Terpanggil Ke Dunia Lain Oleh Dewi Jahat

Terpanggil Ke Dunia Lain Oleh Dewi Jahat
Chapter 491 : Serangan Bajak Laut Bagian Tiga


__ADS_3

Sementara itu Hualing mencoba mengobati setiap orang terluka dengan sihirnya, lalu mengevaluasi mereka ke tempat aman.


"Pergilah, di sana kalian akan baik-baik saja."


"Terima kasih."


Hualing menarik pedangnya lalu mengalihkan pandangannya ke arah kumpulan orang-orang yang sebelumnya mengejar para penduduk dengan sikap bertarung.


"Satu gadis cantik ingin mengalahkan kita haha, dia meremehkan kita... serang dia dan lepaskan pakaiannya, mari kita buat dia berteriak kesakitan."


"Orang-orang seperti kalian yang membuatku muak, majulah kalian semua."


Hualing melawan mereka semua dengan santai, dia memblokir setiap serangan lalu membalas dengan satu tebasan mematikan.


Kepala mereka terpenggal dengan mudah dan beberapa dari mereka harus merasakan bagaimana pedang itu menusuk ke jantung mereka.


"Sialan."


Si pemimpin itu tak bisa berkutik saat kepalanya terbelah dua bagian, pasukannya yang lain hendak melarikan diri namun sayangnya di depan mereka Harty muncul selagi menyeret mayat dengan tangannya.


"Hualing kau tidak apa-apa."


"Tidak masalah, mereka sangat lemah."

__ADS_1


"Begitu."


Harty melemparkan mayat di tangannya ke depan mereka yang memekik ketakutan.


"Semua teman kalian sudah aku bunuh termasuk orang yang bernama Delicious."


"Apa, mustahil."


"Untuk kalian kurasa akan kuhabisi dengan cepat."


"Jangan bercanda."


Mereka semua serempak melompat untuk menyerang Harty dan di saat yang sama tubuh mereka terbakar dengan mudahnya menjadi abu.


***


Ketika aku melompat menghindar pedang yang memanjang itu bergerak ke samping untuk mengincar kepalaku, aku berputar dan menggunakan dua pedangku untuk menangkisnya sebelum berlari mengincar penggunanya bernama Desvito.


Desvito mengangkat pedangnya dan ujung yang sebelumnya kulewati berbalik untuk menyerangku dari belakang. Aku sedikit mengelak saat mata ujung pedangnya hampir mengenai sisi topengku, kuhantamkan pedangku beberapa saat hingga kilatan cahaya tercipta di udara sebelum aku melompat ke belakang.


Aku mengisi sihir air ke inti dari naga yang terletak di pegangan pedangnya yang mana mulai menyelimuti bilahnya juga.


Desvito tertawa.

__ADS_1


"Kau ingin menebasku dari jarak jauh seperti itu, ini pedang sihir bahkan jarak dekat pun tak akan bisa menghancurkannya."


Aku hanya mengayunkan pedangku dari atas ke bawah, menciptakan bilah air berbentuk bulan sabit yang menerjang ke depan.


Pedang Desvito yang memanjang berusaha menangkisnya namun pedang itu hancur lalu bilah air itu juga memotong tubuh Desvito dengan cepat sebelum dia bisa bereaksi sedikitpun untuk menghindarinya.


Tak hanya menambahkan kecepatannya inti naga ini juga menambah kekuatannya. Dengan ini pasti bisa mengimbangi kekuatan Nightmare.


Seluruh penduduk mengucapkan banyak terima kasih pada kami bertiga, mereka ingin merayakannya dengan sebuah pesta hingga kamipun tidak bisa menolak lagipula sejak bangun kami belum makan apapun.


Makanan yang mereka semua sajikan terbuat dari hidangan laut yang ditempatkan secara prasmanan dimana kami bisa mengambil sebanyak yang kami suka.


Harty bahkan menggunakan piring yang lebih besar dari tubuhnya untuk mengambil makanan tersebut lalu melahapnya dengan senang.


"Ini enak sekali Lion, kau harus mencobanya."


"Ah... ya."


Dia memakan udang mentah serta kerang mentah tanpa kesulitan, aku dan Hualing memilih makanan yang sudah dimasak saja. Jika kami meniru tingkah makan Harty kami mungkin akan sepertinya nanti.


Itu jelas harus dihindari.


Diantar para penduduk kami melanjutkan perjalanan kembali dimana tujuan selanjutnya adalah kerajaan Hibel.

__ADS_1


Aku penasaran seperti apa kerajaan itu terlebih wilayah mereka berada di tengah laut.


__ADS_2