Terpanggil Ke Dunia Lain Oleh Dewi Jahat

Terpanggil Ke Dunia Lain Oleh Dewi Jahat
Chapter 84 : Menuju Ibukota Negeri Api


__ADS_3

Tak hanya buahnya yang enak. Jambu air memiliki kadar air yang tinggi, ini sangat bermanfaat bagi penduduk bahkan jika mereka berniat menjualnya pada pedagang itu akan menghasilkan banyak uang.


Aku menggunakan sihir angin untuk menjatuhkan beberapa buah-buahan yang kuberikan kepada anggota partyku.


Harty mengendusnya untuk memastikan aromanya sebelum memasukannya ke dalam mulutnya.


"Owh... ini sangat manis."


Dia mengutarakan hal sama yang dikatakan penduduk lainnya.


Sekarang waktunya membuat danau yang bisa mereka gunakan sementara waktu, menggunakan sihir dunia tanah aku menciptakan lubang besar.


Akan lebih bagus jika aku bisa membuat semen sayangnya sihir tanah tidak bisa melakukannya meski begitu aku bisa mengeraskan bagian tanah dengan cukup baik.


Aku kemudian mengisinya dengan air dan dalam sekejap danau tercipta.


"Kalian bisa menggunakan danau ini sekarang kalian bisa memulai bertani lagi," perkataanku telah menyalakan kembali api semangat dalam diri penduduk ini.


Setelah lima hari semuanya telah jauh membaik.

__ADS_1


Kurasa sudah waktunya kami untuk kembali berpetualang.


Risela maupun penduduk desa mengantarkan kepergian kami.


"Kami benar-benar berterima kasih, jika ada yang ingin kami lakukan kami bersedia memenuhinya tuan pahlawan," ucap kepala desa.


"Aku bukan pahlawan, aku hanya petualang biasa... kalau begitu sampai nanti, kalian hiduplah dengan damai dan rukun itu hanya permintaanku."


Risela berteriak dari kejauhan.


"Berhati-hatilah kalian semua, aku tidak akan memaafkan kalian jika terbunuh."


Aku hanya melambaikan tangan sebagai jawaban. Tempat yang akan kami kunjungi adalah ibukota. Aku sebenarnya ogah untuk datang ke sana hanya saja aku tidak punya banyak pilihan.


Walau kakak pertamanya jahat di mana dia selalu membeli budak dan melakukan banyak hal dengan mereka namun kakak perempuannya tetaplah baik.


Dia mungkin telah menjadi ratu di negeri angin sebagaimana kita tahu bahwa kakak laki-lakinya telah dibunuh Titan, tidak aneh jika kakak perempuannya dipaksa untuk menikahi raja negeri api sebagai ganti dari Rosvalia.


Aku diminta Rosvalia untuk menyelamatkannya dari pernikahan tersebut dengan menjadi sosok penculik pengantin wanita, sungguh merepotkan tapi aku juga tidak bisa mengabaikan hal ini.

__ADS_1


Valentine yang membawa kertas selembaran bertuliskan waktu kedatangan kakak Rosvalia ke negeri api berkata ke arahku.


"Jika Lion menculik calon istrinya maka negeri angin tidak memiliki penerus lagi maka demikian negeri angin akan hancur dan menjadi perebutan antara negeri lainnya."


"Soal itu aku sudah memikirkannya, aku ingin Huang Lien yang mengambilnya."


"Heh, dan bagaimana caranya?" potong Rion.


"Aku akan meminta kakak Rosvalia menyerahkan kekuasaannya padanya."


"Itu seperti kau yakin bahwa dia akan melakukannya lagipula ayah dan ibunya masih hidup meskipun kedua putrinya menghilang mereka masih bisa mengelola kerajaan."


"Mudah saja, aku akan meminta keduanya untuk mengadopsi Huang Lien ketika mereka berdua meninggal maka Huang Lien akan mengambil dua negara sekaligus."


"Kau cukup nekat, aku yakin Huang Lien akan memberikanmu persyaratan sebelum menerima perjanjiannya, itu juga berlaku pada raja dan ratu negara angin."


Rion berbicara bukan karena tidak ada alasan, ia adalah dewi, bukan hal sulit untuk melihat masa depan.


Harty memegangi perutnya selagi berkata 'lapar' dan Nibela di sampingnya hanya mengerenyitkan alis.

__ADS_1


Jika membandingkan ukuran asli keduanya Nibela jauh lebih besar dari Harty tapi dia malah lebih rakus darinya.


Membayangkan Titan setinggi 80 meter cukup membuatku merinding dan yang paling pendek hanya mencapai tinggi 40 meteran saja.


__ADS_2