
Aku mengarahkan tanganku untuk menciptakan Tornado Storm raksasa, seluruh bangunan di sekeliling Beelzebub terhisap kemudian menyatu dengan angin tersebut sebelum akhirnya dirinya juga turut terhisap.
Itu jelas tidak mungkin membunuhnya maka dari itu.
"Inferno."
Dengan sedikit sihir api berubah menjadi tornado api, memang sangat efektif saat api dan angin digabungkan dalam satu serangan.
Beelzebub keluar setelah mendapatkan dampak yang begitu kuat, tubuhnya tampak berasap dan ia menembakan senjata dari tangannya.
Kemampuannya adalah menciptakan benda apapun dari imajinasinya, aku menggunakan sihir tanah untuk melindungi diriku sebelum berguling saat sebuah pelontar granat menghancurkan tempat persembunyianku sebelumnya.
Dia kembali menciptakan sebuah senjata disampingnya dan yang dia buat sekarang adalah sebuah meriam raksasa, dia menembakannya tanpa perlu kerepotan bagaimanapun imajinasi sudah lebih dari cukup untuk melakukannya.
__ADS_1
Aku terhempas akibat dampak serangan tersebut berhubung aku menggunakan skill dosa mematikan tubuhku tahan serangan dalam waktu tertentu.
Beelzebub tersenyum kesal kendati demikian aku tidak memberinya waktu leluasa, aku menyalurkan petir dari tubuhku untuk melesat maju. Serangan yang diberikannya memang efektif pada orang-orang di dunia ini sayangnya bagiku yang sudah tahu bagaimana benda itu bekerja bukanlah suatu hal merepotkan.
Dia menciptakan perisai di tangannya untuk menangkis kedua pendangku tapi gagal, pedang ini dibuat khusus oleh seorang elf di negeriku selain bahannya yang terbilang kuat ini juga dibuat dengan sangat baik.
Perisai Beelzebub hancur dan kemudian dia roboh setelah aku menebasnya berserta menghancurkan topengnya, salah satu hal yang Solomon salah adalah bahwa kami juga tidaklah lemah.
Setiap hari kami berlatih untuk semakin kuat dan kuat, sementara topeng-topeng ini hanyalah peninggalan dari masa lalu yang menyedihkan yang berusaha berada di masa sekarang. Beelzebub menatapku dengan pandangan kesal.
Dari atas langit sebuah sosok mengejutkan tercipta, itu tidak seperti yang berada di dunia lain seperti mobil ataupun bangunan melainkan benar-benar seekor naga yang terbuat dari besi dan berbagai pipa, ukurannya seperti naga sesungguhnya.
Sebelum aku menebas topengnya dia lebih dulu membuatnya.
__ADS_1
"Kenapa kau melakukan hal sejauh ini?" tanyaku.
"Mudah saja karena ini permainan, hidup adalah permainan dan saat mati aku juga ingin mati seperti dalam permainan."
Aku jelas tidak mengerti apa yang dia katakan, naga tersebut menjatuhkan dirinya ke permukaan tanah dan ia mengambil sosok Beelzebub yang tak berdaya.
"Di tempatku aku adalah seorang programmer aku ingin membuat game yang hebat sayangnya hal itu hanya angan-angan sekarang, ketika kau tahu bahwa banyak orang yang lebih berbakat darimu maka kau akan tertekan dan satu-satunya hal yang bisa kau lakukan adalah menyingkirkan para pengganggu itu, aku menciptakan virus dan membuat mereka hancur sayangnya aku ketahuan dan di penjara karenanya, saat itulah aku tiba di dunia ini."
"Kau, apa yang kau?" aku berusaha menghentikannya di mana naga itu memasukan Beelzebub ke dalam mulutnya selanjutnya darah menyembur dari sana saat rentetan gigi besi melahapnya dalam sekejap.
Orang ini sudah gila.
Dia membuat cerita dimana dirinya mati dan digantikan bos terakhir yang akan menyelesaikan semua urusannya, dengan kata lain dia membuat naga ini untuk menghancurkan seluruh dunia mirip sebuah permainan.
__ADS_1
Naga itu mulai meraung dengan suara uap yang keluar dari tubuhnya.