Terpanggil Ke Dunia Lain Oleh Dewi Jahat

Terpanggil Ke Dunia Lain Oleh Dewi Jahat
Chapter 457 : Hualing


__ADS_3

Sebagai tanggapan kami juga memperkenalkan diri kami, Hualing tersenyum lebar saat mengetahui bahwa kami berasal dari tempat jauh.


Aku mengatakan bahwa di tempatku banyak ras seperti dia juga.


"Benarkah, itu mengagumkan... aku mengira bahwa hanya aku saja yang ada di sini."


Itu membuatku bingung sehingga mengalihkan pandangan ke semua rekanku.


"Lion pasti tidak tahu tapi kurasa Hualing adalah satu-satunya yang tersisa di dunia ini, kudengar ras Siren telah lenyap sejak lama," atas pernyataan Estelle aku seketika memucat.


Varlia menjelaskan untukku.


"Lion berasal dari dunia lain, jadi dia tidak tahu."


"Dunia lain? Bolehkah aku ikut denganmu jika kau ingin kembali."


"Itu."


Ketika aku kebingungan suara dewi muncul di kepalaku.


"Aku tidak keberatan, Lion telah menyelamatkan dunia di sana jadi anggap saja ini hadiah."


Aku mendesah pelan lalu melanjutkan.


"Jika kau tidak keberatan maka aku akan mengajakmu."


"Terima kasih banyak."


Ketiganya berbisik satu sama lain.


"Pasti karena dadanya."


"Sudah jelas begitu."

__ADS_1


"Benar."


Estelle mengangkat tangannya.


"Aku juga ingin ikut, tolong nikahi aku."


"Aku ingin juga tapi aku memiliki peran sebagai ratu di sini, tolong hamili aku."


"Aku juga memilih dihamili saja."


Aku menarik pipi mereka ketiganya, mereka semua gadis saraf. Jelas aku tidak bisa melakukannya untuk Hualing dia mendapatkan persetujuan dari ratu dewi yang merepotkan jadi dia tidak masalah.


Lagipula kasihan juga jika dia terus sendirian dan menjadi penghibur di kota ini sebagai maskot kota. Di Elfdian ada sebuah danau jadi dia bisa tinggal di sana untuk ras sendiri akan kutawarkan tempat tinggal untuk mereka nanti.


Ketika aku memikirkan masa depan yang akan kupilih, sebuah teriakan terdengar.


"Pasukan raja iblis telah tiba, mereka membawa banyak tentara."


"Kalian mau pergi ke mana?"


"Kami ingin melawan mereka walau seperti ini kami ini kuat loh."


"Tapi."


"Jangan khawatir, akan kami selamatkan kota kalian... biarkan para penjaga untuk tetap di kota."


"Kalian semua, berhati-hatilah."


Hanya 3000 pasukan saja yang datang menyerang tempat ini, kurasa mereka terlalu meremehkan kami.


Pasukan sendiri terdiri dari ras Kabold. Mereka membawa pedang-pedang besar yang berjeruji selagi menyeretnya di tanah.


Seorang yang menjadi pemimpinnya mengenakan armor kuat di tubuhnya dengan suara keras memerintah seluruh anak buahnya.

__ADS_1


"Kita akan menghabisi mereka semua, hancurkan siapapun jangan beri ampun, keagungan untuk raja iblis."


"Hoh."


Semua pasukannya berteriak lalu menerjang ke depan kami juga melakukan hal sama.


"Kita selesaikan semua ini."


Pertarungan empat lawan 3000 bukankah pertarungan yang lumrah terjadi, namun inilah kenyataannya.


Kami berdiri di ribuan mayat Kabold sementara jenderal Kabold tampak memucat, darah mengalir dari armor yang telah rusak cukup parah.


"Kalian berempat, jangan bilang kalian juga yang mengalahkan jenderal yang lainnya."


"Itu benar, sekarang adalah era di mana kalian semua kalah."


"Mustahil?"


Varlia mengirimkan tusukan pedangnya dan itu membunuh jenderal tersebut tanpa memberikan waktu untuknya merasakan sakit.


Kini kota kedua telah terselamatkan, tinggal tiga lagi yang telah menunggu kami. Saat raja iblis kehilangan seluruh pasukannya saat itulah kami akan menyerangnya.


Kami melirik ke arah orang-orang yang sejak tadi memberikan dukungan serta berteriak senang, wajah mereka mengucapkan banyak terima kasih namun aku yakin dalam waktu semalam mereka akan merasa sedih karena ikon kota ini akan menghilang tanpa jejak.


Aku dan semuanya bersandar di pohon saat kemunculan Hualing yang sudah kami jadwalkan telah tiba. Dia tidak memakai wujud Siren melainkan sebuah kaki yang terlihat normal serta mengenakan gaun panjang terusan dengan campuran warna putih dan biru.


"Aku sudah siap."


"Mari pergi."


"Baik."


Perjalanan kami dimulai kembali.

__ADS_1


__ADS_2