
An berusaha bangkit namun aku memukul perutnya hingga dia tak sadarkan diri.
"Lion, kau?"
Aku membiarkannya tertidur dan meminta satu elf untuk membawanya pergi.
"Yang mulia terlalu baik, harusnya kita biarkan dia menebus kesalahannya."
"Kurasa dengan ini juga dia akan merasa terbebani.. kita bergerak."
"Okay."
Bersama pasukan Via kami menyerang setelah Aisha mengambil serangan pertamanya, kami mengincar tentakelnya lebih dulu sebelum bagian pusatnya.
Aku mengambil pedang di sihir penyimpananku lalu memotong satu tentakel yang menyerang, satu tentakel lagi muncul dari belakangku. Sebelum itu bisa mengenaiku sosok Aisha telah muncul di atas untuk menjatuhkannya dengan ujung tombak.
Beruang putih miliknya juga turut memakan tentakel tersebut.
Aku melirik ke arahnya sekilas sebelum melesat maju, rentetan serangan tentakel bermunculan namun kubiarkan pasukan Via mengatasinya.
Mereka mengikuti pergerakanku untuk melindungiku, tepat saat aku berhasil menembus garis pertahanan kraken kuayunkan pendangku menyamping dengan cepat membuat garis tipis di udara memotongnya menjadi kepalanya menjadi dua bagian.
Pertarungan telah dimenangkan tanpa ada satu jiwa yang terbunuh.
"Kerja bagus Lion, tapi aku yakin Kraken yang lain akan bermunculan," ucap Aisha.
__ADS_1
"Ada lagi?"
"Jumlah mereka sangat banyak, dengan ini kami tidak punya alasan untuk tetap tinggal."
Keesokan paginya aku membawa team ekspedisi kembali ke negaraku bersama kumpulan elfwin.
An tampak meminta maaf padaku dan juga pada penduduk dengan menyesal meski begitu kami tidak memikirkannya lagi dan membiarkan dia menembusnya dengan cara membantu pembangunan kota mereka.
Kota Dark Elf telah selesai kini beralih ke kota es Elfwin.
Seperti itulah yang akan kurencanakan.
Aku mengambil wilayah yang berbeda lalu menurunkan salju dari atas langit. Salju ini tidak akan pernah menghilang karena itu satu wilayah akan terus menjadi area dingin.
"Yap... aku akan terus membangun negara ini menjadi lebih baik tapi aku tidak menyangka bisa dikelilingi elf sebanyak ini."
Sekarang kebanyakan elf wanita telah berkumpul di dekatku.
"Apa maksudmu? Sudah sewajarnya raja dikelilingi banyak wanita, mereka semua ingin mendapatkan benihmu jadi silahkan lakukan."
"Lakukan jidatmu... aku akan pergi."
Aku berlari dan sekitar puluhan elf wanita mengejarku. Aku yakin seseorang sudah membocorkan wajahku.
"Jangan lupa hamili aku juga," teriak Clarisa.
__ADS_1
"Aaaaaaaah."
Beberapa hari setelahnya di ruanganku yang penuh kertas-kertas menumpuk. Ketukan pintu terdengar dari balik pintu.
"Masuk."
Yang masuk adalah Misa, Misa merupakan pelayanku yang bertugas menjadi asistenku dan juga...
"Apa yang bisa kubantu untukmu?"
"Tuan pasti lupa, ini waktunya aku berkencan denganmu."
"Ugh.. aku lupa soal itu."
Karena urusanku sedikit telah berkurang dua hari lalu aku juga melangsungkan pernikahan dengan Valentine, Misa dan juga Harfilia dengan ini aku resmi memiliki enam istri dan mulai sekarang aku juga harus mengatur acara dengan mereka.
Yah, aku akan berkata selamat datang di kehidupan haremku.
Misa mengembungkan pipinya sudah seharusnya aku tidak melupakannya karena itu mari tebus dengan segala cara, aku menutup seluruh berkas yang sedang kukerjakan lalu pergi bersama Misa. tidak banyak kota di negaraku sekarang karena itu akan jauh lebih menarik jika pergi ke negara lain.
Ketika aku melangkah Misa memegangi lenganku.
"Sebelum pergi bisakah kita mampir ke kamar dulu."
Wajahku memucat semua istriku selalu memiliki pemikiran yang berbeda yang sulit kutebak.
__ADS_1