Terpanggil Ke Dunia Lain Oleh Dewi Jahat

Terpanggil Ke Dunia Lain Oleh Dewi Jahat
Chapter 249 : Wilayah Kerajaan Borman


__ADS_3

Peperangan ini telah memakan banyak korban meski begitu kami tidak bisa berhenti dan akan terus berjalan menuju kekaisaran untuk pertarungan sesungguhnya.


Di atas dahan itu Ginny mengulurkan tangannya agar seekor elang pembawa pesan bisa bertengger di tangannya.


Dia hanya mengambil kertasnya dan membiarkan burungnya kembali terbang, setelah membaca isinya dia melompat dan aku menangkapnya di bawah.


"Tangkapan bagus Lion, apa kau berminat untuk menjadikanku istrimu."


"Aku sudah banyak miliki istri, lebih dari itu apa pesannya?"


"Pasukan barat dan timur sudah mulai bergerak ke arah kekaisaran, tinggal giliran kita yang akan menyusul."


"Begitu, kita harus menyelesaikan semuanya di sini dan kembali bergegas."


Aku menurunkan Ginny.


Ginny mengemban dosa mematikan nafsu jadi dia sedikit bertingkah seperti ini.


"Ngomong-ngomong Ginny, bisa kau ceritakan tentang ras rubah di kekaisaran?"


"Ah benar, aku pernah bilang ingin menceritakannya yah... dulu kekaisaran yang lama memiliki dua perdana menteri yang menjadi tangan kanan Kekaisaran, pertama berasal dari ras manusia bernama Barnett dan satu lagi ras rubah bernama Casandra, Casandra adalah rubah ekor sembilan."

__ADS_1


"Rubah ekor sembilan jangan bilang?"


"Benar, dia adalah ibu Atlas."


Keheningan terasa di antara kami berdua sampai Ginny menjelaskan.


"Tak lama saat kekaisaran berkembang pesat, seseorang telah dikatakan membunuh kaisar serta keluarganya yang mengakibatkan garis keturunan kaisar binasa... dalam insiden ini, semua perdana menteri serta deretan jenderal menyalahkan semuanya pada Casandra dan menuding bahwa ras rubah berkomplot untuk mengambil alih Kekaisaran, tentu itu semua tidak benar... semua itu adalah rencana yang dilakukan Barnett, sebelum Casandra bisa menguak kejahatannya dia lebih dulu memanfaatkannya... Casandra dihukum pancung sementara ras rubah ditangkap dan dijual sebagai budak termasuk putrinya sendiri Atlas... Barnett kini menjadi kaisar dan berusaha menguasai dunia ini untuk dirinya sendiri."


Aku jelas sangat marah padanya, Atlas terkadang selalu bermimpi buruk dan saat aku menanyakannya, dia hanya tersenyum selagi menggelengkan kepalanya.


Kenangan yang dialaminya sangat buruk hingga dia tidak bisa mengatakan pada siapapun.


Aku bersyukur bahwa sekarang aku mengetahuinya.


Sesampainya di perbatasan kami membuat kemah untuk berisitirahat, berbeda saat aku melawan Titan semua orang masih berada di kota dan dengan senang menyambut kami dengan hangat.


Kami kini menjadi pasukan aliansi untuk seluruh negara di benua ini, karena itu kami sebenarnya membawa harapan yang sama yang dimiliki orang-orang.


Thomas berkata.


"Aku sudah melarang pasukan kita masuk ke dalam kota, semua orang hanya bisa tinggal di luar tanpa terlibat lebih jauh dengan penduduk."

__ADS_1


"Aah, kita hanya tamu di negara ini.. lebih baik kita tidak melibatkan para penduduk dengan apa yang kita lakukan," balasku demikian.


Hal ini mencegah agar orang-orang tidak berspekulasi bahwa kami datang demi mengambil tanah mereka, walau sebagian percaya akan selalu ada beberapa orang yang mencoba menyulut pertikaian.


Hal itu adalah sesuatu yang ingin kuhindari.


Ginny muncul dengan beberapa apel ditangannya yang diberikan pada Rion, Aira, Glory dan juga Thomas.


"Kau benar-benar teliti Lion. Selain memikirkan teknik perang kau juga mencegah sedikitpun potensi yang membahayakan."


"Tunggu sebentar, apel untukku tidak ada?"


"Apa maksudmu, untukmu ada di sini.. lihat dua buah ini hanya untukmu loh."


Dia menopang kedua *********** dengan tangan sementara Rion dan Aira langsung bergerak melindungiku.


"Tak kusangka di tempat ini ada rubah berbulu domba."


Bukan itu pepatahnya.


"Benar Rion, kita tidak boleh lengah sedikitpun."

__ADS_1


Sebenarnya kalian ini memerankan peran apa di sini?


__ADS_2