Terpanggil Ke Dunia Lain Oleh Dewi Jahat

Terpanggil Ke Dunia Lain Oleh Dewi Jahat
Chapter 423 : Sayap Hitam


__ADS_3

Sebuah pedang setinggi 30 kaki meluncur dengan kecepatan sonic, pedang itu menembus hutan berantara kemudian keluar setelah menghancurkan pepohonan sebelum akhirnya menabrak seorang wanita yang berjalan di depannya.


Jika bukan karena wanita itu yang sigap menahannya, pedang itu sudah jelas akan membelahnya menjadi dua bagian, meski dia bisa mati saat dibunuh 999 kali, wanita itu tidak ingin menghilangkan nyawanya bahkan hanya satu saja.


Dari hutan sosok wanita tanpa busana berjalan dengan sayap membentuk pedang di punggungnya.


Dia adalah dewi yang mengambil jalan penengah saat konflik ras manusia dan para tintan, rambutnya yang berwarna putih menjuntai sepinggul tertiup angin saat dia berjalan dengan langkah hati-hati.


"Venus."


"Kita bertemu lagi Nightmare, kau sepertinya melakukan hal berbahaya maka dari itu aku datang untuk menghentikanmu."


Sosok bernama Nightmare mengangkat tangannya selagi menggelengkan kepala.


"Kalian selalu saja menggangguku, tapi kebetulan sekali kemampuanmu terikat dengan Pandalium, mungkin jika aku mengambil kekuatanmu aku bisa sedikit menggunakannya."


"Itu jelas mustahil, karena kau akan mati sekarang."


Venus mengirim seluruh pedang di punggungnya untuk melesat menuju Nightmare yang memunculkan tengkorak di depan wajahnya, tengkorak itu adalah orang-orang yang dia bunuh setahun terakhir ini.


Mereka adalah tubuh orang-orang yang digunakan untuk sebagai kesempurnaan baginya.

__ADS_1


Satu persatu tengkorak dihancurkan di saat yang sama pedang itu hancur juga karena kutukan hingga pada akhirnya tak tersisa lagi.


"Benar-benar mengerikan."


"Apa pedang suci milikmu sudah habis membosankan sekali."


Ratusan tengkorak kembali bermunculan dalam serempak, mengikuti perintah tuannya mereka melesat dengan tangan memegang senjata. Gerakan mereka sangat cepat melebihi sebuah pasukan perang pada umumnya.


Mereka menyergap Venus hingga mengerumuni tubuhnya dengan tubuh dingin mereka namun itu hanya sesaat sebelum mereka terhempas ke segala arah dan menampilkan wujud Venus secara berbeda.


Ia selama ini selalu telanjang namun sesungguhnya ia memiliki bentuk transformasi yang sangat kuat diantara para dewi lainnya yaitu sebuah zirah valkarie berwarna putih terang dengan helem sayap di kepalanya serta sayap yang sesungguhnya di pungungnya.


Saat dia mengayunkan pedangnya di udara, itu menciptakan bilah angin raksasa yang mana hanya bencana setelahnya. Tentu para tengkorak itu harus menerima kehancuran mereka yang mengerikan yang hanya tersisa untuk dikalahkan hanyalah Nightmare yang tersenyum puas.


Walau pasukannya dikalahkan itu wajar saat berhadapan seorang dewi jika mereka hanya manusia kemenangan telah didapat oleh tangannya


Dia mengarahkan tangannya menciptakan bola hitam raksasa untuk menanggulangi Venus yang terbang melesat padanya. Begitu cepatnya serangan tersebut membuat Nightmare tak menyadari bahwa kepalanya telah terpenggal ke udara, meski begitu.


Dia muncul di sisi lain seolah tak terjadi apapun lalu mengirim bola hitam sebelumnya. Venus menghindarinya dan sekarang dia menebas setengah tubuh Nightmare dan lagi-lagi dia mati untuk kedua kalinya, kemudian muncul di samping Venus selagi mengirimkan tangannya demi mencengkeramnya erat.


"Kau benar-benar kuat, menarik sekali," ucap Nightmare.

__ADS_1


Venus mencoba memberontak namun kini sepuluh Nightmare yang lain telah bermunculan untuk menangkap tubuhnya dari segala arah.


"Tujuh dosa mematikan."


Nightmare tersenyum mengerikan dan selanjutnya mereka meledak dahsyat, tubuh Venus terbang ke udara dan sebelum itu jatuh ke tanah sebuah tangan mencengkeramnya di wajah.


"Percuma saja, kau tidak akan bisa sampai ke alam dewi."


"Soal itu aku memiliki jalan berbeda, aku memang tak bisa menembus alam dewi tapi sepertinya masih bisa jika hanya menembus dunia yang kau awasi."


"Kau?"


Sebuah kepala tengkorak muncul dari dalam tanah, kepala itu membuka mulutnya dan selanjutnya melahap Venus saat Nightmare melepaskan cengkeramannya.


"Untuk sementara diamlah di sana dengan begitu kekuatanmu sepenuhnya telah aku ambil."


Empat sayap hitam muncul di belakang Nightmare sementara bulu-bulu hitam berjatuhan ke udara.


Dia tertawa terbahak-bahak selagi memegangi wajahnya.


"Dengan ini aku adalah orang yang tak terkalahkan haha."

__ADS_1


__ADS_2