
Demi human yang telah kami selamatkan bernama Mamia, Mamia adalah seorang anak yatim piatu di kota terdekat, dia sering datang kemari untuk berlatih sayangnya di luar dugaan Orc barusan datang lalu menyerangnya.
Latihannya sendiri diperuntukkan agar dia bisa ikut berpartisipasi dalam kompetisi pertarungan petualang yang akan dilaksanakan esok hari sayangnya dengan luka ini dia terancam untuk tidak bisa ikut, Itulah yang dipikirkannya sekarang namun dengan bantuanku seketika dia sembuh.
"Sudah selesai."
"Aku sembuh, aku bisa berdiri dan rasa sakit barusan sudah menghilang."
Dia melompat-lompat layaknya seorang anak kecil, entah kenapa itu sangat lucu untuk diperhatikan.
"Anu, jika kau menatapku seperti itu aku jadi malu."
"Ah maafkan aku..." aku memalingkan wajahku lalu melanjutkan.
"Untuk sekarang mari ikut makan dengan kami."
"Kalian penyelamatku aku benar-benar berterima kasih termasuk Nona Estelle."
"Panggil saja Estelle oke."
"Oke."
Mereka cepat sekali akrab.
"Jadi kenapa kau begitu antusias dengan perlombaannya?" aku mulai dengan pertanyaan tersebut.
"Sejak kecil aku dirawat oleh pantiasuhan karena itu aku ingin sedikit meringankan beban semua orang di sana dengan uang yang kudapatkan di kompetisi ini."
"Apabila kau kalah?"
"Aku akan mencari jalan lain, lagipula aku ini seorang petualang... lalu bagaimana dengan kalian."
"Kami berniat untuk melawan raja iblis."
"Eh, bukannya itu berbahaya?" Mamia benar-benar terkejut dengan ucapan Estelle kendati demikian dia mencoba menenangkan dirinya kembali.
__ADS_1
"Kalian pasti sangat hebat."
"Kami bukan apa-apa, aku masih mendapatkan pelatihan dari Lion... bagaimanapun jika kau ikut dengan kami, kita bisa mengalahkan raja iblis bersama-sama."
"Oi, Estelle... jangan menyeret orang lain dalam bahaya, Mamia sudah jelas memiliki sesuatu yang berharga yang ingin dia lindungi di kota."
Seolah mengerti apa yang kukatakan Estelle buru-buru melambaikan tangannya.
"Maafkan aku, tolong anggap saja aku tidak mengatakannya."
"Maaf."
Aku diam sejenak lalu melanjutkan.
"Pertandingan merupakan hal yang bagus untuk menambah pengalaman jadi Estelle."
"Jangan menatapku seperti itu. Aku pasti akan ikut."
"Baguslah jika kau mengerti."
Kami menghabiskan makanan kami, Mamia memutuskan untuk menginap di tenda Estelle sementara aku berjaga di luar selagi menghangatkan diri di dekat api unggun.
"Belum tidur?" kataku.
"Aku hanya memikirkan tentang Mamia, aku sedikit kasihan padanya."
Aku tidak membalas perkataannya melainkan memberikan teh hangat sebagai gantinya.
"Ini lebih enak dari yang kuingat."
"Di sini tanaman hidup dengan baik maka dari itu hasilnya juga baik pula."
"Begitu."
Tidak ada percakapan penting diantara kami sampai kami pun tidur dan baru pagi berikutnya kami mengunjungi kota terdekat yang ditinggali oleh Mamia.
__ADS_1
Seperti yang dia katakan dia memang tinggal di sebuah panti asuhan, ada ruangan mirip gudang di belakang bangunan utama dan di sinilah tempatnya tinggal, berhubung tidak ada lagi kamar yang bisa dia gunakan di bangunan utama maka ia menyulap gudang seadanya.
Pintu dibuka dan diluar dugaan tempatnya sangatlah bersih, ada tempat tidur, meja makan serta laci untuk menyimpan pakaian serta barang miliknya.
Tak lama kemudian seorang wanita pendeta muncul dengan tergesa-gesa, ia mengenakan pakaian biarawati pada umumnya.
"Mamia."
"Ah, ibu asuh."
"Semalam kamu tidak kembali, semua orang mencemaskanmu, apa kamu baik-baik saja?"
"Soal itu, ada masalah di hutan dan keduanya menyelamatkanku."
Tiba-tiba ibu asuh tersebut menundukkan kepalanya ke arah kami berdua.
"Aku benar-benar berterima kasih, Mamia selalu memaksakan diri, bahkan ia repot-repot menjadi petualang hanya untuk membantu semua anak di sini."
"Sudah kukatakan, ini keinginanku."
Beberapa anak muncul di belakang ibu asuh, mereka mungkin berkisar 4-6 tahun.
"Ibu kami lapar," seorang gadis kecil membawa boneka berkata demikian.
"Ah.. itu."
Sepertinya mereka mengalami kesulitan, aku mendekat ke arah gadis tersebut.
"Gadis kecil kau mau makan apa?"
"Ayam goreng dan juga nasi... beberapa hari ini kami hanya makan sepotong kue."
"Kalau begitu."
Estelle memiliki wajah pucat.
__ADS_1
"Lion, jangan bilang kau."
Aku menyeringai dari balik topengku.