hanya akan membantu dari belakang," balas Rion tak terganggu dengan intimidasi yang didapatkannya.


"Bukannya kau adalah peramal yang sering mangkal di gang sepi?"


"Aku juga ingat itu."


"Di gang sepi? Bukannya itu mencurigakan jika dia membuka toko di sana."


"Pelayanannya cukup memuaskan, dia bahkan pernah menyemburku dengan air dan mengatakan bahwa itu untuk pengusiran roh jahat... bau jengkol lagi."


"Itu masih mending, aku malah diguyur air got dan katanya untuk mengusir kesialan."


"Kau tidak keberatan."


"Untuk melihat dada sebesar itu, apapun akan kulakukan."


"Kita sehati."


Para wanita hanya memasang wajah bermasalah melihat bagaimana para pria semakin bersemangat.


Seorang pemimpin yang berdiri di depan berdeham sekali untuk membuat semua orang kembali fokus dan itu berhasil.


Dia pria dengan armor mengkilap serta wajah tampan sekitar usia 30an awal.


"Lawan kita adalah pasukan raja iblis Lucifer, jadi jangan sampai kalian lengah."


"Baik."


"Sekarang kita akan mulai rencananya."

__ADS_1


__ADS_2