
Di atas tempat tidur aku membuka paha Rion lalu memegangi pinggangnya untuk membuat gerakan masuk keluar.
"Haa.. haa.. haa..."
Setelah selesai dengannya aku pindah ke Aira dan melakukan hal sama hingga walaupun aku tidak ikut kompetisinya aku sudah kelelahan keesokan paginya.
Mataku mirip panda dan itu menjadi ejekan semua orang, aku benar-benar tidak tidur semalam karena kedua orang ini.
Aira maupun Rion memerah dan saling mengalihkan pandangannya ke samping. Setelah selesai di sini aku benar-benar ingin cepat tidur.
Semua kontestan telah siap dengan rakit mereka, sebagai tanda mereka menggunakan bendera dengan warna berbeda.
Aku memprotes. "Bukannya itu pakaian dalam?"
"Kami tidak ada waktu untuk membuat bendera."
Kalian semua penjahat yang suka menyolong jemuran kan?
Tanpa menunggu lama, aku menjatuhkan bendera dan mereka mulai bergerak dengan bantuan dayung.
Orang-orang yang menjadi penonton berteriak semangat dan dari mereka saling membantu timnya dengan melemparkan batu ke arah rakit lawan masing-masing.
"Kalian?"
Teriakku.
Ini jelas bukan ideku.
Pria tua satu berkata.
"Bagaimana ini, ini bisa disebut pertandingan tidak adil."
__ADS_1
Pria tua dua membalas.
"Benar sekali."
"Kedua perwakilan sama-sama tidak diuntungkan karena itu anggap saja jadi sebuah rintangan."
Keduanya sepakat.
Di ujung sana ada sebuah penanda setelah sampai mereka akan berbalik lagi kemari, awalnya dayung namun saat mereka kembali mereka akan merubahnya jadi tongkat bambu.
Sungai ini cenderung beraliran tenang karenanya itu bukan mustahil.
Setelah beberapa menit menunggu mereka kembali dengan pertarungan akhir, mereka saling mengejar satu sama lain namun sejujurnya aku telah menyabotase bagian bawah rakit dengan sosok Harty di dalam sungai.
Aku memintanya agar mereka bisa masuk ke garis finis secara bersamaan dan itu terjadi seperti yang kuduga
Kedua kepala desa tampak kebingungan.
"Mau bagaimana lagi, dengan ini kalian bisa memilih akan tinggal bersama-sama atau pergi dari sini bersama-sama."
Mendengar jawabanku wajah mereka memucat.
"Kami sudah hidup nyaman di sini, aku jelas tidak bisa pergi dari sini."
"Aku juga."
Entah pria tua satu atau dua memiliki pemikiran yang sama.
Aku mengangkat bahuku lemas
"Mau bagaimana lagi, kalian berdua bisa tinggal di sini dan mulai hidup berdampingan."
__ADS_1
"Kurasa itu lebih baik."
"Aku juga setuju."
Pria tua dua sejak tadi hanya mengikuti pembicaraan. Aku yakin jika ini anime dia tidak akan mendapatkan bayaran apapun.
Aku menambahkan.
"Jangan lupa untuk menghilangkan larangannya."
"Kami mengerti."
Sebagai perpisahan dariku, aku membuat sebuah jembatan besar terbuat dari kayu yang menghubungkan satu sama lain dan kuberi nama sebagai jembatan perdamaian.
Konflik di tempat ini sudah berlangsung lama, perdamaian adalah hal yang harus mereka terima ke depannya..
Aku senang bisa melakukannya.
Kedua kepala desa mengantarkan kepergian kami sembari mengucapkan terima kasih, mereka juga sudah lelah berkonflik jadi tidak ada siapapun yang menyangkalnya.
Pria tua satu berkata.
"Setiap setahun sekali kami akan mengadakan festival termasuk perlombaan rakit, berbeda dari sekarang perlombaan itu hanya berakhir sebagai acara persahabatan, apa tuan Lion tidak keberatan?"
"Tentu saja tidak, lain kali hanya satu rakit untuk satu orang."
Keduanya mengangguk mengiyakan, sejak itu kedua desa hidup dengan damai.
Ada satu hal yang aneh setelah kepergianku, dikatakan bahwa angka kelahiran di sana naik dua kali lipat dari tahun sebelumnya.
Aku yakin itu karena pengaruh perdamaian atau mungkin ada yang lain?
__ADS_1