Terpanggil Ke Dunia Lain Oleh Dewi Jahat

Terpanggil Ke Dunia Lain Oleh Dewi Jahat
Chapter 388 : Pertarungan Raja Iblis Bagian Tiga


__ADS_3

Satan menyelimuti dirinya dengan bayangan sebelum membentuk kedua pedang di tangannya, dia melesat maju saat bayangan pelindung miliknya dihancurkan menjadikan pertarungan menjadi pertarungan jarak dekat.


Dia mengayunkan tangannya secara serampangan dan terkesan serangan pemula, hal yang bagus dari dirinya hanyalah kekuatannya yang luar biasa yang berasal dari topeng yang dikenakannya.


Satan menebaskan pedangnya secara diagonal dan dengan baik ditangkis oleh Glory, tangan lain menebas Satan sayangnya bayangan hitam yang dirubah seperti pakaian miliknya telah melindunginya dari serangan fatal.


Tubuh Glory ditendang dan ia melesat melewati beberapa pepohonan yang ditumbangkan oleh punggungnya, bagaimanpun fakta bahwa dia melawan raja iblis tidaklah terbatahkan.


Dia bangun dengan pedangnya yang mendekat di sekelilingnya.


"Hanya satu takdir yang mutlak di dunia ini, orang lemah hanya akan tertindas oleh orang kuat... maka dari itu akulah yang akan menjadi orang kuat tersebut."


Glory akhirnya mengetahui sedikit informasi dari lawan yang dihadapinya, sejak tadi dia hanya berbicara omong kosong itu dan ini dengan kata lain.


"Kau diperlakukan buruk oleh orang lain bukan?"


Menyadari belas kasih dari tatapan Glory membuat Satan marah, dia mengarahkan tangannya hingga bayangan di bawah kakinya mulai melebar menelan seluruh pandangannya dalam kegelapan berserta sosok Glory juga.

__ADS_1


Hanya suara dari keduanya yang masih terdengar jelas satu sama lain.


"Kau diperlakukan buruk oleh orang lain dan sekarang kau meniru mereka," teriak Glory.


"Saat itu aku menyadari satu hal penting bahwa aku salah karena memiliki takdir lemah tapi sekarang aku memiliki takdir kuat dan mereka yang lemah dariku pantas menderita."


"Menyedihkan sekali, karena orang memperlakukanmu seperti itu bukan berarti kau memperlakukan orang lain seperti itu juga... lepaskan topengmu dan kembalilah ke duniamu."


"Bodoh, dunia itu hanya dunia bodoh... aku ingin menjadi terkuat di sini lagipula aku sudah tidak bisa kembali lagi ke sana."


Pernyataan Glory dipenuhi rasa penasaran sekaligus kekhawatiran.


"Di sekolah aku sering ditindas oleh mereka yang memiliki pengaruh kuat, bahkan ketika aku mengadukan mereka orang-orang dewasa seolah menghindarinya dan hukum tidak bisa menyentuh mereka... jadi ketika aku telah mencapai batasnya akhirnya aku memutuskan satu hal untuk dilakukan."


Nafas Glory tertahan untuk mendengarkan pernyataan Satan selanjutnya.


"Dibanding melukai dirimu atau bersembunyi dari masyarakat aku lebih memilih untuk membunuh mereka, guru-guru yang memandang siswa dengan latar belakang orang tua mereka, murid-murid yang menggangguku demi kesenangan dan juga orang-orang yang tutup mata, semuanya telah aku bunuh... mereka menangis untuk hidup mereka tapi aku tidak peduli, hanya teriakan kematian yang pantas mereka dapatkan, saat aku melarikan diri aku malah terpanggil ke dunia ini."

__ADS_1


"Kau benar-benar telah jatuh."


"Jika hukum tidak menggapai keadilan maka kau sendiri yang harus menjadi hukum sendiri.. dari awal takdirku berada di paling atas karena itulah harusnya aku membunuh mereka sejak awal dan menunjukkan seberapa rendah mereka."


"Menyedihkan, aku akan mengalahkanmu... ini adalah kebaikan yang bisa kuberikan agar kau tidak jatuh semakin jauh."


"Dalam kondisi seperti ini apa yang bisa kau lakukan?"


Hampir seluruh area pertarungan mereka telah gelap gulita, singkatnya mereka tengah berada di dalam bola raksasa yang terbuat dari bayangan.


"Sekarang matilah," teriak Satan namun beberapa saat kemudian bayangan yang membungkus keduanya menghilang dalam sekejap menampilkan adegan di mana Glory telah menembuskan pedangnya ke jantung milik Satan.


"Bagaimana bisa?"


"Kau sudah tidak memiliki hati sebagai manusia."


Glory menebaskan pedangnya yang lain hingga kepala Satan terpotong bersamaan dengan topengnya.

__ADS_1


__ADS_2