
Dengan jumlah mata sebanyak itu sudah jelas orang di depanku bukan orang yang lemah, untuk berjaga-jaga aku menggunakan skill dosa mematikan kesombongan membuat diriku banyak dengan sihir ilusi.
Mata di tubuh orang di depanku mulai berkedip-kedip dan itu tampak mengerikan.
"Aku adalah pilar utama Raiku, kau?"
"Seorang petualang Lion."
Sudah sewajarnya kedua ahli pedang mengatakan nama satu sama lain sebagai penghormatan sebelum bertarung, ilusi diriku menyergap secara bersama dengan seluruh pedang diarahkan pada satu titik.
Sebuah petir hitam menyembur ke udara setelah menembus semua ilusi tersebut melenyapkannya seperti sebuah udara tipis.
Orang ini.
Sangat kuat.
Dia muncul di depanku selagi mengayunkan pedangnya, aku yang belum siap menahan sebisaku dengan dua pedang, pedang iblis masih bisa menahannya akan tetapi pedang yang lain patah seperti sebuah lidi.
Sebelum aku membalas dia memukul perutku memuntahkan seluruh isi cairanku sampai aku melesat jauh menghantam lima rumah dalam satu detik.
Orang-orang mulai berhamburan untuk menjaga jarak dariku yang terbaring di sebuah kios buah-buahan.
Aku membuka topengku lalu memasukannya ke dalam sihir penyimpanan sebelum bangkit, dengan melepaskannya aku bisa bertarung lebih serius.
__ADS_1
"Sungguh bagus jika kau mau menunjukkan wajahmu, kita lihat seberapa kau menderita saat tubuhmu terpotong-potong."
Dia mengirim satu tebasan ke arahku, tepat saat aku berguling menghindari seluruh bangunan yang dilewatinya terbelah dua, sungguh malang melihat seorang pria terbelah menjadi dua bagian dari kepala sampai kaki dan terkapar begitu saja.
Seluruh bangunan rubuh dengan kehancuran bagaikan bencana. Dia hendak mengayunkan kembali pedangnya dan aku menghilang untuk menangkap satu tangannya.
"Teleportasi instan kah?" katanya tidak terkejut.
"Aku tidak akan membiarkannya."
Aku menyeret Raiku berpindah ke luar kota di mana kami berdua jatuh dari ketinggian 100 meter. Iblis ini termasuk iblis yang tidak bisa dihadapi di kota.
Kuhempaskan dia lebih awal untuk menjatuhkannya ke permukaan tanah.
"Dragon Slash."
Kepala naga menukik dengan kecepatan tinggi menghantam tubuh Raiku dengan ledakan memekakkan telinga yang mana menciptakan kawah raksasa seluas 50 meter setelahnya. Aku menghilang dan muncul lagi tepat di depan kawah.
Asap debu yang sebelumnya mengepul telah hilang tertiup angin, jika manusia atau iblis biasa akan mati saat mereka jatuh dari ketinggian seperti itu sayangnya orang yang kulawan salah satu pilar utama di mana kekuatannya jelas melebihi pilar penyangga ataupun pilar pondasi, seolah tanpa terluka Raiku bangkit, dia memutar seluruh persendian miliknya yang hancur termasuk lehernya yang patah.
Mata-mata ditubuhnya masih menakutkan sama seperti sebelumnya.
Dia memiliki sepuluh mata utama di wajah sementara puluhan lain di tubuhnya.
__ADS_1
Apa itu semua mata miliknya atau mata dari orang lain?
"Yang barusan lumayan juga... Sepertinya kau sedikit penasaran dengan mataku, biar kukatakan, seluruh mata ini adalah mata dari iblis tingkat atas yang kuambil, sementara sepuluh mata di wajahku adalah milik para pilar utama."
"Kau membunuh rekanmu?" kataku demikian.
"Tak masalah siapapun yang kubunuh, asal mereka bisa memberikan kekuatan pantas untuk dihabisi... ini semua demi tujuan tuan Henos."
Dia iblis sesungguhnya dari iblis.
Kebanyakan dari yang pernah kulihat hanya pembully saja.
Aku melanjutkan.
"Dari awal aku sedikit merasa aneh... orang yang bernama Henos itu ingin mengeluarkan seluruh iblis ke dunia manusia, apa dia sudah gila? Di sini para iblis titan sudah dihabisi dan kalian memiliki langit indah akan tetapi dia tidak mengurungkan impiannya itu."
"Entah dunia ini berubah atau tidak hal itu tidak masalah, kami hanya ingin mengambil kejayaan para iblis di masa lalu dengan menjadikan para manusia sebagai hewan ternak dan juga makanan bagi kami."
"Sungguh menggelikan, iblis di sana juga tidak memiliki pikiran seperti itu."
Aku memasang kembali kuda-kuda dengan satu pedang yang kupegang erat dengan kedua tanganku.
"Majulah, makhluk sepertimu tidak diizinkan berada di dunia manapun."
__ADS_1