Terpanggil Ke Dunia Lain Oleh Dewi Jahat

Terpanggil Ke Dunia Lain Oleh Dewi Jahat
Chapter 192 : Kota Petualang Gordan


__ADS_3

Saat kekuasaan Titan jatuh manusia mulai menempati benua yang dikenal sekarang sebagai benua manusia ini, dalam waktu beribu tahun peradaban manusia mulai berkembang, jumlah mereka semakin banyak dan di saat yang sama desa-desa mulai bermunculan, setelah itu kota-kota hingga pada akhirnya negara mulai bermunculan.


Kerajaan ortodoks suci hanya satu dari sekian kerajaan yang telah tercipta di benua ini, bahkan jika ada raksasa yang bersembunyi di masing-masing kerajaan, itu bukanlah sesuatu yang aneh.


Selagi berpetualang aku akan mulai menyisir dan menemukan mereka jika mereka berkenan aku akan mengajak mereka untuk tinggal di kerajaan Nibela.


Dengan Teleportasi Gate kami secara acak telah pindah di kawasan hutan yang rimbun, Rion dan Aira tidak ingin dalam wujud pedang karena itu mereka akan berpetualang seperti itu, untuk Harty dan Valentine mereka masih berpenampilan sama.


Sebagai sentuhan akhir aku memasang topengku agar tidak menarik banyak wanita mendekat ke arahku, aku juga mengeluarkan pedang dan menaruhnya di punggungku layaknya seorang petualang veteran.


Dengan ini kami siap berpetualang.


Setelah keluar dari hutan sebuah kota terlihat jelas di depan kami, kota itu seperti biasa memiliki tembok yang mengelilinginya serta dua penjaga yang bertugas untuk mendata siapapun yang datang.


Awalnya anggota partyku diizinkan masuk namun saat giliranku mereka langsung menghentikanku begitu saja.


"Kau terlihat mencurigakan, kau tidak boleh masuk."


"Hah?"


"Mungkin saja kau adalah penjahat yang menyamar."


"Itu terlalu berlebihan, mereka datang bersamaku tapi kau melarangku masuk."


Apa sebaiknya aku menceritakan kisah kura-kura dan kelinci? Kurasa itu tidak perlu.


"Kota ini baik terhadap gadis dan wanita berdada besar, tapi tidak cukup baik untuk pria biar kusarankan kau pergi ke kota lain."

__ADS_1


Orang ini minta dihajar, ketika aku memikirkannya sebuah pukulan menghantam kedua penjaga itu, seorang pria besar telah melakukannya lebih awal selagi tertawa.


"Jangan pedulikan orang-orang bodoh ini, mereka hanya pria tidak populer."


"Siapa?"


"Namaku Jon kepala penjaga di kota ini, selamat datang di kota petualang Gordan, apa kau petualang?"


"Benar, aku seorang petualang."


"Begitu, pokoknya selamat datang di sini... karena orang bodoh ini kuharap kau tidak mencoba membunuh mereka, sebagai permintaan maaf masuklah tanpa memberikan uang pajak."


"Itu terdengar bagus tapi aku tidak sembarangan membunuh orang lain."


"Haha, tinggallah selama yang kau suka."


Aku berjalan untuk melewati ketiganya. Kau bisa mendengar pembicaraan mereka.


"Kalian bisa mati jika aku tidak datang."


"Tapi kurasa orang barusan sangat lemah."


"Kalian berdua tidak bisa menilai seseorang, pokoknya berhentilah menjadi orang menyebalkan dan biarkan entah pria atau wanita masuk ke dalam kota ini atau aku akan melaporkan kalian ke kerajaan."


"Maafkan kami."


Kurasa orang-orang di sini sedikit unik.

__ADS_1


Pemandangan bangunan Eropa menjadi pemandangan utama saat kami menyusuri jalanan utama.


Aira tampak lebih tertarik dengan jajanan yang disediakan penjual kaki lima begitu juga Harty yang dengan senang menukar uangnya dengan beberapa makanan yang mengunggah selera.


"Valentine apa kau ingin membeli beberapa untukmu?"


Dia memegangi perutnya.


"Aku sedang mencoba diet."


Padahal bagiku tubuh Valentine sama sekali tidak gemuk, terlebih dia vampir darah tidak akan membuatnya seperti itu.


"Kau tidak perlu memaksakan diri, aku senang melihat seorang gadis makan dengan semangat."


"Eh?"


"Lihat Rion, dia makan sebanyak yang dia suka.. tubuhnya baik-baik saja."


"Apa kau mengatakan sesuatu?" dia sepertinya marah.


"Kalau begitu aku ingin beli semuanya."


"Makan secukupnya."


"Hanya orang bodoh yang makan secukupnya," potong Harty dan aku menarik pipinya.


"Uwaaahh... lepaskan pipiku."

__ADS_1


Aku bisa bangkrut jika dia tidak menahan diri.


__ADS_2