Terpanggil Ke Dunia Lain Oleh Dewi Jahat

Terpanggil Ke Dunia Lain Oleh Dewi Jahat
Chapter 228 : Serangan Dari Musuh


__ADS_3

Aku sebenarnya ingin menghindari hal semacam bertarung untuk memulihkan tenagaku, sayangnya hal itu jelas mustahil.


Di tangan kananku pedang Rion dan di kiriku pedang Aira, selagi melayang di luar kota aku bisa melihat empat iblis bergerak melesat ke arahku.


Tiga dari salah satunya pria yang cukup mengerikan atau mungkin satu wanita di sana lebih mengerikan juga.


Tanpa harus menunggu diserang aku memutuskan melesat maju, menghadapinya secara langsung, melihat pergerakanku yang tiba-tiba salah satunya berhenti untuk menahanku sementara yang lain membentuk lingkaran di mana aku berada di tengahnya.


"Akhirnya kami temukan juga."


"Kalian keras kepala sekali."


"Itulah kami, sebelumnya kau menggunakan ilusi hingga kami terkecoh sekarang hal itu tidak bisa kau lakukan lagi."


Aku menyadari satu hal bahwa mereka menggunakan sihir anti ilusi untuk menangkisnya.


Sihir ilusi adalah sihir yang membuat panca indera terganggu, berbeda dari sihir ilusi biasa sihir dosa mematikan memiliki cangkupan yang luas sekitar 1 km yang mana membuat seolah tubuhku benar-benar banyak.


Sayangnya sudah tidak bisa lagi digunakan selain mengandalkan kekuatan sihirku, tiga Priodal Demon meluncur ke arahku setelah memunculkan senjata mereka.


Tombak, trisula dan juga pedang.

__ADS_1


Sepertinya wanita di belakang mereka adalah pemimpinnya.


Tombak terjulur ke arahku yang mana aku tangkis ke samping, saat Trisula melesat ke depan wajahku aku menarik setengah tubuh ke belakang, di saat yang sama sosok pedang telah muncul di atasku.


Dia mengayunkan pedangnya dan aku menahannya dengan dua pedang yang disilangkan hingga menukik jatuh ke bawah.


Aku akan mulai menamai mereka sesuai senjata yang mereka gunakan. Trisula bisa digerakkan dengan pikiran karena itu aku harus berhati-hati dengannya.


Ketiganya mengikutiku turun ke tanah sementara wanita iblis duduk selagi menyaksikan di atas kepalaku.


Iblis trisula mulai memperbanyak senjatanya dan aku hanya memiliki dua pedang untuk menangkisnya, aku berlari ke samping saat puluhan trisula telah mengejarku.


"Mau kemana kau?"


Iblis tombak secara tiba-tiba muncul di belakangku mengirimkan ujung tajamnya, aku jelas sudah tidak bisa bergerak namun Clarisa muncul untuk menangkap tombak tersebut lalu mematahkannya dengan baik.


"Bukannya empat lawan satu itu tidak adil bagaimana jika tambah satu orang lagi untuk mengalahkan kalian."


Semua iblis mundur.


"Mustahil ada seseorang yang bisa mematahkan senjata kelas atas, siapa kau ini?" tanya salah satunya.

__ADS_1


"Aku hanya elf yang tak sengaja lewat, Lion bisakah kau memberikan ketiga orang ini padaku sementara itu kau lawan wanita di atas itu... jujur dia lawan yang sangat sulit dihadapi dibanding ketiga iblis ini."


"Aku tidak keberatan."


Aku menggunakan sihir teleportasi dan muncul di depan wanita iblis itu hingga dia terkejut.


Saat ia hendak mengirimkan tangannya aku lebih dulu menebasnya sehingga dia mundur ke belakang.


"Lion tangannya."


Atas peringatan Rion aku melirik tangan terpotong tersebut yang mana telah menciptakan bola merah.


Ketika aku menangkisnya itu jatuh ke arah lain lalu meledak dahsyat membentuk kawah raksasa setelahnya.


Tangan yang terpotong kembali terbang lalu menyatu di tubuh utamanya.


"Baru kali ini ada seseorang yang bisa memotong tanganku, pedangmu pasti istimewa bahkan bicara juga."


"Ini pedang kebanggaanku, bisakah kau menyerah dan kembali ke duniamu sendiri."


Dia menyeringai dimana senyumannya merobek ke arah telinga menampilkan gigi tajam berjeruji.

__ADS_1


"Aku menolak."


Sepasang sayap kelelawar muncul di belakangnya.


__ADS_2