Terpanggil Ke Dunia Lain Oleh Dewi Jahat

Terpanggil Ke Dunia Lain Oleh Dewi Jahat
Chapter 389 : Pertarungan Raja Iblis Bagian Empat


__ADS_3

Kizuna memutar pedang di tangannya membuat jarak dengan sebuah tebasannya hingga musuhnya memilih untuk melompat mundur, berbeda dari kedua pertarungan lainnya musuh yang dia hadapi seorang yang disebut Behamoth namun sejujurnya dia adalah mantan napi di dunia sebelumnya dengan kasus pembunuhan di mana ia melenyapkan banyak orang dengan pisau.


"Gadis manis sepertimu pasti akan menjadi karya yang luar biasa jika aku bisa menusukan pisauku padamu, seluruh tubuhmu pasti akan terlihat indah dengan warna merah darah yang mempesona."


Charlotte dalam bentuk pedang mendengus kasar.


"Dasar orang bar-bar, orang ini jelas sudah gila... Kizuna bunuh dia tak perlu diampuni lagi."


Kizuna mengangguk kecil selagi mengarahkan pedangnya, sementara dia mencari celah Behamoth mengirimkan rentetan pisau terbang dengan jumlah mengagumkan, pisau itu mengikuti setiap pergerakan dari tangannya seolah berada di sebuah konser dari orkestra musik.


Behamoth yang sebelumnya menusuk orang memang seorang yang pandai membuat musik, kecintaannya terhadap seni tidaklah bisa dipandang remeh ia sering menjuarai berbagai perhargaan namun semuanya berubah saat seorang rivalnya menuduhnya sebagai orang yang mencelakainya.


Orang itu meng-klaim bahwa Behamoth yang mendorongnya jatuh ke tangga hingga mematahkan tangannya serta memutuskan untuk tidak tampil di pertunjukannya.


Akibat dari itu Behamoth mulai dicibir banyak orang, penontonnya mulai berkurang dan semenjak itu juga para kru pemainnya mengundurkan diri. Suatu hari ia mencari alasannya dan menemukan bahwa istrinya berselingkuh dengan rivalnya.

__ADS_1


Mereka berkomplot untuk membuat Behamoth jatuh hingga keduanya bercerai, kru-nya disuap dengan uang agar keluar dari orkestranya dan saat itulah dia mulai gila.


Saat rivalnya melakukan pertunjukan sebuah jasad wanita jatuh dari langit dengan darah yang menempel bagaikan karya seni yang dibuat oleh seseorang.


Sebelum semua orang menjerit Behamoth keluar dari balik panggung lalu menusuk rivalnya beberapa kali di dada dan di wajah sebelum orang yang dibunuhnya sempat untuk meminta pengampunan.


Orang-orang mulai berhamburan keluar namun beberapa kru musik dibunuh juga tanpa belas kasih, sebelum dia tahu apa yang terjadi Behamoth telah dipanggil ke dunia ini menjadi sosok yang jauh lebih mengerikan.


Dia tertawa saat beberapa pisau menusuk kaki Kizuna di tempat yang pas.


"Tak apa, aku baik-baik saja."


Pisau yang ditangkis mulai berbalik arah bagaikan sebuah hamparan ikan yang terbang di laut bebas.


"Indah sekali darah itu, seni adalah berbagi rasa sakit pada penikmatnya, kuyakin kau juga merasakan rasa sakit dariku, indah... indah."

__ADS_1


"Aku merasa kasihan padamu," Kizuna memutuskan untuk bergerak cepat dia menghindar kemudian mengirimkan tebasan miliknya.


"Yamata no Orochi... tebasan kesembilan."


Sembilan kepala ular menyerang Behamoth dengan membabi buta, setiap rahang ular mengoyak dagingnya, kedua tangannya terputus, kedua kakinya, serta setiap organ di milikinya memberikan rasa kesaktian luar biasa, sayangnya orang di depannya adalah orang yang sudah kehilangan kewarasannya.


Dia masih tertawa hingga akhir hayatnya sampai akhirnya pedang Kizuna memotong topengnya dengan mudah.


"Orang ini sudah tidak tertolong lagi, karena kegilaannya dia juga tidak bisa mengeluarkan kemampuan topengnya sendiri," ucap Charlotte.


"Kupikir aku hanya beruntung barusan, mari ke tempat Lion kurasa di sana lawannya cukup merepotkan."


"Sepertinya begitu."


Sebelum Kizuna melangkahkan kakinya seseorang jatuh di depan matanya, dia keluar dari lubang dengan sabit di tangannya.

__ADS_1


Dia adalah Ireta.


__ADS_2