
Rion menyelesaikan ceritanya di bagian dia dipenjara dengan penuh kemewahan seperti makanan, kursi pijat serta pakaian yang indah.
Sekali lagi kami mengalihkan pandangan ke Gracia yang mengangguk tegas akan hal itu dan Harty menambahkan.
"Pertarungan dewi terkesan mengerikan."
"Aku juga setuju."
Banyak orang yang bertambah setuju sementara Rion hanya duduk santai dengan meminum tehnya.
"Kurasa sudah waktunya pergi bekerja," ucapan Misa membuat semuanya menyebar begitu saja dan hanya menyisakan aku dan Rion.
"Kenapa mereka?"
"Yah, kupikir mereka bosan mendengar ceritamu."
"Eh, padahal aku bercerita dengan semangat."
Kebanyakan yang dia ceritakan hanyalah pelecehan seksual tapi aku tidak ingin membahasnya lebih lanjut dan hanya meminum tehku.
Besok kami akan memanen hasil kebun maka dari itu aku lebih baik berisitirahat untuk hari ini tanpa melakukan pekerjaan apapun.
Pagi berikutnya semua orang yang kukenal telah berada di ladang dengan luas satu hektar persegi yang dijadikan sebagai ladang perkebunan, di sini kami menanam ubi, kentang, serta tumbuhan yang biasa ada di perkebunan dan membaginya beberapa kelompok untuk merawatnya.
Semua orang sibuk dengan pembangunan kota untuk para ras rubah karena itulah yang melakukannya hanyalah keluargaku. Rosvalia turut membantu juga.
Aku kasihan pada kakaknya yang harus menggantikannya soal urusan kerajaan.
Harty mengambil satu kentang dengan tangannya lalu melemparkannya ke dalam mulutnya.
"Rasanya tidak terlalu buruk, akan kucoba satu lagi."
__ADS_1
Valentine yang melihat dari samping gemetaran hingga aku bertanya padanya.
"Ada apa Valentine?"
"Kentang barusan ada cacing yang menempel dan Harty memakannya begitu saja."
Dia lupa bahwa Harty itu naga. Aku berkata ke semua orang.
"Apa semuanya sudah bawa peralatannya?"
"Ya."
"Kecuali Rion mari bekerja keras."
"Baik."
"Kejam sekali, aku juga akan bekerja keras," ucap Rion setelah dia melakukannya sebentar ia duduk selagi meminum teh.
Sudah kuduga.
Yah, dari awal kami juga memintanya untuk diam di rumah karena hamil tapi dia bilang tidak ingin ditinggalkan sendiri jadi dia ikut.
"Mama, aku dapat yang besar."
"Aku juga."
"Bagus sekali, masukan ke dalam keranjang."
"Baik mama."
Ricol dan kelima putrinya bekerja dengan baik, Aira dan Gracia juga saling bekerja sama untuk memenuhi keranjang mereka.
__ADS_1
Misa dan dua pelayan turut membantu Atlas, yang terlihat main-main hanya Harty.
"Tanah di sini juga lumayan."
"Oi."
Dia benar-benar datang untuk makan rupanya. Aku tidak masalah jika dia hanya memakan tanah jika kentang aku pikir aku akan menghentikannya sebelum kami gagal panen.
Aku dan Rosvalia duduk bersebelahan dan lalu mencangkul tanah dengan perkakas di tangan kami. Saat kami melihat kentang dia langsung mengambilnya lalu memasukannya ke keranjang.
"Bukannya kau terlalu bersemangat Rosvalia."
"Tentu saja, aku juga tidak ingin kalah dengan mereka."
Entah kenapa ini berubah jadi persaingan. Mereka semua seolah bilang aku yang akan mendapatkan lebih banyak.
Aira hanya tersenyum canggung memperhatikan percikan api di semua orang.
"Tak apa, kurasa persaingan membuat semuanya lebih akrab," katanya demikian.
Saat Rion hamil mereka semua mulai termotivasi dengan sesuatu yang aneh seperti.
"Setelah ini aku yang akan hamil."
"Aku harus lebih sering berduaan dengan Lion."
Aku benar-benar harus bisa menyesuaikan diri mulai sekarang, hari ini udara tidak terlalu panas tepatnya cenderung berawan yang mana kami bisa seharian tinggal di ladang.
Siang harinya kami beristirahat dan mencoba merebus beberapa kentang yang dipadukan dengan keju baru saat senja tiba kami pulang ke rumah.
Rutinitas seperti ini lebih baik dibanding harus bertarung penuh pertumpahan darah.
__ADS_1