Terpanggil Ke Dunia Lain Oleh Dewi Jahat

Terpanggil Ke Dunia Lain Oleh Dewi Jahat
Chapter 516 : Sebuah Perayaan Kecil


__ADS_3

Amnesty hendak berjalan ke arah keduanya dan aku segera menutup langkahnya lalu berkata dengan santai.


"Nightmare telah banyak melakukan dosa meski begitu aku tidak bisa membiarkannya mendapatkan hukuman."


"Semua perbuatan harus mendapatkan balasannya, kami akan mengurungnya ke dalam gerbang Tiamat."


"Nah Amnesty, sebelumnya jika semua masalah ini selesai kau akan mengabulkan satu permintaanku bukan, aku ingin kau membiarkan Nightmare bereinkarnasi di keluarga biasa dan hidup bahagia bersama mereka."


Amnesty menghela nafas panjang.


"Aku tahu kau pasti akan mengatakan itu, baiklah aku tidak bisa menarik apa yang kukatakan hanya saja senua ingatannya tetap akan aku hapus, tidak masalah."


"Itu sudah seharusnya."


Clarisa melirik ke arahku penuh rasa terima kasih dan sepertinya Nightmare juga memiliki perasaan yang sama.


"Sebelum itu bolehkah aku memastikan satu hal."


"Kau ingin melihatnya."


"Um... meski menyakitkan ada kenangan bersama guruku di masa lalu aku ingin memastikan semuanya."


Venus yang telah mendapatkan kekuatannya mengangguk sebagai persetujuan lalu membiarkan Nightmare masuk ke dalam jam Pandalium.


Setelah menunggu beberapa menit dia kembali muncul dengan air mata yang mengalir dari wajahnya.


"Itu sudah cukup."

__ADS_1


Venus menepuk bahu Nightmare lalu berkata akan membawanya ke ruangan reinkarnasi. Aku memotong.


"Jika Rion melahirkan seorang putri aku akan menamainya dengan namamu, sebagai bukti bahwa kau telah hidup di dunia kami."


"Itu sebuah kehormatan bagiku, tapi kau yakin melakukannya... aku orang jahat."


"Noir adalah nama yang bagus."


"Begitu, jaga dirimu dan juga guru terima kasih atas segalanya aku sangat beruntung bertemu denganmu... dan maaf harusnya saat itu aku tidak meninggalkanmu."


"Noir."


Aku hanya melihat keduanya menghilang dalam sekejap. Amnesty membungkukan kepalanya.


"Kalian sudah bekerja keras, aku tidak bsia berkata apapun lagi, terima kasih semuanya... sebelum pulau mari mandi bersama untuk membersihkan diri dan juga Lion... apa kau ingin menambahkan istri baru? Lihat aku bisa menghasilkan keturunan untukmu loh."


Aku menyadari bahwa aku tidak mengenakan topengku.


"Yaaw... aku tidak bisa menjauh."


Selalu saja seperti ini, setelah merapikan semuanya kami kembali ke pulau naga untuk menjemput Harty selanjutnya kembali ke rumahku di Elfdian.


Kurasa hal yang merepotkan telah selesai seutuhnya meski begitu aku memiliki tugas terakhir dari Amnesty untuk pergi ke menara Babel dan lalu membersihkan semuanya tapi sebelum itu aku akan beristirahat saja.


Saat aku membuka pintu istana semua orang berpenampilan seperti pelayan sekarang, mereka sengaja tidak mengaitkan kancing atas mereka dan rok jelas terlihat sangat pendek.


"Selamat datang kembali, mau makan dulu, mau mandi atau kami semua?"

__ADS_1


Mereka semua tak pernah berhenti membuatku terkejut, aku memilih untuk makan saja jika memilih terakhir aku tidak akan bisa beraktivitas keesokan harinya.


Beberapa hari berikutnya aku pergi ke kerajaan Belta bersama Livia dan Alteira selagi membawa hadiah. Istri Ryker telah melahirkan seorang putra dan aku datang untuk melihatnya.


Ada Kizuna dan yang lainnya juga di sini di mana sebuah pesta kecil telah diadakan untuk menyambut para tamu.


"Yo, Lion... kudengar kau telah meraih pencapaian luar biasa, sayang sekali tidak ada yang tahu bahwa kau sebenarnya seorang pahlawan yang telah menyelamatkan dunia bernama alam dewi."


"Dari mana kau tahu?"


"Clarisa menceritakannya."


"Aku tidak berniat mengumbarnya jadi mari rahasia saja."


"Baiklah."


Charlotte di samping Kizuna masing mewaspadaiku lalu memeluk Kizuna dengan erat.


"Aku tidak akan membiarkan Kizuna bersamamu."


Pasangan Yuri ini membuatku risih. Istri Ryker muncul lalu menyerahkan sebuah minuman tanpa alkohol padaku.


"Aku yang harus."


"Um."


"Kalau begitu, untuk masa depan kerajaan yang damai serta perayaan kelahiran penerus kerajaan Belta... bersulang."

__ADS_1


"Bersulang."


Aku tersenyum sebagai balasan.


__ADS_2