Terpanggil Ke Dunia Lain Oleh Dewi Jahat

Terpanggil Ke Dunia Lain Oleh Dewi Jahat
Chapter 348 : Cahaya Lilin


__ADS_3

Ryker tertawa saat aku menceritakan apa yang sebenarnya terjadi, berbeda denganku dia telah hidup lebih baik dariku dan mulai membangun dengan caranya sendiri.


"Bukannya sudah biasa seorang raja memiliki banyak istri."


"Lalu kenapa kau tidak?"


"Bagiku hanya satu istri selama hidupku."


Istrinya bernama Belia, dia duduk bersama kami juga, yang mana sekarang dengan santai menuangkan teh untukku.


"Silahkan."


"Terima kasih."


Belia adalah seorang yang dikenal Ryker sangat lama, saat serangan Titan keberadaannya tidak bisa ditemukan namun syukurlah bahwa dia selamat.


Ryker menyeruput tehnya seperti apa yang kulakukan sekarang lalu memulai percakapan.


"Kudengar kini semua orang bebas pergi ke benua manapun."


"Benar, ini sesuatu hal kecil bagiku....kenapa kalian telihat terkejut?"


"Tidak, aku selalu berfikir menyatukan seluruh benua di dunia ini sangatlah sulit... bahkan jika mau Lion bisa mengambil seluruh benua ini dan menjadikannya negaramu sendiri tapi malah membaginya bersama kami, kau memang luar biasa Lion."


Aku menaikan bahuku dengan lemas.


"Punya banyak wilayah pasti menyusahkan, aku hanya memberikan beban pada kalian saja."

__ADS_1


"Perkataan yang tidak bertanggung jawab, sudah terlambat menarik pujianku barusan."


Istri Ryker tertawa.


"Kalian berdua sangat dekat."


Dan kami hanya tersenyum kecil sebagai balasan.


"Jika perlu sesuatu aku tidak segan untuk turun tangan langsung jadi jangan sungkan untuk memintanya."


Aku menggelengkan kepala atas pernyataan Ryker yang tiba-tiba, bagaimanapun aku memberikan wilayah ini agar kedamaian bisa tercipta di benua ini melalui pemimpin yang bisa dipercayai, jika mereka terus membantuku aku tidak bisa menjamin mereka akan selamat.


Dan apabila mereka mati sulit untuk mencari penggantinya, karena itulah entah Ryker, Kizuna, Nibela, Rosvalia ataupun Isabela aku akan lebih senang mereka fokus dalam pembangunan negara.


"Hiduplah damai di sini, kalau begitu aku permisi."


"Aku tidak membutuhkan hal itu," jawabku selagi melambaikan tangan pergi.


Di luar istana tampak Livia telah menungguku, ia mengenakan kimono serta pedang katana di tangannya.


"Apa sudah selesai tuan."


"Um... kami hanya mengobrol seperti biasa, bagaimana kerajaan Belta ini?"


"Tempat yang nyaman, hampir kebanyakan wilayah dimanfaatkan dengan baik."


"Begitu... aku senang mendengarnya."

__ADS_1


"Lalu kemana lagi kita akan pergi?"


"Aku masih belum mengecek soal kapal yang tengah dibuat di kerajaan ortodok suci tapi jika pergi sekarang ini terlalu sore, mari kembali aku ingin melihat semua pembangunan di Elfdian saja."


"Baik."


Livia menggunakan sihir teleportasi dan kami muncul di sebuah kota yang dikhususkan bagi para Dark Elf.


Di tengah kota mereka masih disibukkan dengan pekerjaan masing-masing. Yang bertanggung jawab di sini adalah Selena.


Aku bisa melihatnya sedang berkumpul bersama anak-anak yang sedang menata lilin di jalanan.


"Sepertinya kau sedang sibuk."


"Lion kah, tidak harusnya aku memanggilmu raja atau yang mulia."


"Kau bebas memanggilku apa saja, apa yang kalian lakukan?"


"Cuma menyusun lilin ini menjadi bentuk hati... saat matahari tenggelam lilin ini akan bersinar indah dan anak-anak sangat menyukainya."


"Begitu, boleh aku membantu."


"Silahkan, sepertinya Livia juga terlihat ingin bergabung?"


"Aku, aku tidak begitu... aku tidak pandai dengan hal semacam ini uhuk... uhuk."


Sudah jelas dia ingin bergabung.

__ADS_1


Aku menyeretnya agar mau bergabung dan akhirnya dia mau melakukannya, saat matahari tenggelam cahaya lilin menyala dengan indahnya, banyak orang yang berhenti untuk memperhatikan dan kami juga memberikan kembang api gratis bagi siapapun yang mau menyalakannya.


__ADS_2