
Semua penduduk desa menyambut mereka bertiga, bahkan jika harus dikatakan semuanya sangat ramah.
Setelah menghabiskan cukup waktu.
Ketiganya kembali ke penginapan, seperti biasa setiap hari menjelang sore akan ada Lihua yang menyapu halaman penginapan.
"Kalian sangat akur."
"Begitulah, kami memutuskan untuk berada di satu party."
"Eh benarkah?" Lu Shang tampak terkejut dengan pernyataan Harfilia, namun sekali lagi Harfilia mengangguk mengiyakan.
"Berhati-hatilah Lu Shang sangat tidak dipercaya."
"Aku pria yang dapat dipercaya."
Sejak itu mereka berpetualang bersama, menjelajahi dungeon dan juga terlibat hal yang disebut cinta segitiga. Namun kehidupan itu adalah sesuatu yang bisa disebut sebagai proses pembelajaran untuk seseorang semakin dewasa.
Lima tahun kemudian di bawah malam berbintang.
Solomon dan Lu Shang mengulurkan tangannya ke arah Harfilia untuk melamarnya. Berbeda dari sebelumnya dia tidak bisa untuk tidak memilih ataupun memilih keduanya, dia harus memutuskan.
Setelah menimbang perasaannya, pada akhirnya Harfilia memilih Lu Shang untuk menjadi suaminya, walau kini Harfilia memiliki dunia untuk diawasinya dia juga memiliki kehidupan lain di dunia ini sebagai seorang manusia ataupun seorang istri dari pria yang sebelumnya dia anggap pengganggu.
Solomon tersenyum kecil.
"Maafkan aku Solomon."
"Tidak perlu minta maaf, kuharap kalian bisa bahagia... seperti yang kujanjikan hari ini adalah pembubaran party, selamat tinggal."
__ADS_1
"Solomon, apa kau tidak akan tinggal di dekat kami?"
"Itu akan terasa berat untukku."
Solomon melambaikan tangannya lalu berjalan pergi. Sebagai seorang pria dia harus menerima kekalahannya.
Lihua yang diam-diam bersembunyi menyapa Solomon.
"Apa yang akan kau lakukan sekarang?"
"Aku ingin memindahkan penduduk desa ke benua enam wilayah, bisakah kau membawa mereka."
"Kau akan membawa desamu juga."
"Sejak awal aku memang harus pergi...kami sudah tidak bisa tinggal secara tersembunyi terus "
Lihua melirik ke arah Harfilia dan Lu Shang yang saling berciuman.
"Benar, jika aku pergi secara tiba-tiba tanpa mengatakan alasannya mereka akan khawatir."
"Kau benar-benar mengerikan Solomon."
"Bagiku keluargaku di desa lebih penting dari apapun."
Pagi berikutnya saat Solomon kembali ke desanya wajahnya memucat saat menemukan seluruh desanya telah hancur berserakan, beberapa orang yang dikenalnya telah dibunuh secara tragis bahkan mereka di cabik-cabik dengan kejamnya.
Para wanita dibiarkan digantung begitu saja di atas tiang setelah di telanjangi.
"Ke-kenapa ini terjadi? AAAAAAAAAAAAAAAAAAAAA," teriakkan itu menggema di udara yang sepi.
__ADS_1
Tak lama Isabela memeluknya dari belakang, dia muncul bersama Nightmare.
"Kakak."
"Bagaimana bisa ini terjadi?"
Nightmare menjelaskan.
"Sepertinya ada kumpulan pedagang yang tidak sengaja menemukan desa ini, mereka bermalam di sini dan kemudian melaporkan hal yang mereka temukan pada kekaisaran... aku sudah berusaha tapi aku terlambat, syukurlah Isabela bertemu denganku saat dia melarikan diri."
"Aku tidak akan bisa memaafkan hal ini, Nightmare tolong bawa Isabela ke Lihua, dia akan membawanya ke benua enam wilayah."
"Aku mengerti."
"Kakak! tapi aku ingin pergi bersamamu."
"Tidak, kau harus tinggal di sana mulai sekarang bersama Lihua."
"Tapi."
Nightmare menepuk pundak Isabela hingga dia tak sadarkan diri lalu menggendongnya di pangkuannya.
"Apa yang akan kau lakukan Solomon?"
"Seperti yang kau bilang iblis hanya akan diperlakukan seperti ini oleh manusia bahkan oleh ras lainnya, hal ini tidak akan berubah sampai kapanpun... karena itu, aku akan menghancurkan benua ini dan menyalahkan semua kesalahannya pada ras Titan."
"Kau ingin mengadu dombakan keduanya, menarik.
"Kami diusir di wilayah Titan dan sekarang kami harus mendapatkan hal ini juga... yang akan kulakukan adalah membunuh semuanya."
__ADS_1