Terpanggil Ke Dunia Lain Oleh Dewi Jahat

Terpanggil Ke Dunia Lain Oleh Dewi Jahat
Chapter 401 : Arch Priest Dari Petualang Kota Ini


__ADS_3

Beberapa hari sebelumnya.


Kota kami tidak seperti kota pada umumnya, kota kelahiranku ini bernama kota Eldar, yaitu sebuah kota netral tanpa kerajaan ataupun negara yang mengaturnya.


Berdiri di tanah yang subur dan hampir seluruh orang bermata pencarian sebagai petualang. Termasuk denganku, ngomong-ngomong namaku Farida seorang Arch Priest yang mahir dalam penyembuhan serta sihir pendukung lainnya, karena aku sedikit pemalu aku tidak banyak bicara namun jika berbicara sendiri (Dalam pikiran) kau akan menemukan namaku berada paling atas dengan kemampuan demikian.


Aku berumur 15 tahun, lajang, jika kau ingin tahu ketiga ukuranku maka aku tidak akan mengatakannya, yang jelas dadaku sudah tidak tumbuh lagi semenjak berumur 10 tahun jadi semua bisa membayangkannya seperti apa penampilanku.


Aku mengenakan baju pendeta dengan bagian rok terbelah sampingnya, berambut pirang panjang dengan kepangan menghiasi di pinggirnya. Aku termasuk gadis cantik bahkan jika seseorang melihatku mereka akan berhenti sejenak dari aktivitasnya hanya untuk menoleh ke arahku.


Meski begitu.


Benar.


Aku pemalu.


Aku selalu kesulitan untuk berbicara lancar dengan orang lain, ketika aku berusaha keras maka hasilnya akan tampak lebih kacau bahkan saat ketiga orang yang belum aku temui datang menghampiriku, aku sangat kebingungan.


"Siapa namamu?"


"A...a..aa."


"Dalius, kau membuatnya takut, namaku Siel.. yang ini adalah Theo."


"Halo."


"Dan yang ini tentu adalah Dalius, kami baru melihatmu di sini apa kau orang baru?"

__ADS_1


Aku jelas menggelengkan kepalaku untuk menjawabnya, dibanding kalian aku lahir di tempat ini.


Siel adalah wanita berambut merah sebahu dengan pedang besar di punggungnya, ia mengenakan gaun ketat dengan ikat pinggang melingkar di pinggulnya. Dia gadis yang cantik dan dadanya jelas lebih berisi dariku.


"A-aku."


Tubuhku gemetaran rasanya sangat sulit untuk mengatakan bahwa aku tinggal di sini sejak lahir, dan Dalius memotong percakapanku.


Dia memiliki rambut pirang cepak dan terkesan seperti seorang pria ramah yang ceria.


"Kupikir dia tidak bisa bicara."


Apa yang orang ini katakan, aku bisa bicara sayangnya aku terlalu gugup. Seseorang tolong aku.


Theo mengutarakan pendapatnya.


Dia adalah pria besar dengan perisai di belakang punggungnya, tubuhnya terselimuti dengan Full Plate.


"Tapi dia Arch Priest seorang yang kita butuhkan untuk mengisi posisi kosong di tim kita."


Siel mendesah pelan.


"Kami tidak akan memaksamu tapi apa kau mau bergabung dengan kami, kami perlu seorang Healer yang bisa membantu kami digaris belakang."


Aku sangat senang.


Hingga rasanya aku akan menangis.

__ADS_1


Sejak awal aku memutuskan jadi petualang tidak ada yang mau merekrutku jadi anggota mereka, saat aku menawarkan diri aku tidak sanggup berkata apapun dan ketika aku memaksakan diri mereka berhamburan pergi.


"Kau membuatnya menangis Siel?" teriak Dalius.


"Kenapa bisa?" dia juga terkejut.


Maaf, maaf, aku selalu membuat semua orang salah paham.


"Aku tahu, ini pasti karena kau Theo."


"Aku?"


"Wajahmu menyeramkan mirip mantan narapidana, pergilah ke rumah sakit untuk operasi plastik."


"Jangan seenaknya, aku tidak sejelek itu.. dan juga kau memperlakukan seperti makhluk asing, tolong hentikan."


Aku tidak tahu tapi kelompok ini terlihat aneh, itu seperti bahwa mereka orang yang terlihat menyenangkan.


Aku tanpa sadar tersenyum kecil lalu menganggukkan kepala.


"Apa itu maksudnya kau ingin bergabung dengan party kami?" tanya Siel.


Sekali lagi aku mengangguk dan mereka tampak sangat senang.


"Mulai sekarang mohon bantuannya," ucap Dalius mengulurkan tangan untuk berjabat tangan.


"A...a...aaa."

__ADS_1


"Jangan paksakan dirimu, kau tak perlu bicara jika kau tidak mau."


Aku tersenyum sebagai balasan.


__ADS_2