
Dalam perjalanan ke kota berikutnya kami dihadang oleh sebuah golem raksasa, Mamia dan Varlia mengambil serangan dari samping sementara Estelle dari depan.
Adapun untuk Hualing dia memainkan harfa miliknya selagi menyanyikan sebuah lagu, setiap lagu yang dia mainkan memiliki efek penambahan kekuatan memungkinkan dirinya berada di posisi pendukung.
Untukku hanya diam memperhatikan bagaimana mereka bertarung, kekuatan Varlia sudah hebat sejak awal tapi mengingat bagaimana Estelle dan Mamia berlatih sangat keras mereka berdua akhirnya bisa mengimbangi kekuatan Varlia.
Varlia menebaskan senjatanya menghantam salah satu kaki hingga terputus, sebagai balasan golem itu hendak mengirim tinju yang mana berhasil digagalkan oleh Estelle melalui sihir esnya dan sebagai penutup Mamia melompat dengan pedangnya menusuk tepat di bagian satu mata yang menjadikan inti tenaganya.
Dalam waktu singkat mereka berhasil mengalahkannya dan itu menjadi akhir lagu Hualing.
Kurasa sudah tidak ada lagi yang bisa kuajarkan pada mereka, ini adalah kelulusan mereka. Selepas beristirahat kami melanjutkan perjalanan dan sampai di sebuah kota pembohong.
Di sini setiap kejujuran akan dinyatakan bohong sementara kebohongan akan dianggap sebagai kenyataan, sungguh menyulitkan tapi beginilah keadaannya.
Ini semua karena kota ini telah dikutuk, beberapa orang tidak keberatan untuk tinggal di sini dengan cara berinteraksi dengan sebuah tulisan.
__ADS_1
Sepertinya kami juga akan menirunya.
"Aku tidak mau membeli ini," ucap Varlia namun sejujurnya yang ada di dalam pikirannya adalah mau membeli.
Pada akhirnya semua pedagang menjauhinya.
Kota yang mengerikan di mana apapun yang keluar dari mulut kita adalah kebohongan, dan saat kita bohong maka yang keluar kejujuran, singkatnya seperti itu.
Menurut sejarahnya sendiri dulu ada seorang pengembala yang selalu bilang bahwa dia dikejar serigala, para penduduk selalu keluar karena kegaduhannya, semakin lama semua orang mulai kesal dan suatu hari dia berteriak sesuatu yang sama.
Domba yang dia gembala telah dibantai sementara dirinya ditemukan di dekat rumahnya dengan tubuh tidak memiliki wujud lagi.
Serigala yang masuk ke dalam pemukiman telah dibunuh beramai-ramai penduduk kota dan sejak Itulah kutukan ini aktif selamanya, mungkin semua ini adalah kebencian pemuda itu yang tersisa pada kota kelahirannya meski demikian penduduk di sini menerimanya begitu saja.
Mereka menganggap bahwa mereka juga salah.
__ADS_1
Itu adalah sisi gelap dari kota ini kendati demikian semuanya masih berjalan lancar seperti apa adanya.
Orang terlihat bahagia dan hanya bertukar tulisan setiap harinya, dibanding kota mengerikan sebaiknya aku bilang ini kota yang damai.
Kami menyewa penginapan yang cukup untuk kami semua, banyak orang yang datang ke kota ini untuk mendapatkan ketenangan jadi hanya ini kamar yang tersedia.
Mari tentukan bagaimana kami tidur.
Estelle menulis di kertasnya kemudian menunjukannya ke arah kami.
Aku berada di tengah dan mereka tidur mengelilingiku. Itu jelas posisi yang berbahaya jadi aku menolaknya dan sisanya setuju.
Ketika aku memprotes lagi mereka hanya bilang bahwa satu suara tidak akan bisa menyaingi empat suara dan aku hanya harus pasrah.
Jadi saat malam hari seperti yang kuduga aku tertindih kaki maupun kepala mereka. Aku sudah tidak diperlukan seperti manusia lagi kurasa, siang hari damai tapi malam hari benar-benar kacau.
__ADS_1