
Estelle menusukan belatinya pada kepala boneka tersebut dan seketika itu hancur dengan baik, aku melepaskan setiap pisau yang menusuk tubuhku dan ketika darah mengalir dari sana aku segera menutupnya lewat sihir penyembuhan.
Aku menarik pedangku saat pisau yang lain mulai terbang ke arah kami, kami dengan mudah memblokirnya namun tepat di atas kami puluhan boneka berdiri di atap rumah.
Estelle menembakan sihir api dan itu padam dengan mudah saat mengenai jubah mereka.
"Jubah anti api sangat merepotkan," ucap Varlia dan seluruh boneka tersebut menyerang secara serempak.
Pertarungan tidak bisa dihindari kendati demikian kami juga tidak bisa melepaskan pembunuh ini untuk pergi dan melakukan aksinya semaunya. Menurut Guild Master pembunuh ini baru datang sebulan yang lalu, sebelumnya dia beroperasi di kota lain sudah jelas dia akan terus membunuh petualang dengan cara licik seperti ini.
Aku memenggal beberapa kepala boneka lalu mengincar bagian inti dari sihirnya, pengguna ini menanamkan sedikit sihir pada sebuah kotak kecil yang ditanamkan di dalam tubuhnya, sebelum itu hancur, mereka akan terus bergerak meskipun hanya cuma tangannya saja.
Boneka yang dihancurkan Estelle juga masih terus bergerak untuk melawan kami.
Pertarungan telah berjalan satu jam, sejauh ini kami masih belum bisa menemukan pelakunya karena itulah aku mengajak mereka untuk bergerak di sekitar kota, para boneka yang jauh lebih banyak mengejar kami.
"Bagaimana Lion?" tanya Mamia.
"Kita bergerak lebih jauh."
__ADS_1
"Kami mengerti."
Estelle berbalik lalu menembakkan sihir es.
Beberapa dari mereka membeku dan berjatuhan, itu tidak bisa menghentikan mereka namun bisa memperlambatnya dengan baik.
"Di sana, aku bisa merasakan mana cukup tinggi," kataku.
Kami mendaratkan kaki di tempat yang kumaksud dan kulihat seorang dengan tubuh dibalut perban tampak bersandar pada dinding, tidak ada mata atau apapun semuanya benar-benar tertutup rapat.
Aku menodongkan pedangku saat para boneka bermunculan untuk mengepung kami.
"Jangan samakan aku dengan raja iblis sialan itu, aku sendiri yang akan membunuhnya."
Bisa aku anggap dia tidak memiliki apapun dengannya dan sepertinya dengan pahlawan juga tidak, itu terbukti dimana dia juga telah membunuh petualang dari partynya dengan keji.
Dia melanjutkan.
"Penampilan ini didapat saat pasukan raja iblis menyerang kotaku, saat itu kami berharap pada petualang dan juga pahlawan sayangnya mereka tidak datang, adikku harus mati di depan mataku dan keluargaku yang lainnya juga... ini semua gara-gara kalian, kalian terlalu menganggap rendah nyawa orang lain karena itulah akan kubuat kalian merasakan bagaimana penderita orang-orang yang dihadapkan dengan kematian."
__ADS_1
Estelle yang beraksi dengan itu, wajahnya menunjukkan kemarahan yang tidak bisa dia sembunyikan lagi.
Bagaimanapun ia hampir memiliki nasib yang sama, bagaimana desanya dihancurkan dan juga bagaimana dia kehilangan orang-orang yang berharga untuknya.
"Jangan bercanda, apa yang kau lakukan tidak jauh beda dengan mereka, kau membunuh orang-orang bahkan diantara mereka ada orang-orang yang tidak bersalah dan hanya menggantungkan dirinya dengan pekerjaan di guild demi menjalani hidupnya, dan kau membunuh mereka tanpa dosa."
"Kau tahu apa?"
"Aku tahu semuanya, aku juga kehilangan keluarga dan membenci orang-orang seperti pahlawan yang datang terlambat itu... namun di sisi lain saat aku bekerja di guild aku juga merasakan beberapa orang yang putus asa di sana, mereka sebenarnya tak ingin terlibat bahaya namun demi keluarganya mereka harus mendapatkan uang meskipun mempertaruhkan nyawanya, jangan menempatkan seluruh petualang adalah orang yang sama."
"Berisik, semua petualang sama saja, selagi dirinya hidup aman mereka tidak peduli dengan yang lainnya."
Aku segera menghentikan Estelle.
"Hentikan, orang ini telah kehilangan kemanusiaannya, dia hanya menyalahkan orang lain atas ketidak mampuannya melindungi tempat tinggalnya, bukan begitu mantan penjaga."
"Seberapa banyak kau tahu?"
"Semuanya, ada insiden di kota kecil di pinggiran wilayah pada tiga bulan yang lalu.... di antara semua mayat yang dibunuh hanya satu mayat yang tidak bisa ditemui dan itu adalah kau."
__ADS_1