
Di kamar mandi yang luas aku duduk selagi menggosok punggung Rion dengan kain penuh busa.
Tubuhnya yang putih bersih serta lembut membuatku sulit untuk melakukannya.
"Berterima kasihlah padaku, aku hanya mengizinkan kau saja yang boleh melakukan ini padaku."
"Terima kasih."
"Tidak biasanya kau menurut."
Aku hanya membersihkan bagian belakang, untuk bagian depan dia bisa melakukannya sendiri. Selagi menunggu selesai aku mulai mengambil sampo untuk mengeramasi rambut peraknya.
"Hehe, aromanya sangat harum."
"Karena ini mahal sudah jelas kan."
Aku mengambil air ke dalam ember kecil lalu mengucurkannya dari atas kepalanya, tak kusangka kran air di penginapan ini telah menggunakan sihir.
Jika kran diatur kau bisa memakai air hangat atau dingin secara bersamaan.
"Sudah selesai," kataku lega.
"Sekarang giliran aku yang memanjakanmu."
"Tidak, tidak, aku bisa melakukannya sendiri."
Berbeda dengan aku yang panik Rion tersenyum manja lalu merangkul lenganku untuk menempatkannya di belahan dadanya.
"Sudahlah, anggap ini pelayanan dari seorang dewi. Aku juga akan menggunakan dadaku."
__ADS_1
Adegan erotis macam apa ini?
Setelahnya aku hanya bisa menenggelamkan wajahku di bak mandi sementara Rion bersantai dengan wajah puas.
Dewi ini.
Aku tadinya ingin mengambil waktu sendirian di tempat ini, tak kusangka dewi ini sengaja menungguku lengah dan masuk setelahku.
Rion berkata dengan santai selagi mengusap tangannya.
"Nyaman sekali."
Aku hanya bisa memicingkan mata menatapnya.
"Apa?"
"Berhentilah menggodaku, kau malah mirip Succubus sekarang."
"Aku tidak bisa menyangkalnya."
Aku melanjutkan.
"Saat di kota aku sudah mengetahui identitas Lien sebenarnya, dia adalah ratu di wilayah timur ini."
"Kau yakin?"
"Aah, saat parade dimulai ada beberapa penjaga yang sedang berlari ke sana kemari, aku bertanya pada mereka, mereka bilang bahwa mereka tidak bisa menemukan ratu. Aku menanyakan nama ratu tersebut dan mereka bilang Huang Lien."
"Itu tidak masuk akal, jika Huang Lien yang asli hilang di laut kenapa mereka malah mencarinya di kota, apa dia melarikan diri dari sini?"
__ADS_1
"Tidak, itu mustahil.... faktanya kita menemukannya di pesisir pantai akan aneh rasanya jika penjaga mencarinya di sini."
"Dengan kata lain?"
Rion menunggu perkataanku selanjutnya.
"Ada ratu palsu, aku hanya menebak bahwa Lien ingin pergi ke suatu tempat dengan menggunakan perahu saat dia hendak kembali seorang menyerangnya dengan menjatuhkannya ke dalam air laut lalu mengganti ratu dengan ratu palsu."
"Jadi begitu, ini pemberontakan."
"Aku belum bisa menyimpulkan hal itu, ada dua kemungkinan yang bisa terjadi.. pertama memang ada seorang yang ingin merebut posisi ratu dengan cara melakukan kudeta dan yang satu lagi wilayah barat sedang mencoba menginvasi wilayah ini secara diam-diam dan merencanakan semuanya."
"Memang benar hubungan kedua wilayah ini memang kurang baik. Aku tidak mau memikirkan apapun jadi sisanya kuserahkan pada Lion saja, yang kuinginkan hanya bersantai seperti ini... nyaman sekali, Ah sepertinya dadaku bertambah besar lagi boing-boing."
Aku hanya menghela nafas panjang.
Saat aku kembali ke ruangan tamu semua anggota partyku telah mengenakan Hanfu yang mereka sukai sama seperti Lien. Mereka tampak cocok mengenakannya serta terlihat sangat elegan satu sama lain.
Aku memberikan mereka masing-masing sekantong uang.
"Kalian pergilah berbelanja, aku akan mencari informasi di kota."
"Biar aku membantu juga?" sela Valentine dan aku menjawab dengan gelengan kepala.
"Tidak usah, kalian bersenang-senanglah saja, selama ini kita terus melakukan perjalanan melelahkan. Mari bersantai sebentar."
"Baik."
Aku hanya melihat kepergian mereka semua, untuk Lien dia tetap harus mengenakan topengnya.
__ADS_1
Walau terkesan aneh dia harus sedikit bersabar tentang itu.