
"Dari awal aku bisa bicara, namun tidak ada yang harus kubicarakan pada kalian."
"Lion?"
"Mereka ras Beast sudah jelas mereka bisa bicara," kataku.
"Hoh, anak muda kau tahu kami."
"Sebelumnya aku pernah pergi ke kota Apa, dan bergabung di guildnya dan melihat banyak ras sepertimu."
"Mana tahu kota apa? Kau bukannya pergi ke sana."
"Namanya kota apa."
"Sudah kubilang aku tidak tahu."
Jika dilanjutkan hanya akan membuat emosi.
"Kota itu pokoknya kota yang banyak Beast tinggali."
"Hoh, kurasa kota itu lebih baik dibanding kota terkutuk ini... di sampingmu pasti gadis suci, aku akan membiarkanmu pergi asal menyerahkan dia padaku."
"Maaf saja, aku memiliki tugas melindunginya."
"Kalau begitu aku juga akan membunuhmu."
Kami bedua menyerbu ke depan.
Tidak ada alasan untuk tidak menggunakan pedang jadi aku menariknya dan membenturkannya ke arahnya.
Kuayunkan secara diagonal dan harimau ini pandai bertahan maupun menyerang.
"Siapa namamu nak?"
"Lion, kau sendiri."
"White Tiger."
"Nama yang bagus."
Dentrang Dentrang Dentrang.
"Aku berniat melepaskan mereka juga, aku berada di pihakmu."
"Kenapa aku harus percaya?"
Dia mengangkat pedangnya tinggi-tinggi lalu menjatuhkannya dari atas ke bawah sehingga aku harus menahannya dengan dua tangan yang memegang gagang pedang.
__ADS_1
"Aku menyerang penjaga tempat ini, apa itu belum menjadi bukti, lagipula jika kita terlalu lama di sini rekanmu yang berada di luar akan mati."
"Cih... kau benar."
Dia menarik pedangnya.
"Untuk sekarang aku percaya denganmu."
"Itu lebih baik."
Aku menyarungkan kembali pedangku.
"Jika gadis suci atau kau macam-macam, aku akan membunuh kalian."
"Jangan khawatir kami tidak akan melakukannya."
Kami membuka setiap sel penjara dan membiarkan penghuninya keluar dengan mudah, ada sekitar 20 orang di dalamnya, di sini juga ada ras Lamia.
Lamia memiliki tubuh manusia untuk bagian atas dan bawah tubuh ular.
"Jadi apa rencanamu White Tiger?"
"Aku akan membawa mereka keluar."
"Itu hanya akan membuatmu terbunuh, aku punya ide yang lebih baik, di mana kalian tinggal."
"Baiklah.... Teleportasi Gate."
Sebuah gerbang muncul di depan kami lalu membuka dirinya.
"Kalian akan dipindahkan ke sana, jadi masuklah."
"Bagaimana aku bisa mempercayaimu bahwa kau mengirim kami ke sana?"
Mengingat apa yang diperbuat pada mereka itu wajar saja.
"Bawalah Diona ke sana juga, aku akan menyusul nanti."
"Lion, kau menjualku?" potongnya.
"Mana mungkin aku melakukan itu, aku selalu menempati janji... banyak hal yang kita tidak tahu sekarang, kau dikejar-kejar para demi human dan kita masih belum tahu siapa musuh dari semua ini, akan lebih baik jika kita mendapatkan sekutu bahkan jika mereka berasal dari ras beast."
"Tapi."
"Rion kau juga ikut."
"Jika kau mengatakan itu baiklah."
__ADS_1
Rion berubah lalu mengambil tangan Diona.
"Kalian pergilah sekarang, aku akan menyusul dan membawa rekan kalian kembali."
"Kami mengerti, terima kasih banyak."
Mereka menghilang dalam sekejap.
Sekarang waktunya bekerja.
Aku mengambil pedang yang dimiliki penjaga yang pingsan sebelum naik kembali ke atas arena, para monster masih bertarung dengan penjaga dan aku segera masuk ke dalam medan perang untuk saling membelakangi diri dengan Minotaurus.
"Siapa kau?"
"Lion, aku berada di pihak kalian jadi jangan khawatir."
"Kau manusia?"
Topeng di wajahku tidak bisa menyembunyikan aroma manusiaku.
"Itu benar, semua orang telah aman sebaiknya kalian juga harus kembali."
Aku memberikan sebuah batu padanya.
"Ini batu yang dibawa White Tiger."
"Benar."
"Dengan keributan seperti ini jelas mustahil, rekanku telah mati paling tidak aku akan mati sesudah membunuh beberapa orang."
"Kau ini keras kepala."
Aku menciptakan kembali Teleportasi Gate.
"Masuklah biar aku urus di sini."
"Tapi."
"Kau ingin membiarkan rekanmu mati, cepat pergi."
"Ugh."
Setelah mengerti apa yang kukatakan akhirnya mereka menghilang dari balik gerbang. Saat aku melangkahkan kakiku sebuah panah menembus bahuku.
Minotaurus hendak berbalik untuk menarikku tapi aku segera menutup gerbangnya hingga menghilang.
Sebelum aku bisa memastikan siapa dalangnya aku tidak perlu pergi begitu cepat.
__ADS_1