
Aku memang tidak keberatan jika pergi bersama seseorang hanya saja, Gracia yang kulihat benar-benar tampak berbeda seutuhnya.
Dia tidak mengenakan pakaian kepala sekolahnya melainkan pakaian seragam akademi seperti yang kebanyakan siswinya pakai.
Untuk rambutnya sendiri dia biarkan terurai panjang.
Bagaimana mengatakannya dia terlihat seumuran denganku.
"Ada apa kau diam begitu? Aku sedang menyamar akan jadi masalah jika kepala sekolah berjalan-jalan dengan muridnya."
"Begitukah, memang benar sih, dari tadi semua orang memperhatikan kita."
"Aku ingin berkeliling dulu jadi mari bicara di tempat yang tidak dilihat mereka berdua."
Tentu saja aku juga tahu bahwa Nibela dan Rion terus mengikutiku dari tadi. Saat kami berdua melewati orang-orang tanpa terduga seorang pria menghentikan kami.
"Hoyah, apa kalian sepasang kekasih... kami sedang melakukan perlombaan antar pasangan, apa kalian mau mencobanya."
"Ah soal itu.. kami bukan."
"Kukira kami akan mencobanya."
"Owh tentu... siapa yang juara akan mendapatkan liburan berdua ke penginapan istimewa di pinggir laut, jadi berjuanglah."
"Tentu."
Gracia mencengkeram kerahku.
"Apa yang kau lakukan, aku tidak mau melakukannya."
"Aneh jika menolaknya... aku tidak keberatan melakukannya."
"Dasar, apa boleh buat jangan sampai memenangkannya akan sulit jika harus aku berduaan denganmu."
"Hehe."
__ADS_1
Sekitar lima pasangan mengambil start di depan garis perlombaan, perlombaan ini hanya perlombaan kecepatan di mana pasangan pria akan menggendong wanitanya lalu berlari bolak-balik sekitar 100 meter, siapapun yang lebih dulu melakukannya mereka akan menang."
Wasit mengatakan mulai dan aku segera berlari. Tidak atau lebih tepatnya aku berada di barisan belakang.
"Tunggu kenapa kau sangat lambat? Apa kau mencoba mengalah terlalu jauh."
"Tidak, aku rasa tubuhmu sedikit berat."
"Tidak sopan tubuhku sangat langsing."
"Yah mungkin bokongmu cukup besar."
"Apa yang kau katakan, aku akan membunuhmu."
"Tenanglah, aku akan sedikit menggunakan sihir penguat."
Aku hanya mencoba untuk menjadi juara ke tiga dengan begitu kami tidak perlu pergi bersama.
Cukup melelahkan menahan diri tapi menyenangkan juga sesekali bermain seperti itu, aku mengatakan hal itu saat duduk di kursi taman hingga ekpresi Gracia berubah menjadi terganggu.
"Kita sudah kehilangan Rion dan Nibela, bukannya sudah waktunya kau mengatakan apa yang ingin kau katakan padaku?"
"Kurasa begitu, langsung saja... apa kau benar-benar mempercayai Riona? Dia adalah makhluk mengerikan, dia mungkin akan menghancurkan dunia ini."
"Biar aku bertanya, apa perbedaan Riona dan manusia?"
"Kau mengatakan soal 4000 tahun lalu."
"Benar sekali, saat itu manusia sudah memilih jalan yang salah dibanding Riona kesalahan mereka lebih berat darinya."
"Jika manusia tidak mengambil tanah para Titan, mereka akan punah ataupun jika mereka memilih tetap berada di benua iblis mereka juga akan punah, aku sudah tidak tahu siapa yang harus disalahkan, dewa, iblis juga terlibat dalam hal ini."
"Karena itulah percayakanlah semuanya padaku, aku akan memperbaiki semuanya, entah siapapun mereka akan mendapatkan kehidupan mereka yang lebih baik."
Keheningan terasa diantara kami berdua sampai Gracia membuka mulutnya kembali.
__ADS_1
"Baiklah, jika kau ataupun anggota kelompokmu terlihat mencurigakan aku akan membunuhmu."
"Tanpa ampun... ngomong-ngomong Gracia dadamu sangat indah."
Tepat saat aku mengatakannya sebuah pukulan menghantam wajahku hingga aku sejajar dengan lantai.
"Apa yang kau katakan di tempat umum?"
Dia berwajah marah dan merah di waktu bersamaan.
Lelucon seperti ini sangat membantu.
Tak lama kemudian sebuah suara terdengar dari samping kami.
"Maaf karena tertawa tapi obrolan kalian sangat menyenangkan."
Gracia menghela nafas panjang.
"Rayker kah... karena kita pernah saling kenal ketika kau kecil aku mengizinkanmu untuk sekolah di akademiku, tapi tak kusangka alasanmu melakukannya pasti karenanya."
"Tepat sekali, dengan ini ada tiga fraksi bukan."
Aku bangkit selagi memegangi pipiku lalu berkata.
"Apa maksudmu?"
"Pertama akan kuperkenalkan dulu, namaku Ryker mantan penjaga di benua manusia.. maksudku soal fraksi adalah bahwa kita bertiga memiliki tujuan yang sama, pertama Gracia adalah fraksi dari Ratu Iblis Isabela, aku dari fraksi Dewi Suci Aira dan kau fraksi Dewi Jahat Riona, bukannya lebih baik jika kita membuat aliansi."
Gracia melanjutkan.
"Untuk sekarang kau pasti kebingungan, ajak temanmu, mari bicara hal ini lebih serius besok pagi."
"Kurasa itu ide bagus, tapi aku ingin menambahkan satu fraksi lagi yaitu fraksi Titan."
Aku menyerang keduanya dengan kebingungan yang sama.
__ADS_1