Terpanggil Ke Dunia Lain Oleh Dewi Jahat

Terpanggil Ke Dunia Lain Oleh Dewi Jahat
Chapter 182 : Musuh Terkuat


__ADS_3

Sret... sret... sret...


Deretan pengait meluncur ke setiap bangunan yang kami gunakan untuk bergelantungan, aku dan Ryker menghindari sebuah tangan raksasa yang tiba-tiba muncul dari balik bangunan tinggi tersebut.


Di saat yang sama kelompok kami mengambil tugas menjatuhkannya dengan melukai betis mereka hingga tangan itu tidak pernah mencapai musuhnya.


Ryker berputar di udara kemudian menusukan dua pedangnya menebus armor besi itu membunuhnya dengan sekali tikaman, di saat yang sama dia kembali bergelantungan, menggunakan busur yang ditaruh di punggungnya anak panah melesat dan menjatuhkan raksasa yang sedang menyerang pasukan lain.


Dari kami semua tekniknya lebih hebat dan berada di atas rata-rata, bisa kubayangkan tanpa Ryker hal membunuh raksasa sesuatu yang sulit.


Aku mendaratkan kakiku di atas genteng rumah selagi mengawasi semuanya, Lion telah menjadikan dirinya sebagai pilar untuk melawan pemimpin dari tembok suci Maria, sementara kami bertugas untuk menghabisi Titan kelas biasa.


Meski dibilang kelas biasa mereka tetaplah makhluk yang kuat, aku melihat salah satu raksasa telah mengambil rumah di tangannya, dengan gerakan penuh kekuatan dia melemparkannya ke arahku.


"Kizuna?" teriak Charlotte dalam bentuk pedang.


"Aku tahu."


Aku menarik katanaku dan dalam sekejap tebasan membelah rumah tersebut hingga semuanya berserakan, satu raksasa telah muncul di depanku dengan mulut menganga, asap keluar dari sana dan dia bersiap untuk mengirim tinjunya.


Tanpa membiarkannya mendahuluiku aku memenggal kepalanya dengan satu tebasan.

__ADS_1


Sebanyak aku membunuh tetap saja beberapa orang tidak bisa selamat, raksasa itu memiliki kemampuan serta akal pikiran yang sama seperti kami.


Ukurannya yang besar juga membuat dirinya sangat kuat.


Aku berteriak ke arah beberapa pasukan untuk segera menghindar, sayangnya mereka telah terlambat. Tubuh mereka dihantam bangunan yang dilemparkan dengan kecepatan tinggi, aku bisa melihat salah satu lengan terputus di dekat reruntuhan.


Raksasa yang melemparkan bangunan menjadikan diriku sebagai target selanjutnya, aku berusaha mengecoh dengan melompat kebangunan lain dengan kecepatan tinggi.


"Begini terus tidak akan bisa membantuku, maka aku harus menerjang ke depan."


Aku berlari dengan katana di tanganku.


Sebuah bangunan berputar dari depan dan aku turun ke bawah untuk menghindarinya sebelum berayun kembali ke atas.


Sebelum aku bereaksi raksasa lain muncul mendorongku dengan tangannya hingga dua rumah hancur oleh punggungku.


Aku tertahan oleh tembok sementara Titan yang melukaiku berjalan dengan langkah besar, beberapa pasukanku turut menghalangi jalannya namun hanya kematian yang bisa diberikan pada mereka.


"Cepat serang kakinya," teriak salah satunya namun tubuhnya lebih dulu di tendang ke udara. Tubuh itu jatuh, menghasilkan suara retakan telur dan kepalanya pecah.


Kebanyakan orang yang tewas adalah orang dari kerajaan ini, mereka belum berpengalaman melawan Titan maka angka kematian mereka lebih tinggi dari pada kami.

__ADS_1


Setelah membantai orang-orang Titan itu bergerak ke arahku, dia mengambil ancang-ancang untuk mengirim tinjunya sebelum tepat mengenaiku sosok Gracia menangkapku untuk berayun bersama.


Titan mengejar kami namun Gracia membuat dirinya terlempar jatuh ke atas untuk menghindari tangkapan.


"Graaaaaah."


"Tubuh besar kalian hanya membuat kalian semakin mudah diserang, terima ini... Grand Ariesta."


Satu tangan memegang pedang dan satu tangan melingkar di pinggangku, di moment itu pedang Gracia merobek kepala Titan itu hingga bagian bawahnya sampai terbelah dua.


Aku menatap Gracia yang terlihat keren.


"Aku mencintaimu Gracia, menikahlah denganku."


"Berhentilah mengatakan hal menyeramkan seperti itu, mari bergegas untuk membersihkan area ini."


"Aku mengerti."


Tepat saat kami melangkah maju, Titan pedang yang pernah kulawan telah muncul.


"Kalian membunuh anak buahku, sekarang aku yang akan membunuh kalian berdua."

__ADS_1


Tekanan yang dia berikan benar-benar sangat kuat.


__ADS_2