Terpanggil Ke Dunia Lain Oleh Dewi Jahat

Terpanggil Ke Dunia Lain Oleh Dewi Jahat
Chapter 250 : Seorang Pahlawan


__ADS_3

Kanade Mitsumoto berjalan di sekitar kota selagi menghela nafas, mengingat bagaimana dia dikirim ke langit dengan tanaman kacang membuatnya sedikit trauma.


Ia sejujurnya takut ketinggian dan itu menjadi pengalaman terburuk yang ia lewati semenjak datang ke dunia ini.


Ketika dia memikirkannya, sebuah kepala muncul dari tembok sampingnya, kepala itu dimiliki oleh pria dengan rambut panjang menutupi seluruh wajahnya.


"Hora, nona Kanade bagaimana? Apa kau bisa membunuh iblis topeng itu?"


"Tidak, aku lengah dia terlalu kuat."


"Begitukah... sayang sekali, kalau begitu aku harus membunuhmu."


Sebuah pedang terarah pada Kanade, dalam waktu sedetik Kanade menghindarinya dan ia melompat untuk menghindarinya.


"Tidak kena kah?"


"Kau, apa yang kau lakukan?" teriak Kanade.


"Aku tadinya ingin memanfaatkanmu untuk mengalahkan orang itu.. tapi mengingat kau kalah sepertinya aku hanya sia-sia membuang waktuku di sini."


"Mungkinkah semua yang kau katakan padaku hanyalah kebohongan."

__ADS_1


Pria dari dalam tembok melangkah keluar.


"Kau mudah dibohongi."


"Jadi kau dalang dari semua ini."


"Tepat sekali."


"Aku malah menyerang orang yang salah, pantas saja dia berusaha berbicara denganku."


Si pria berambut panjang berlari menerjang ke depan, tubuhnya sangat kurus dan tinggi meski demikian dia masih seorang pelari dan petarung baik


Dentrang.... Dentrang.


Kanade memasukan pedangnya lalu menariknya dengan tebasan cepat, pedang Amos terbelah dua namun sayangnya Amos menghindarinya dengan mudah.


Ketika tebasan lain hendak memenggal kepalanya tubuh Amos tenggelam dengan mudah, menyembunyikan dirinya dalam keheningan kota.


Kanade melirik ke segala arah untuk memastikan keberadaan musuhnya, ketika ada sebuah pergerakan kecil di bawah kakinya, dia melompat ke atas rumah.


"Kau bisa merasakannya, sepertinya aku terlalu terburu-buru untuk menghabisimu."

__ADS_1


Ketika Amos hendak keluar seorang memegangi bahunya, dia adalah pria lain dengan satu mata tertutup rambut serta mengenakan baju serba hitam.


"Kau, Faust."


Faust adalah salah satu penyihir Borman bersama Amos.


"Pihak kekaisaran kini mulai tertekan oleh serangan balik musuh, kita disuruh untuk kembali ke Ibukota Borman dan menghadapi orang-orang itu."


"Apa boleh buat, aku akan membunuhmu nanti."


Faust menghilang ke dalam dimensi yang dibuatnya sementara Amos tenggelam ke tanah hingga keduanya menghilang seutuhnya.


Kanade memasukan kembali pedangnya selagi menghela nafas panjang, ia sempat mendengar kata Borman karena itu dia memutuskan untuk pergi ke sana juga dan memastikannya sendiri.


Ia membeli seekor kuda untuk ditunggangi lalu berlari menuju Ibukota Borman, jejak sepatu kuda ditinggalkan di genangan tanah.


Saat matahari tenggelam ia memutuskan untuk pergi ke dalam gua menjadikannya sebagai sebuah tempat berisitirahat yang nyaman.


Di luar masih hujan karena itu mau tak mau kudanya harus ikut masuk ke dalam dan menikmati rerumputan yang dikumpulkan Kanade sebelumnya.


Kanade selama ini hidup senang sebagai seorang gadis di keluarga terpandang, namun hanya dalam sekejap kehidupannya malah berubah jadi mengerikan.

__ADS_1


Tiba di dunia ini, dia disuruh untuk bertarung melawan raksasa, setelah kekalahan dia memutuskan untuk melarikan diri namun kemanapun dia pergi selalu ada masalah mengikutinya seolah itu tidak bisa dihilangkan darinya.


Walau dia bisa memilih untuk tidak peduli akan tetapi Kanade lebih memilih untuk bertarung, sebelumnya dia mampu meninggalkan orang-orang saat di kerajaan Ortodoks suci namun di tempatnya yang baru ia ingin menembusnya sebagai pahlawan.


__ADS_2