
Menara itu berdiri di sebuah kota indah yang menjulang indah, karena itu sore hari panorama langit senja menjadi tontonan yang menghibur bagi sebagian orang termasuk Rion sendiri.
Selama mengurung dirinya di kamar dia hanya menatap langit-langit yang sama serta memakan makanan yang sama pula, bagi Venus dia sama sekali tidak membuat Rion nyaman dengan gaya hidup seperti itu lagipula dia sudah tahu seperti apa karakter Rion.
Normalnya orang hanya akan mengurung diri paling lama satu Minggu untuk menenangkan diri mereka tapi Rion menambah satu Minggu lagi untuk mendapatkan kemewahan dari waktunya bersantai walaupun sebenarnya dia memikirkan untuk beristirahat selama satu bulan.
"Sayangnya aku tidak bisa bersantai ebih lama lagi," ucap Rion sebelum naik ke sebuah beranda bangunan yang sengaja bagian atapnya dibuat untuk penduduk kota demi mendapatkan pemandangan indah ini.
Pantulan dari warna matahari sedikit demi sedikit telah menghilang dan selanjutnya hanya menyisakan siluet bayangan yang diisi dengan lampu-lampu rumah yang mulai menyala.
Rion menyadari bahwa dia terlalu menikmati kota ini hingga dia melupakan tujuan awalnya, karenanya mari bergegas atau Harfilia akan lebih memarahinya.
Berbeda dengan Venus yang memiliki julukan dewi waktu, Aira sejujurnya memiliki sesuatu yang serupa tentu itu hanya kiasan di mana itu berarti merujuk kekuatan yang setingkat.
Aira memiliki berkah ilahi untuk melihat situasi apapun dari matanya, bahkan jika mau dia bisa melihat siapapun telanjang di kamar mandi tanpa repot-repot mengintip dan tentu tak terbatas dengan dunia yang dijaga dewi lain.
Rion tiba tiga menit dari tempatnya sebelumnya, tidak ada siapapun di menara kecuali Harfilia yang meletakan tangannya dengan ekspresi kesal sementara Aira berdiri dengan senyuman canggung di wajahnya.
Dia tidak terlalu akrab dengan Rion tapi beberapa kali sering berinteraksi di alam dewi.
Rion akan dengan senang meminjam uangnya dan saat dia sudah habis ia akan meminjam uang berikutnya.
__ADS_1
"Aku dengar kau malah jalan-jalan setelah tiba di kota ini, sungguh."
Rion mengerti kesalahannya lalu bersujud di bawah kakinya.
"Maafkan diriku, godaannya terlalu berat."
"Akan kumaafkan karena Rion sudah datang kemari."
"Soal putrimu."
"Tak perlu dikhawatirkan, aku tahu dia masih hidup dan tersegel dalam bongkahan es keabadian yang menyembunyikan keberadaannya juga."
"Jadi begitu."
"Aku sangat berterima kasih karena sudah membantu Harfilia, tapi aku masih tidak memiliki uang untuk membayarmu... aku hanya punya keperawananku sebagai bayaran, silahkan ambil dan lakukan sesukamu."
Aira mendesah.
"Prilakumu sama sekali tidak berubah, aku tidak ingin membahas hal itu sekarang tapi jika kau ingin membayarnya bebaskan aku dari sini maka setengah hutangmu akan dihapuskan."
"Itu jelas sulit.. aku bukan pria, sulit untuk menidurimu."
__ADS_1
Setelah Aira menyadari perkataannya dia akhirnya terduduk lalu memeluk pipinya dengan merah merona. Ia baru melupakan hal penting.
Hanya saat dewi kehilangan kesucian saja yang bisa keluar dari sini, hanya berlaku untuk yang dikurung.
"Kenapa aku harus mengalami ini?"
"Jangan khawatir aku akan menendang pantatnya nanti."
"Kau ingin melakukan hal nekat."
Aira telah banyak membantu Rion sudah sewajarnya dia pun harus membantunya, Dewi Amnesty membuat peraturan bahwa para dewa dewi tidak boleh menggunakan kekuatan mereka dalam memunculkan apapun. Menurut Amnesty jika mereka sedikit meniru manusia maka kehidupan mereka di sana akan sedikit menarik namun yang Rion dapat hanya siksaan di mana dia tidak bisa membeli apapun yang dia suka.
Para dewi akan mendapatkan jatah uang dari Amnesty selama sebulan sekali dan akan mendapatkan uang kembali pada bulan berikutnya, jika dipikirkan itu malah seperti pegawai negeri saja.
Rion memiringkan kepalanya lalu tersenyum selagi menatap tajam pada Aira.
"Mungkin akan sedikit lama tapi jika ada kesempatan aku akan memanggil seseorang ke dunia ini lalu menyelematkanmu, jika aku lupa kau bisa menyuruh siapapun untuk mengingatkan."
Perkataannya dipenuhi tekad yang kuat.
"Aku sangat menghargainya, di menara ini tidak ada hal menarik jadi buat dirimu senyaman mungkin."
__ADS_1
"Dimengerti."