Terpanggil Ke Dunia Lain Oleh Dewi Jahat

Terpanggil Ke Dunia Lain Oleh Dewi Jahat
Chapter 97 : Sebuah Latih Tanding


__ADS_3

Di tengah arena pelatihan yang ditonton puluhan siswa aku menarik pedangku yang kupinjam dari akademi ini.


Sementara lawanku adalah lima orang yang terdiri dari tiga wanita dan dua pria.


Salah satu pria menggunakan perisai yang lainnya menggunakan pedang.


Rion berteriak mendukungku.


"Kalahkan mereka Lion, kau bisa menyentuh dadaku nanti sebagai hadiah."


"Bikin iri, aku pengen gebukin tuh orang."


"Benar sekali, gue bakal kesal jika dia menang."


Dewi itu berhasil memanaskan suasana.


"Sebagai kepala sekolah di sini, aku katakan pertandingan latih tanding ini dimulai."


Kelima siswa melangkah maju.


Pertama yang harus kuwaspadai adalah pengguna perisai, orang yang terlihat tidak kuat terkadang adalah orang yang luar biasa.


Dua orang mengambil tebasan pertama yang mana kulewati dengan baik, pedang itu memancarkan cahaya yang mampu meledak jauh.


Itu jelas semacam pedang sihir.


Dua lagi menyusul dengan serangan yang sama.


Di saat aku membalas, si perisai menahan seranganku dengan baik yang mana memiliki efek di mana seranganku akan terpantul sendiri padaku.


Benar-benar hebat.

__ADS_1


Akademi ini mempersenjatai muridnya dengan berbagai alat sihir tanpa menguras mana, aku pun akhirnya melakukan hal sama dengan melapisi pedangku dengan sihir.


Mereka sedikit terkejut dengan hal tersebut sampai akhirnya mereka tumbang ke bawah tanpa terluka parah.


"Jangan bilang bahwa kalian semua tidak bisa menggunakan sihir," aku melirik ke arah kepala sekolah yang dengan ringan mengangkat bahunya.


Apa-apaan ini? Bukannya ada yang aneh, jika kekuatan akademi hanya sejauh itu. Mereka hanya bergabung untuk kalah.


Rion berteriak semangat.


"Kerja bagus Lion, sekarang aku bisa mendapatkan uang lebih banyak dari yang kupertaruhkan dan untuk hadiah mari lakukan nanti."


Dia bisa-bisanya melakukan itu.


Di ruangan kepala sekolah aku mendapatkan bola yang kuinginkan, saat kepala sekolah pergi untuk membuat teh aku menyerap bola tersebut ke dalam tubuhku.


Yang mana ini merupakan sihir kayu yang berguna dalam pembangunan.


Bahkan jika aku memilih jalur pedagang itu akan menghasilkan banyak uang.


Kepala sekolah kembali datang dengan teh yang ditaruhnya di meja untukku maupun Rion.


Aku sempat bertanya soal akademi dan ia menjelaskan.


"Hal ini terjadi saat pergantian murid baru, para bangsawan merasa bahwa diri mereka direndahkan saat para rakyat jelata lebih baik dalam pengguna sihir ataupun bertarung, maka dari itu mereka yang berkemampuan dilarang masuk ke dalam akademi dan hanya diperbolehkan menjadi petualangan di guild-guild petualang."


Aku menyeruput tehku lalu berkata.


"Bukannya itu sangat merugikan bangsawan juga, jika kekuatan kerajaan melemah mereka akan mendapatkan kerugian saat raja iblis menyerang."


"Soal itu mereka mengatakan akan menyewa petualang untuk melakukannya."

__ADS_1


"Itu jelas tidak mungkin."


"Apa maksudnya?"


"Coba pikirkan saja, jika seorang yang dibuang kemudian diminta bantuan apa mereka mau melakukannya?"


"Tapi kerajaan memberikan hadiah yang sangat banyak."


"Kau tidak tahu siapa raja di sini, tapi aku yakin dia mengambil keputusan yang salah... dengan membuat Hirarki seperti ini, tidak aneh bahwa kerajaan akan hancur dalam sekejap."


"Aku akan menganggap perkataan barusan tidak pernah terjadi."


"Tentu, dengan perubahan akademi seperti ini apa kalian yakin masih ingin mendaftarkan diri dalam pertandingan."


"Ini bukan soal mampu atau tidak mampu, kami tetap akan mengikuti sebagai bentuk dari kepartisipasian antar negera."


Aku bisa mengerti soal itu.


Pertandingan ini hanya bentuk dari kerja sama antar negara saja.


Tak lama sebuah ketukan terdengar dari luar pintu.


Saat kepala sekolah mempersilakannya masuk, seorang memberikan informasi mengejutkan.


"Ada apa?"


"Akademi untuk para bangsawan telah dihancurkan oleh pasukan raja iblis Selatan, tidak ada yang selamat."


Hal ini sudah kuduga, dibanding menyerang tempat yang diisi oleh orang lemah, raja iblis lebih memilih menghancurkan basis kerajaan yang kuat dengan apapun yang dia punya.


Dari awal mereka sudah salah karena mementingkan ego semata.

__ADS_1


__ADS_2