
Di ruanganku Livia dan Alteira yang menjadi sekertarisku melaporkan pekerjaannya, itu meliputi dua informasi penting.
"Jadi begitu, syukurlah kota Eldar sudah kembali pulih dan semua penduduk yang sebelumnya tinggal di sini sementara waktu telah kembali ke sana."
"Benar tuan, untuk berjaga-jaga aku telah menutup Labirin besar jadi tidak akan ada kejadian di mana para monster keluar dari sana."
"Aku mengerti, lalu?"
"Ah ini, tuan."
Livia memberikanku sebuah peta yang menunjukkan keberadaan Siren, dan hampir yang terlihat seperti peta harta karun dengan garis x dan pulau-pulau yang harus dilewati.
"Di tempat itulah para ras Siren hidup."
"Jika berada di laut aku akan sulit menggunakan Teleportasi Gate, apalagi tempat yang belum pernah aku kunjungi itu akan membuatku di pindahkan ke tengah laut tanpa apapun."
"Lalu bagaimana tuan akan pergi ke sana?"
"Tidak ada jalan lagi selain melakukan pelayaran ke sana... kalian berdua sudah melakukan tugas dengan baik, kalian bisa cuti tiga hari."
"Livia mari pergi ke suatu tempat bersama, misal ke pemandian air panas."
"Nanti saja kita memikirkannya.".
__ADS_1
Aku hanya melihat kepergian mereka sebelum digantikan oleh Atlas. Atlas adalah gadis buta namun dia masih bisa melakukan aktifitas lainnya dengan baik.
Ia bertugas untuk memimpin pembelian barang ke istana, ketika para penduduk menjualnya kepadaku.
Aku sebenarnya melarang Atlas untuk berkerja namun ia terus saja bersikeras maka akulah yang mengalah.
"Hari ini cukup banyak orang yang datang menjual hasil kerajinan mereka, apa dana istana akan baik-baik saja."
"Jangan khawatir aku punya banyak uang loh... apa Atlas mau sesuatu yang ingin kubelikan."
"Hmm... tidak ada kurasa."
"Begitukah."
"Pekerjaan untuk hari ini sudah selesai, aku ingin bermain dengan yang lainnya sekarang."
"Iya... terima kasih atas kerja kerasnya."
Kini Atlas memiliki teman, aku juga turut senang mendengarnya. Selepas itu aku memanggil Harty dan juga Hualing ke ruanganku untuk menunjukan sebuah peta di tanganku.
"Itu?"
"Kita bertiga akan pergi berpetualang, tanda di sini adalah tanda untuk pulau yang ditinggali para ras Siren."
__ADS_1
"Ras sama sepertiku."
"Benar sekali, maaf karena baru sekarang kami menemukannya."
"Tidak apa, yang penting sekarang kita bisa menemui mereka."
"Tapi jika misal mereka menolak untuk tinggal di Elfdian apa Hualing memilih tinggal di sana?"
Aku jelas penasaran untuk itu.
"Tidak, walau aku tinggal di sini sendirian, para penduduk Elfdian sudah aku anggap seperti keluargaku sendiri aku tidak mungkin meninggalkan mereka tak seperti di duniaku sebelumnya di sini semua orang sangat baik hingga aku tidak merasa kesepian."
Aku sangat lega mendengarnya, jika dia tidak bahagia bahkan di dunia ini, aku sangat bersalah padanya.
"Lalu untuk Harty apa kau akan ikut?"
"Tentu saja Lion, di mana ada petualangan baru maka ada makanan baru juga untuk dimakan... tapi apa kita akan terbang dengan wujud nagaku."
"Tidak, kita akan berlayar menggunakan perahu.. jaraknya bisa ditempuh hanya dalam waktu tiga hari jadi tidak masalah untuk menggunakannya."
"Terdengar menyenangkan... aku akan mengambil alat pancinganku."
Sejak kapan naga ini memilikinya tapi mengingat dia sangat rakus, hal itu bukan mustahil lagi.
__ADS_1