
Aku duduk di taman istana selagi menyuapi potongan apel pada Clarisa.
"Hmm... mereka memiliki apel dengan kualitas terbaik, jadi apa yang ingin kau tanyakan Lion?"
"Sebelum itu aku ingin mendengar bagaimana kau membuat eksperimen seperti membentuk dirimu dengan kekuatan titan."
"Dari sana kah, yah... kurasa aku juga tidak punya alasan lagi untuk menutupinya."
Clarisa diam sejenak sebelum melanjutkan.
"Ketika kecil aku memiliki tubuh yang lemah dan mungil, setiap harinya aku hanya tinggal di perpustakaan milik keluarga tanpa keluar rumah sedikitpun... suatu hari ayahku bercerita tentang dunia yang jauh lebih berbeda dari dunia bawah dan ia bilang bahwa ibuku juga berasal dari sana. Bagiku yang mengidolakan dunia luar fakta itu lebih menarik dari yang bisa kubayangkan, suatu hari ayahku menunjukkan sebuah gerbang di mana ia bisa memindahkan dirinya ke dunia tersebut, aku dan ayahku selama seminggu sekali pergi ke sana dan kami mengenal seseorang bernama Julie, Julie adalah seorang profesor yang menakjubkan dia membuat beberapa formula lewat kemampuannya dan aku terus belajar darinya."
__ADS_1
"...."
"Selama setahun aku mulai memikirkan bagaimana cara membuat tubuhku yang lemah menjadi tubuh yang kuat, dan suatu hari setelah kepergian ayahku aku memutuskan satu hal... jika aku bisa membuat diriku sekuat titan namun tidak merubah diriku jadi raksasa itu akan lebih baik hingga aku dan Julie melakukan berbagai eksperimen untuk melakukannya.. saat aku berhasil membuat ramuannya itu hanya merubah manusia menjadi titan meski begitu manusia yang dirubah masih bisa kembali ke bentuk sedia kala hanya saja kekuatan yang dibawa olehnya tidak bisa dipakai dengan wujud manusia, bagiku itu merupakan kegagalan namun bagi Julie itu merupakan maha karya luar biasa, bahkan jika peperangan berakhir dengan kekalahan ras titan, ras titan tidak akan pernah musnah...aku merasa niat Julie dan aku telah berbeda dan selama setahun berikutnya aku memutuskan untuk tinggal di dunia bawah selagi aku meneliti banyak hal hingga aku berhasil melakukannya."
Aku hanya memandang Clarisa saat dia menengadah ke langit.
"Saat seseorang berhasil melakukan satu hal maka banyak hal yang ingin dilakukan selanjutnya, setelah aku berhasil aku mulai meneliti gerbang ayahku dan mulai menciptakan gerbang-gerbang lainnya, saat itu hanya satu yang bisa kubuat karena akan berbahaya jika beritahukan pada yang lainnya, aku memutuskan untuk tidak melakukan eksperimen soal gerbang dan menyembunyikan catatanku, iblis sangat membenci manusia jika suatu hari mereka kehilangan kebenciannya maka baru saat itu aku akan menunjukkannya sekali lagi aku kembali ke dunia manusia dan aku mulai merasa betah di sini dan akhirnya gerbang yang kubuat kuhancurankan sendiri dan memutuskan membiarkan semuanya apa adanya tapi tak kusangka Solomon mengambil penelitianku hingga melakukan ini semua."
Kini giliranku untuk menanyakan sesuatu yang telah kusimpan sejak lama.
"Bisakah kau membuat gerbang yang bisa digunakan selamanya, yang mampu menghubungkan dunia ini dan dunia bawah sekali lagi."
__ADS_1
"Jika kau menanyakan hal itu maka jawabannya bisa namun karena kondisiku yang seperti ini, Lion sendiri yang harus mengambil bahannya."
"Bahan?"
"Ada tempat yang disebut Labirin Besar, berbeda dari dungeon tempat itu sangat berbahaya bahkan ketika berada di dalamnya kau akan berfikir bahwa kau berada di luar."
"Labirin Besar?"
"Benar, bawakan aku batu bintang dari setiap lantai kelipatan 10 maka akan kubuatkan gerbangnya."
"Dengan kata lain aku harus mencapai lantai 100."
__ADS_1
Clarisa mengangguk sebagai jawaban, sungguh merepotkan bahwa di dalam sana sihir teleportasi tidak bisa digunakan.