Terpanggil Ke Dunia Lain Oleh Dewi Jahat

Terpanggil Ke Dunia Lain Oleh Dewi Jahat
Chapter 500 : Pulau Naga


__ADS_3

Membuat danau secara manual adalah cara yang menyusahkan karena itu mari buat semuanya mudah dengan sihir. Aku melayang di atas wilayah yang akan dibuat sebuah danau.


Kugunakan sihir cahaya untuk menciptakan bola raksasa lalu menjatuhkannya ke tanah dan itu menciptakan ledakan besar. Aku sudah memberitahukan informasi tentang ini jadi semua orang sudah mengerti apa yang terjadi.


Rencanaku adalah membuat danau seluas satu hektar maka dari itu satu ledakan jelas tidak akan cukup. Mari gunakan semuanya.


Aku memunculkan puluhan bola yang sama dan itu berjatuhan layaknya sebuah hujan, saat menjelang sore hari aku terkapar di tengahnya selagi memandang langit biru.


Manaku sudah habis jadi mari selesaikan esok hari saja dan saat matahari terbit aku mengisi lubang sebelumya dengan air, kedalamannya sejauh 30 meter maka dari itu mengisi air jelas lebih menguras mana, untuk itu aku memanggil siapapun yang bisa menggunakan sihir yang sama di Elfdian hingga hanya dalam waktu setengah hari kami berhasil menyelesaikannya.


Aku terkapar lagi saat Clarisa Marie berada di sampingku.


"Kau terlalu bekerja keras untuk ini Lion."


"Mau bagaimana lagi, ada orang-orang yang menunggu untuk dibuatkan rumah yang nyaman, akan jauh lebih baik jika menyelesaikannya dengan cepat."


"Seperti itulah sifatmu, aku membawa roti isi daging, kau mau."


"Terima kasih."


Kami menikmati makanan selagi menatap danau luas yang telah kubuat, ada pulau-pulau melayang di sana yang nantinya bisa digunakan para siren untuk membuka toko apapun.


Untuk wisata airnya aku sudah menyerahkan semuanya pada Clarisa. Dengan sudah adanya listrik semuanya jadi mudah.

__ADS_1


Clarisa berkata.


"Untuk jaket pelampung aku bisa membuatnya dengan cepat tapi untuk Jet Ski, Banana Boat dan yang lainnya itu masih memerlukan waktu lama."


"Tak masalah, kita akan mulai semuanya secara bertahap."


"Jika kau bilang begitu, aku akan lebih bersantai dari sekarang."


"Nggak sampai segitu juga kali."


Dengan bantuan Harty pulau Siren akhirnya dipindahkan ke danau kedua dan di saat yang sama para Siren mulai membuka toko yang mereka inginkan, danau berbeda dengan sebuah laut jadi tidak ada ombak yang tercipta di sana meski begitu sebagai gantinya di sini pengunjung bisa menggunakan perahu angsa yang dibuat oleh Clarisa dan disewakan oleh para Siren.


Bahkan jika mereka tidak menjual apapun ke istana, mereka bisa mendapatkan uang di sini dengan mudahnya.


"Lion kau pulang lebih cepat?" suara itu berasal dari Rion.


"Hari ini pekerjaanku sudah selesai lebih cepat."


"Begitu, mandi saja dulu."


"Baik."


"Biar aku yang menggosok pungungmu?"

__ADS_1


"Ini adalah bagianku Aira."


"Aku istri baru di sini jadi aku yang seharusnya didahulukan."


Mereka malah bertengkar.


***


Di dalam area hutan yang tertutup, Nightmare menatap langit cerah di mana tujuan sesungguhnya darinya telah tiba.


Setelah penantiannya yang lama ia akhirnya telah menemukan jalan untuk dirinya pergi ke alam dewi, ia mengarahkan tangannya untuk menciptakan lingkaran sihir raksasa yang mana dari sana mampu menembakan laser hitam ke udara, seiring waktu sebuah pulau yang sebelumnya terhalangi sihir tampak terlihat jelas sekarang.


Pulau itu memiliki luas yang cukup untuk menampung lima kota besar di mana pulau ini disebut sebagai pulau naga.


Pulau ini selalu bergerak seiring hembusan angin namun sekarang pulau ini hanya akan dalam bahaya.


Nightmare hendak melayang ke sana namun seorang lebih dulu menghentikannya, itu adalah sebuah suara dari seorang dewi yang bertugas menjaga gerbang Tiamat.


Dia adalah Ringbel.


"Sebelum hal buruk terjadi aku akan menghentikanmu di sini Nightmare dan juga lepaskan Venus."


Nightmare menyeringai senang sebelum pasukan tengkorak miliknya bermunculan dari dalam tanah.

__ADS_1


__ADS_2