Terpanggil Ke Dunia Lain Oleh Dewi Jahat

Terpanggil Ke Dunia Lain Oleh Dewi Jahat
Chapter 480 : Seharian Bersama Para Istri Bagian Satu


__ADS_3

Hari ini aku pergi bersama Rion untuk melakukan apa yang sebelumnya aku sepakati dengan Aira, dia hanya bertugas sebagai perwakilan karena itu sesungguhnya ide tersebut telah direncanakan semua istriku.


Rion sedang hamil jadi kami tidak akan melakukan aktivitas berat melainkan hanya mencoba untuk berjalan-jalan di sekitar Elfdian saja.


Kami saling berpegangan tangan dan tiba di sebuah tempat kesukaan Rion yaitu sebuah restoran yang menyajikan aneka macam olahan daging.


"Yang mulia dan juga nona Rion, apa yang ingin kalian pesan hari ini?"


"Aku bingung, aku ingin makan semuanya," balas Rion.


"Kau tidak bisa memakan semuanya, aku pesan yang paling mahal di sini."


"Kami punya daging rusa dengan kualitas terbaik yang disajikan seperti potongan dadu yang dilumuri saos special serta lelehan keju yang sangat lezat."


"Hentikan, itu tampak enak.. aku pesan itu, dan aku akan membayar seperti pelanggan lainnya."


"Seperti biasa yang mulia sangat murah hati, Kalau begitu akan segera kami siapkan."


Aku tidak ingin mengambil apapun secara gratis, apalagi memanfaatkan statusku yang sekarang.


Aku terkejut saat makanan telah disajikan di atas meja.


"Bukannya ini?"


Ini jelas perubahan dari industri kuliner yang sangat hebat.

__ADS_1


Mereka memotong-motong daging secara dadu lalu menyusunnya jadi kubus besar. Benar-benar luar biasa. Rion di depanku sudah lebih dulu mengambil suapan pertama.


Wajahnya terlihat senang.


"Enaknya."


Di sini juga ada televisi yang sebelumnya kubuat di mana tak hanya makan mereka juga asyik untuk melihat tayangan yang sedang berlangsung. Acara yang kami tonton adalah acara musik pagi.


Aku senang bahwa ciptaanku bisa dinikmati banyak orang. Aku mengambil suapan pertamaku sementara milik Rion telah habis setengahnya.


"Kalau masih kurang untuk Rion, kamu bisa tambah lagi tapi jangan lupa untuk makan sayuran besok."


"Aku tidak ingin makan sayuran."


Rion masih seperti yang kukenal.


"Aku akan bayar 100 koin emas."


"Kalau begitu oke."


Dia jadi mata duitan sekarang, aku sarankan untuk dia pergi ke bangunan penyiaran namun dia malah menolak, ia lebih suka bernyanyi hanya untuk orang-orang di sekitarnya.


Itu perkataan sederhana tapi aku kagum dengannya, dibanding menghibur seseorang yang tidak bisa dia lihat ia lebih suka seperti ini.


"Melihat ekspresi senang dari seseorang yang sedang mendengarkan laguku adalah bayaran yang tak bisa tergantikan."

__ADS_1


"Lalu kenapa kau meminta bayaran?"


"Ini dan itu adalah hal berbeda, kalau tidak ada uang bagaimana aku belanja dan juga makan-makanan enak."


"Benar sekali."


Ketika mendengar makanan wajah Rion bersemangat.


"Makanan seperti apa yang disukai Hualing."


"Daging."


Sepertinya Rion memiliki aliansi pecinta daging sekarang meskipun anggotanya masih ada dua orang, jika ditambah Harty itu menjadi tiga orang.


"Kalau begitu aku akan menyanyikan lagu berikutnya."


"Aku siap mendengarkan."


Aku hanya tersenyum ke arah keduanya dengan perasaan hangat. Satu hari telah berlalu dan satu hari lagi telah menungguku.


Sekarang aku pergi dengan Aira, aku berfikir akan mengajaknya ke tempat mana untuk berkencan namun Aira lebih dulu menarik tanganku lalu saat aku sadari kami telah berada di sebuah hutan.


"Apa yang akan kita lakukan di sini?"


"Saat aku masih menjadi dewi aku sering melihat anak-anak menangkap serangga karena itulah aku ingin melakukannya sekali saja dengan suamiku."

__ADS_1


Kencan Aira jelas sangat tidak biasa, tapi aku akan melakukan apapun yang dia inginkan hari ini bahkan jika harus menangkap serangga seperti anak kecil.


Biar aku katakan di awal, menangkap serangga tidak akan membuatku bersemangat.


__ADS_2