Terpanggil Ke Dunia Lain Oleh Dewi Jahat

Terpanggil Ke Dunia Lain Oleh Dewi Jahat
Chapter 409 : Kaki Tangan Dari Labirin


__ADS_3

Aku sedang beristirahat di dalam kamar saat sebuah ketukan di pintu membangunkanku, dari suaranya aku yakin bahwa itu Livia dan Velentine.


Aku membuka pintu dan melihat mereka terlihat sangat gelisah, kami baru beristirahat setengah hari apakah terjadi sesuatu?


Valentine yang menjelaskannya.


"Theo dan Dalius belum kembali sejak tadi, mereka bilang ingin berkeliling namun mereka belum kembali dan yang lainnya sedang mencarinya."


Itu jelas bukan ide bagus jika harus berpencar.


Aku jelas merasakan firasat buruk dan mengajak keduanya untuk pergi bersama, matahari telah berubah menjadi senja ketika kami bertiga menyelusuri kota.


Aku bertemu dengan Harty serta Siel di tengah perjalanan yang sama-sama menggelengkan kepala atas pencarian mereka. Jika dugaanku benar maka semua ini ulah Farida, aku dan yang lainnya bergegas pergi ke tempat satu-satunya yang belum diperiksa dan di sana aku melihat pemandangan yang mengerikan bahwa Theo terlihat sudah terkapar, armornya hancur, tubuhnya mengering seolah seluruh cairan ditubuhnya telah dilahap.


Harty memeriksa lalu mengatakan bahwa mana di tubuhnya telah diserap hingga mengering.


Pemandangan itu memang mengejutkan tapi yang lebih mengejutkan adalah di depan kami berdiri Dalius membelakangi sementara di depannya adalah Farida yang tampak kebingungan.


"Aaaa...aaa."


Siel bereaksi paling cepat.


"Ada apa ini Farida, kenapa kau ada di sini bersama Dalius."

__ADS_1


Dia tampak shock lalu menggelengkan kepala serta tangannya menyangkal apa yang terjadi, dan Dalius segera memotong.


"Dia orang yang menyerang Theo, aku melihatnya dia menyerangnya lalu menyerap sesuatu dari tubuhnya."


"Bu-bukan."


"Berhentilah menyangkal, kami sudah merekrutmu masuk ke dalam anggota party kami tapi malah ini yang kau lakukan... aku sangat menyesal, Siel bantu aku untuk membunuhnya."


"Aah."


Siel menarik pedangnya lalu berjalan ke depan. Dia menggenggam pedangnya dan bersiap untuk mengayunkan.


"Si-Siel."


Kami yang melihatnya terlihat terkejut akan tetapi Siel memiliki pemikirannya sendiri.


"Dalius yang kukenal tidak akan mengatakan bahwa aku harus membunuh rekannya, bahkan jika anggota partynya bermasalah dia pasti akan melakukannya sendiri."


"Sial... padahal penyamaranku sudah sempurna."


Kepala itu masih berbicara walaupun sudah terpenggal. Aku mengulurkan tanganku untuk mengirim sihir api dan dalam sekejap tubuh tanpa kepala tersebut mencengkeram tanganku lalu melemparkanku ke arah Farida.


Valentine, Livia dan juga Harty melompat menjauh bersama dengan Siel. Dari leher tubuh itu akar merambat kemudian menyatu dengan kepalanya kembali.

__ADS_1


"Begini lebih baik."


"Siapa kau?" tanya Siel.


"Apa maksudmu, aku adalah Dalius yang kalian kenapa, ah benar sebelumnya aku bernama Armin."


Mendengar itu mata Siel terbelalak terkejut namun dia masih bisa menjaga dirinya untuk menjelaskan.


"Armin adalah seorang ketua dari anggota party terkenal, kudengar seminggu yang lalu mereka dinyatakan menghilang saat menjelajahi tempat ini."


Dalius tertawa.


"Mereka bukan menghilang akan tetapi mereka sudah mati, aku sendiri yang membunuhnya... setelah Armin aku membutuhkan tubuh baru jadi aku membunuh Dalius. Aku menyamar jadi petualang lalu merekrut orang-orang yang menjanjikan kemudian membawanya kemari, semua itu demi sang ibu.. dia memerlukan energi dari orang-orang kuat agar bisa terus hidup dan membangun labirin ini semakin kuat."


"Memang aneh karena Dalius menyarankan kami pergi kemari, seberapa kuat kami, dia selalu mementingkan keselamatan rekan partynya dan tak mungkin mengambil resiko sejauh ini."


"Dari awal aku memang berusaha membunuh kalian di lantai dua sayangnya aku memiliki pemikiran yang berbeda saat mereka muncul."


Aku menyela pembicaraan.


"Sang ibu, apa mungkin dia adalah pemilik Labirin ini?"


"Benar sekali dan aku hanya kaki tangannya, petualang kuat cenderung bisa bertahan di tempat ini saat mereka rasa tidak mampu melanjutkan, mereka akan pintar untuk kembali mundur, dengan cara menipu mereka maka itu akan lebih mudah bagi labirin ini semakin berkembang."

__ADS_1


Semua hal jauh dari yang kuperkirakan.


__ADS_2